Momen tersebut terjadi saat rekan mainnya, Tyriq Withers, sedang menjelaskan ketertarikannya pada anime. Tiba-tiba, Wayans memotong dan berteriak, “Boleh aku katakan? Persetan dengan anime!”
Kalah Saing di Box Office
Wayans menjelaskan bahwa kekesalannya berasal dari fakta bahwa film Him hanya berhasil menempati posisi kedua di box office pada pekan pembukaannya. Posisi pertama direbut oleh film Demon Slayer: Infinity Castle dengan pendapatan yang sangat jauh berbeda.
“Sialan. Kami berada di nomor 2. Him (harusnya) nomor satu. Persetan dengan anime!” lanjut Wayans.
Pada pekan pembukaannya, film Demon Slayer: Infinity Castle berhasil meraup pendapatan fantastis sebesar 70 juta dollar AS, sementara film Him hanya mampu mengumpulkan 13,5 juta dollar AS di pasar domestik.
Mendengar umpatan tersebut, Tyriq Withers mencoba menenangkan Wayans sambil berkata, “Anda tidak bisa tidak menghormati anime.”
Dominasi Film ‘Demon Slayer’ yang Luar Biasa
Kekesalan Marlon Wayans mungkin bisa dimaklumi, mengingat performa film Demon Slayer: Infinity Castle – Akaza Sairai memang luar biasa di tingkat global. Sejak perilisannya, film pertama dari trilogi Infinity Castle ini telah memecahkan berbagai rekor, di antaranya:
- Menjadi film dengan pendapatan kotor tertinggi keenam di tahun 2025.
- Memecahkan rekor pekan pembukaan terbesar untuk film anime di AS, melampaui rekor Pokémon: The First Movie yang telah bertahan selama 25 tahun.
- Menjadi film anime pertama yang berhasil meraup lebih dari 100 juta dollar AS di Amerika.
Dominasi film anime di box office Hollywood ini menunjukkan betapa besar dan kuatnya pengaruh budaya pop Jepang di kancah hiburan global saat ini.