Home / Sport

Jumat, 19 Desember 2025 - 01:25 WIB

Matthias Sammer Angkat Bicara soal Kepemimpinan di Dortmund

koransakti - Penulis

Matias Sammer. (Kolase)

Matias Sammer. (Kolase)

Koransakti.co.id – Penasihat Borussia Dortmund, Matthias Sammer, kembali menjadi sorotan.

Ia mengkritik langsung jajaran manajemen melalui pernyataannya.

Matthias Sammer menyampaikan komentar tersebut saat ia menanggapi pernyataan Nico Schlotterbeck usai Dortmund bermain imbang 2-2 melawan Bodo Glimt pada laga Liga Champions pekan lalu.

Dalam responsnya, Matthias Sammer menegaskan pentingnya sikap jujur dan terbuka di dalam tubuh klub.

Ia menegaskan, jika klub menangani persoalan internal secara tepat dan transparan sejak awal, polemik serupa tidak akan terus berulang.

“Kita harus berhenti memutarbalikkan kenyataan sampai orang yang mengatakan kebenaran justru terlihat seperti orang bodoh,” ujar Sammer, seperti dikutip Get German Football, Jumat malam, 18 Desember 2025.

Baca juga :   Real Madrid Dekati Barcelona, Kinerja Arbeloa Masih Disorot

Lebih lanjut, mantan pemain Timnas Jerman itu turut menyinggung persoalan kepemimpinan di lingkungan klub.

Sammer menilai beberapa figur di klub memiliki karakter kuat, namun kemampuan kepemimpinan mereka belum memadai.

Ia menilai, kekurangan dalam aspek kepemimpinan dapat membuat seseorang ragu dan cenderung takut saat menghadapi tekanan pada situasi penting.

Kritik tersebut bukan kali pertama dilontarkan Sammer.

Sebelumnya, pada awal tahun ini, ia juga menyampaikan komentar keras setelah Dortmund menelan kekalahan dari Bologna di Liga Champions.

Saat itu, Sammer berbicara sebagai komentator Amazon Prime dan mengarahkan kritiknya kepada pelatih kepala kala itu, Nuri Sahin.

Baca juga :   Bellingham Tetap Optimistis Meski Real Madrid Tertekan Hasil Buruk

Rentetan pernyataan Sammer membuat manajemen Borussia Dortmund kini berada di bawah pengawasan.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa figur sentral klub, seperti Sebastian Kehl dan Lars Ricken, tengah menjadi perhatian khusus.

Walau keduanya masih memiliki kontrak hingga 2027, muncul pembicaraan internal mengenai kelanjutan kerja sama setelah musim panas mendatang.

Perbedaan pandangan di antara mantan pemain Dortmund juga bukan hal baru.

Salah satu contohnya terjadi saat proses penunjukan Niko Kovac, ketika Kehl memiliki preferensi berbeda, sementara Ricken secara aktif mendukung Kovac hingga akhirnya klub menunjuknya sebagai pelatih.

Berita ini 25 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Sport

Manchester United Siapkan Skenario Baru, Niko Kovac Masuk Bursa Pelatih 

Sport

Real Madrid Resmi Tinggalkan Proyek Superliga Eropa

Internasional

Media Inggris Kecam AFC Tunjuk Arab Saudi dan Qatar sebagai Tuan Rumah Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia

Sport

Barcelona Berjaya, Lamine Yamal Balas Sindiran Bellingham

Sport

AC Milan Hajar Bologna 3-0, Rossoneri Kukuh di Papan Atas Serie A

Sport

Inter Milan Segera Pulangkan Aleksandar Stanković

Sport

Juventus Pertimbangkan Sorloth Jelang Penutupan Bursa Transfer

Sport

Dari Bournemouth ke Man City, Semenyo Tampil Gemilang Sepanjang Musim