Home / Kerinci

Selasa, 24 Juni 2025 - 23:31 WIB

Diduga Dijual Diam-Diam oleh Orang Kepercayaan, Ruko Widia Berujung Gugatan di PN Sungai Penuh

koransakti - Penulis

Koran Sakti.co.id, Sungai Penuh-Niat hati ingin menjual ruko miliknya dengan cara yang benar, namun apa daya, kerugian justru yang didapat. Itulah yang dialami Robiyatuladdawiyah (red-Widia) pemilik sah sebuah ruko di lokasi Desa Koto Periang Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Tanpa sepengetahuannya, ruko miliknya tiba-tiba telah berpindah tangan secara ilegal. Dugaan kuat mengarah pada orang kepercayaannya sendiri, Legiman Armando, yang dituding telah menjual ruko tersebut kepada pihak lain tanpa izin dan sepengetahuan dari Widia.

Kronologi perkara ini bermula saat munculnya surat jual beli atas nama Robiyatuladdawiyah selaku penjual dan Bemi Rahmanto sebagai pembeli. Anehnya, surat jual beli itu telah ditandatangani oleh Kepala Desa Koto Periang Kayu Aro. Padahal, Widia menegaskan dirinya tidak pernah melakukan transaksi jual beli tersebut apalagi menerima sepeser pun uang dari hasil penjualan.

Di sisi lain, Bemi, yang kini menempati dan menguasai ruko tersebut, mengaku membeli ruko itu langsung dari Armando dan telah menyerahkan sejumlah uang kepada pria yang selama ini dipercaya Widia untuk mengurus ruko tersebut.

Baca juga :   Trail Adventure JELASAK Meriahkan Satu Abad Kebun Teh Kayu Aro dan HUT TNI ke-80

Merasa dirugikan dan menjadi korban perbuatan melawan hukum, Widia melalui kuasa hukumnya, Irawadi Uska, SH., MH., melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Sungai Penuh.

“Hari ini, Selasa 24 Juni 2025, telah dilaksanakan sidang pertama. Kami sudah menghadirkan klien sebagai penggugat. Namun, para tergugat, termasuk turut tergugat, belum hadir,” ungkap Irawadi usai persidangan.

Majelis hakim pun memutuskan untuk melakukan pemanggilan kedua kepada semua pihak tergugat agar perkara ini bisa berlanjut sesuai ketentuan hukum.

Dalam gugatan tersebut, Irawadi menjelaskan bahwa kliennya, Robiyatuladdawiyah, adalah pemilik sah ruko yang sudah bersertifikat. “Namun tanpa izin, tergugat 1 (Armando) melakukan transaksi jual beli dengan tergugat 2 (Bemi). Ini jelas perbuatan melawan hukum,” tegasnya.

Baca juga :   Bupati Kerinci Sampaikan Rancangan Perubahan KUA-PPAS APBD 2025

Lebih lanjut, pihak penggugat meminta agar majelis hakim dapat memutus perkara ini seadil-adilnya dan mengembalikan hak atas ruko tersebut kepada pemilik sahnya.

“Sampai saat ini, ruko masih dikuasai oleh Bemi karena merasa telah membelinya. Padahal klien kami tidak pernah menjual, tidak pernah menandatangani surat apapun, dan tidak pernah menerima uang. Maka gugatan ini kami ajukan sebagai upaya mencari keadilan,” tandasnya.

Kasus ini menjadi sorotan publik di Koto Periang Kayu Aro, terutama karena melibatkan Kepala desa dan dugaan penyalahgunaan kepercayaan oleh orang terdekat.

Sidang lanjutan dijadwalkan dalam waktu dekat, dengan harapan seluruh tergugat dapat hadir guna menyampaikan keterangan dan pembelaannya di hadapan majelis hakim PN Sungai Penuh.

Sementara itu menurut keterangan Widia kepada awak media, sampai kini Armando belum diketahui keberadaannya, seolah hilang ditelan bumi, pihak keluarga pun tidak mengetahui dimana Armando berada. (Emi) bersambung

Berita ini 72 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Advetorial

Pemkab. Kerinci Ucapkan Terima Kasih atas Bantuan Suplai Listrik PLTA Kerinci

Kerinci

Pasi Ops Kodim 0417/Kerinci Hadiri Apel Pasukan Operasi Lilin 2025

Kerinci

Mewakili Dandim 0417/Kerinci, Danramil 04/Stl Hadiri Apel Peringatan Ulang Tahun Santri Nasional.
Penerimaan Murid Baru MTsN 2 Kerinci : Kesempatan Emas Raih Pendidikan Berkualitas dan Berkarakter

Kerinci

Penerimaan Murid Baru MTsN 2 Kerinci : Kesempatan Emas Raih Pendidikan Berkualitas dan Berkarakter

Advetorial

Sidang Penetapan WBTB, Monadi : Melestarikan Budaya adalah Bentuk Tertinggi Cinta Tanah Air

Advetorial

Bupati Kerinci Kukuhkan Paskibraka HUT RI ke- 80 Tahun 2025

Advetorial

Kabid BM Vidra: Selamat Tahun Baru 2023

Advetorial

Peringati HUT Bhayangkara ke-76 Tahun 2022, Polres Kerinci Ikuti Upacara Secara Virtual