koransakti.co.id- Memasuki fase akhir bulan Ramadan 1447 Hijriah, perhatian umat Islam kini tertuju pada pencarian malam Lailatul Qadar. Oleh karena itu, mengetahui perkiraan waktu jatuhnya malam yang lebih baik dari seribu bulan ini menjadi sangat krusial untuk memaksimalkan ibadah. Lailatul Qadar diyakini jatuh pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.
Meskipun demikian, terdapat sedikit perbedaan perkiraan tanggal antara pemerintah (Kemenag/NU) dan Muhammadiyah akibat perbedaan awal mulainya ibadah puasa tahun ini.
Hal ini menarik karena Lailatul Qadar bukan sekadar hitungan tanggal, melainkan momen spiritual yang ditandai dengan kedamaian alam dan ketenangan batin. Oleh sebab itu, Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk bersungguh-sungguh mencarinya dengan memperbanyak amal shalih, tadarus Al-Qur’an, dan i’tikaf. Selain itu, memahami tanda-tanda alam yang menyertai malam tersebut dapat menambah kemantapan hati dalam beribadah. Sebagai tambahan, rincian jadwal perkiraan malam ganjil serta ciri-ciri fisik Lailatul Qadar telah kami rangkum berdasarkan data terbaru Maret 2026.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga konsistensi ibadah hingga akhir Ramadan agar tidak melewatkan keutamaan besar ini.
Dengan demikian, perbedaan penentuan tanggal tidak seharusnya menjadi penghalang, melainkan penyemangat untuk menghidupkan seluruh malam di sepuluh hari terakhir.
Sebagai informasi, tanda fisik seperti matahari yang terbit tanpa sinar menyengat di pagi harinya merupakan salah satu indikator kuat yang diriwayatkan dalam hadits shahih.
Akhirnya, Lailatul Qadar adalah hadiah terindah bagi hamba-hamba yang rida dalam ketaatan sepanjang bulan suci.
Perkiraan Jadwal Malam Lailatul Qadar 2026 (1447 H)
Berikutnya, mari kita perhatikan perbedaan estimasi malam ganjil antara pemerintah dan Muhammadiyah untuk menyelaraskan jadwal ibadah Anda:
1. Versi Pemerintah (Kemenag) & Nahdlatul Ulama (NU)
Berdasarkan penetapan awal Ramadan pada 19 Februari 2026, berikut estimasi malam ganjilnya:
Malam ke-21: Selasa, 10 Maret 2026 (Malam Rabu)
Malam ke-23: Kamis, 12 Maret 2026 (Malam Jumat)
Malam ke-25: Sabtu, 14 Maret 2026 (Malam Minggu)
Malam ke-27: Senin, 16 Maret 2026 (Malam Selasa)
Malam ke-29: Rabu, 18 Maret 2026 (Malam Kamis)
2. Versi Muhammadiyah
Berdasarkan metode Hisab Hakiki (awal Ramadan 18 Februari 2026), jadwalnya adalah:
Malam ke-21: Senin, 9 Maret 2026 (Malam Selasa)
Malam ke-23: Rabu, 11 Maret 2026 (Malam Kamis)
Malam ke-25: Jumat, 13 Maret 2026 (Malam Sabtu)
Malam ke-27: Minggu, 15 Maret 2026 (Malam Senin)
Malam ke-29: Selasa, 17 Maret 2026 (Malam Rabu)
Mengenali Tanda-Tanda Lailatul Qadar Menurut Hadits
Selanjutnya, Rasulullah SAW memberikan beberapa petunjuk alamiah mengenai kehadiran malam mulia ini:
Suasana yang Damai: Malam terasa sangat tenang, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin (sejuk).
Matahari Esok Harinya: Pada pagi harinya, matahari terbit dengan sinar yang lembut, berwarna putih atau kemerahan tanpa memancarkan sinar yang menyengat ke segala penjuru (teduh).
Bulan Separuh Nampan: Sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Muslim, bulan muncul dengan bentuk yang menyerupai separuh nampan.
Ketenangan Batin: Munculnya perasaan damai dan kekhusyukan yang luar biasa di dalam hati orang-orang yang beriman.
Amalan Utama di Sepuluh Malam Terakhir
Berikutnya, untuk memaksimalkan peluang mendapatkan kemuliaan 1.000 bulan, berikut adalah beberapa amalan yang sangat dianjurkan:
I’tikaf: Berdiam diri di masjid dengan niat ibadah, menjauhkan diri dari kesibukan duniawi.
Shalat Malam: Memperbanyak Qiyamul Lail, Shalat Tahajud, dan Shalat Hajat.
Tadarus Al-Qur’an: Mengkhatamkan atau merenungi makna ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Doa Khusus: Memperbanyak doa yang diajarkan Rasulullah SAW: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku).
Kesimpulan: Menggapai Puncak Keimanan
Oleh karena itu, mari kita manfaatkan sisa waktu di bulan Ramadan 2026 ini dengan penuh kesungguhan. Terlepas dari perbedaan metode penanggalan, intinya adalah menghidupkan seluruh malam terakhir dengan ketaatan.
Dengan demikian, kita berharap termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung mendapatkan syafaat dan ampunan di malam Lailatul Qadar. (Asep)















