Home / Gaya Hidup / Kesehatan

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:16 WIB

Dinkes DKI Pastikan Hantavirus di Jakarta Bukan Varian Andes, Masyarakat Tak Perlu Panik!

koransakti - Penulis

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati

koransakti,co.id, Jakarta- Menanggapi kekhawatiran publik terkait wabah Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, memberikan klarifikasi tegas. Beliau memastikan bahwa varian Hantavirus yang di temukan di Jakarta berbeda dengan varian mematikan yang saat ini tengah menjadi sorotan internasional.

Perbedaan Signifikan Varian Jakarta vs Kapal MV Hondius

Ani menjelaskan bahwa Hantavirus bukanlah ancaman baru di Indonesia. Pihaknya telah melakukan pemantauan rutin terhadap virus ini setiap tahun. Perbedaan utamanya terletak pada cara penularannya.

Varian yang menyerang awak dan penumpang di Samudra Atlantik adalah varian Andes. Varian ini menjadi perhatian khusus organisasi kesehatan dunia (WHO) karena memiliki kemampuan unik, yakni dapat menular antar-manusia. Sebaliknya, Ani menegaskan bahwa varian Andes tersebut tidak di temukan di Indonesia.

“Varian yang menular antar-manusia hingga saat ini hanyalah varian Andes yang di temukan di Amerika Selatan. Di Indonesia, penularan masih bersifat konvensional, yakni dari hewan (tikus) ke manusia,” ujar Ani di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (11/5).

Kenali Jalur Penularan dan Gejalanya

Meskipun tidak menular antar-sesama manusia, masyarakat harus tetap waspada terhadap keberadaan tikus di lingkungan sekitar. Virus ini umumnya berpindah ke tubuh manusia melalui:

  • Kontak langsung dengan air liur, air seni, atau kotoran tikus yang terinfeksi.

  • Menghirup debu atau partikel udara yang telah terkontaminasi kotoran tikus.

Baca juga :   3 Manfaat Luar Biasa Jus Seledri Agar Tubuh Bugar

Langkah Pencegahan: Kebersihan adalah Kunci

Guna menekan risiko infeksi, Dinkes DKI Jakarta mengimbau warga untuk memperketat Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Baca juga :   HUT Ke 79, Persit KCK Cabang XXV Kodim 0417/Kerinci Gelar Donor Darah.

Berikut adalah langkah-langkah praktis yang di sarankan:

  1. Rajin Mencuci Tangan: Selalu gunakan sabun setelah beraktivitas, terutama di area yang rawan menjadi sarang tikus.

  2. Gunakan Masker: Terutama saat membersihkan gudang atau area lembap yang berpotensi terpapar debu kotoran tikus.

  3. Pengendalian Hama: Melakukan langkah-langkah sistematis untuk mengurangi populasi tikus di lingkungan tempat tinggal.

  4. Alat Pelindung: Gunakan sarung tangan atau pengaman saat menangani benda-benda di area yang di curigai menjadi habitat vektor.

Dinkes DKI berharap masyarakat tetap tenang namun tidak meremehkan situasi. Dengan menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten, risiko penyebaran Hantavirus dapat di minimalisir secara efektif. (gina)

Berita ini 24 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Bukan Rabun Biasa, Ini Gejala Visual Snow Syndrome
Kebangkitan Sang Legenda: Toyota Kijang Super 2026 Hadir dengan Diesel Turbo dan Kemewahan Mutakhir

Bisnis

Kebangkitan Sang Legenda: Toyota Kijang Super 2026 Hadir dengan Diesel Turbo dan Kemewahan Mutakhir

Kesehatan

Pangdam II/Sriwijaya Kunker ke Denkesyah 02.04.04/Palembang
Viral Sakit Gigi Bengkak Parah, Ternyata Angina Ludwig: Infeksi Serius yang Bisa Mengancam Nyawa

Gaya Hidup

Viral Sakit Gigi Bengkak Parah, Ternyata Angina Ludwig: Infeksi Serius yang Bisa Mengancam Nyawa

Advetorial

RS Melati Rayakan HUT ke-5, Teguhkan Komitmen Cegah Stunting di Sungai Penuh

Inspiratif

Kisah Kemanusiaan Dr. Padmo dan Keajaiban Kembar Siam
Masih Muda Kok Botak? Ini 7 Penyebab Rambut Rontok & Cara Ampuh Mengatasinya

Kesehatan

Masih Muda Kok Botak? Ini 7 Penyebab Rambut Rontok & Cara Ampuh Mengatasinya

Kesehatan

Wako Alfin Buka Sosialisasi JKN: Fokus pada Pemerataan Layanan Kesehatan