752 Prajurit Korps Marinir Sandang Baret Ungu, Tangis dan Doa Keluarga Mengiringi
Koransakti.co.id, Malang Selatan– Suasana haru menyelimuti Pantai Baruna, Malang Selatan, Senin (12/10/2026), ketika 752 prajurit petarung Korps Marinir TNI Angkatan Laut resmi menyandang Baret Ungu.
Momen bersejarah tersebut menghadirkan kebahagiaan, kebanggaan, sekaligus air mata haru dari orang tua dan keluarga yang menyaksikan keberhasilan putra-putra mereka menuntaskan Pendidikan Komando (Dikko).
Bagi setiap prajurit, penyematan Baret Ungu bukan sekadar seremoni. Sebaliknya, momen ini menandai keberhasilan melewati pendidikan berat sekaligus menjadi awal tanggung jawab besar sebagai prajurit Korps Marinir yang siap mengabdi kepada bangsa dan negara.
Perjuangan Dua Bulan Mengantarkan Prajurit Menyandang Baret Ungu
Selama kurang lebih dua bulan, para prajurit menjalani Pendidikan Komando yang menguji ketahanan fisik, mental, disiplin, serta keberanian. Mereka menghadapi berbagai tantangan dan latihan berat untuk membentuk karakter prajurit petarung yang tangguh, profesional, dan siap menghadapi beragam tugas.
Di balik perjuangan tersebut, keluarga terus mengiringi langkah mereka dengan doa dan harapan. Meski tidak selalu berada di dekat putra-putra mereka, para orang tua tetap memberikan dukungan agar setiap prajurit mampu melewati seluruh tahapan pendidikan hingga mencapai garis akhir.
Karena itu, keberhasilan 752 prajurit menyandang Baret Ungu menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga. Penantian panjang akhirnya terbayar ketika mereka melihat putra tercinta berdiri tegap dengan identitas baru sebagai bagian dari Korps Marinir TNI Angkatan Laut.
Air Mata Haru dan Doa Mengiringi Penyematan Baret Ungu
Suasana semakin emosional ketika para prajurit resmi menyandang Baret Ungu. Sejumlah keluarga menyambut momen tersebut dengan senyum bahagia, mata berkaca-kaca, dan doa yang terus terucap.
Bagi orang tua, keberhasilan anak menuntaskan Pendidikan Komando merupakan buah dari perjuangan, ketekunan, dan pengorbanan. Mereka tidak hanya menyaksikan pencapaian seorang anak, tetapi juga melihat lahirnya seorang prajurit yang memikul amanah untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Di hadapan keluarga, para prajurit kini membawa identitas dan tanggung jawab baru. Kebanggaan itu sekaligus menghadirkan harapan agar mereka selalu di berikan kesehatan, keselamatan, kekuatan, dan perlindungan ketika menjalankan tugas di berbagai medan pengabdian.
Baret Ungu Menjadi Simbol Pengabdian kepada Bangsa
Baret Ungu memiliki makna mendalam bagi setiap prajurit Korps Marinir. Simbol tersebut mengingatkan mereka pada perjuangan selama pendidikan, disiplin yang harus di jaga, serta tanggung jawab yang menyertai setiap langkah pengabdian.
“Baret ungu bukan sekadar kebanggaan, tetapi simbol pengabdian dan amanah yang akan di bawa sepanjang perjalanan hidup seorang prajurit.”
Oleh sebab itu, keberhasilan menyandang Baret Ungu bukanlah akhir perjuangan. Sebaliknya, pencapaian tersebut menjadi awal perjalanan panjang untuk membuktikan dedikasi, loyalitas, keberanian, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas negara.
Di balik tegapnya barisan prajurit, tersimpan doa keluarga yang tidak pernah putus. Mereka melepas putra-putra tercinta dengan rasa bangga sekaligus harapan agar setiap langkah pengabdian senantiasa membawa kehormatan bagi keluarga, Korps Marinir, TNI Angkatan Laut, serta bangsa dan negara.
Sumber: Dispen Kormar TNI Angkatan Laut
















