Home / Inspiratif / Life

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:00 WIB

Bukan Cuma Uang! Ini 6 Jenis Nafkah Batin yang Bikin Pernikahan Langgeng

koransakti - Penulis

Ilustrasi

Ilustrasi

koransakti.co.id- Banyak orang masih mengidentikkan peran suami sebatas penyedia nafkah finansial. Padahal, kecukupan materi saja tidak pernah cukup untuk menjamin kebahagiaan pernikahan dalam jangka panjang. Pasangan suami istri membutuhkan sesuatu yang jauh lebih mendalam, yaitu nafkah rohani atau batin.

Psikolog keluarga dan pernikahan, Nadya Pramesrani, M.Psi., menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan batin ini berkaitan erat dengan konsep keintiman (intimacy). Jika nafkah jasmani paling mudah di ukur lewat uang, maka nafkah batin di ukur lewat kedekatan psikologis.

Merujuk pada pemikiran tokoh psikologi Mark Schaefer dan David Olson, ada enam jenis keintiman yang wajib di rawat oleh setiap pasangan agar fondasi rumah tangga tetap kokoh:

1. Keintiman Emosional (Emotional Intimacy)

Kunci utama dari nafkah batin adalah rasa aman. Anda dan pasangan harus bisa saling terbuka tanpa ada rasa takut di hakimi. Keintiman emosional yang kuat membuat suami istri merasa nyaman saat membagikan kerentanan, ketakutan terbesar, hingga impian-impian masa depan yang paling dalam.

2. Keintiman Intelektual (Intellectual Intimacy)

Hubungan yang sehat membutuhkan stimulus pemikiran yang seimbang. Keintiman intelektual tercipta saat Anda dan pasangan selalu merasa “nyambung” ketika mendiskusikan visi masa depan, prinsip hidup, atau isu-isu penting lainnya. Di sini, kedua belah pihak bisa saling menghargai pola pikir masing-masing tanpa egoistis.

Baca juga :   RS Melati dan Rutan Sungai Penuh Bedah Rumah Warga Talang Lindung, Wujud Nyata Kolaborasi Sosial untuk Masyarakat

3. Keintiman Rekreasional (Recreational Intimacy)

Nafkah batin juga hadir melalui tawa dan waktu bersenang-senang. Pasangan yang meluangkan waktu untuk menikmati hobi bersama atau sekadar jalan-jalan santai di akhir pekan akan lebih mudah melepas penat dari rutinitas domestik. Aktivitas ini terbukti ampuh mempererat ikatan pernikahan sebagai sepasang sahabat.

4. Keintiman Keuangan (Financial Intimacy)

Ketidakterbukan soal uang sering kali menjadi pemicu utama keretakan rumah tangga. Keintiman keuangan bukan di nilai dari siapa yang berpenghasilan paling besar, melainkan sejauh mana pasangan mampu berkomunikasi secara transparan dalam mengelola anggaran, utang, dan target finansial bersama.

5. Keintiman Seksual (Sexual Intimacy)

Hubungan fisik yang memuaskan kedua belah pihak merupakan pilar penting dalam pernikahan. Aspek ini tidak melulu soal aktivitas biologis semata, melainkan cara pasangan mengomunikasikan rasa kasih sayang, kehangatan, serta penerimaan penuh terhadap tubuh satu sama lain.

6. Keintiman Spiritual (Spiritual Intimacy)

Jenis keintiman ini menyentuh aspek nilai kehidupan dan keyakinan. Berbagi makna tentang tujuan hidup, beribadah bersama, atau menyamakan prinsip moral keluarga akan menghadirkan ketenangan batin yang luar biasa di dalam rumah.

Baca juga :   5 Tips Strategis Agar Istiqamah Tadarus Al-Quran hingga Khatam di Akhir Ramadan

Kunci Harmonis: Menyelaraskan Ekspektasi Pasangan

Nadya Pramesrani menegaskan bahwa keharmonisan rumah tangga tidak bergantung pada seberapa ideal peran yang di adopsi, melainkan pada adanya kesepakatan bersama. Setiap individu membawa latar belakang keluarga yang berbeda, yang secara tidak sadar membentuk standar subjektif tentang pernikahan.

Jika tidak di bicarakan secara terbuka, perbedaan asumsi ini rawan memicu konflik besar. Oleh sebab itu, komunikasi dua arah mengenai ekspektasi peran sangat krusial di lakukan sejak awal.

Apapun model pernikahan yang Anda pilih—baik pembagian peran konvensional (suami bekerja, istri mengurus rumah tangga) maupun model setara (companionate_ di mana tugas bisa saling bertukar—semuanya sah-sah saja selama kedua belah pihak rida dan sepakat.

Perlu di ingat, kesepakatan ini tidak boleh kaku. Lakukan evaluasi dan diskusi secara berkala, terutama saat memasuki fase hidup baru atau ketika menghadapi situasi yang tidak terduga.

Pada akhirnya, kebahagiaan pernikahan ditentukan oleh standar yang Anda dan pasangan bangun bersama, bukan dari penilaian orang lain. (Mel)

Berita ini 34 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Inspiratif

Donor Darah Meriahkan HUT Kejaksaan RI ke-80, Letkol Inf Eko Budiarto Beri Apresiasi

Inspiratif

HUT TNI ke-80, Kodim 0417/Kerinci Gelar Bakti Sosial

Inspiratif

Wawako Azhar Hamzah Hadiri Unjuk Karya SMKN 2 Sungai Penuh
Mengapa Hutan Disebut Paru-Paru Dunia? Ini Fakta Mengejutkan di Baliknya

Life

Mengapa Hutan Disebut Paru-Paru Dunia? Ini Fakta Mengejutkan di Baliknya!

Agama

Suami Wajib Tahu, Ini 3 Jenis Nafkah yang Harus Dipenuhi dalam Islam

Artikel

Manfaat Daun Kelor untuk Wajah: Cerahkan Kulit Alami

Life

Harga Obat di Indonesia 6 Kali Lebih Mahal dari India: Kita Bisa Apa?

Advetorial

SRIKANDI INSPIRATIF 2025