Home / Pendidikan

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:35 WIB

Dongkrak Karier Global, Kemendikdasmen Resmi Luncurkan Program SMK 3+1 ke Luar Negeri

koransakti - Penulis

Terobosan Baru Pendidikan Vokasi Indonesia

koransakti.co.id, Surabaya-Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengambil langkah strategis untuk memperluas jangkauan lulusan vokasi di kancah internasional.

Langkah ini terwujud melalui peluncuran program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK (3+1) di Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (20/5/2026). Bersamaan dengan momen tersebut, kementerian juga melepas 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan lembaga kursus yang siap memulai karier mereka di berbagai belahan dunia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa inovasi ini menandai arah baru dalam pengembangan pendidikan vokasi di tanah air. Kini, pemerintah tidak hanya mengarahkan lulusan SMK untuk mengisi lowongan kerja domestik, melainkan juga membidik peluang emas di pasar kerja global.

Menurut Mu’ti, program ini menjadi komitmen nyata pemerintah dalam memenuhi hak konstitusi warga negara untuk mendapatkan kehidupan dan penghidupan yang layak.

Membidik Peluang Emas di Pasar Global

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa timnya telah merancang program ini sejak tahun 2025.

Baca juga :   Pendaftaran Beasiswa “Sungai Penuh Juara” 2026 Resmi Dibuka

Pemerintah sengaja menyusun kurikulum khusus ini untuk merespons tingginya mobilitas tenaga kerja di tingkat dunia.

Melalui skema baru ini, para siswa akan menjalani masa pendidikan reguler selama tiga tahun terlebih dahulu. Selanjutnya, mereka bakal mendapatkan tambahan satu tahun masa belajar intensif.

Selama tahun tambahan tersebut, siswa akan memperdalam kemampuan bahasa asing, memahami budaya kerja internasional, serta mempelajari regulasi hukum dan perlindungan tenaga kerja di negara tujuan.

“Bekerja di luar negeri bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga menjadi sarana belajar mandiri sekaligus wadah bagi mereka untuk menjadi duta bangsa,” ujar Tatang.

Respons Positif dari Satuan Pendidikan

Hingga saat ini, tercatat sedikitnya 49 SMK di berbagai wilayah Indonesia telah menerapkan program percontohan ini. Sekolah-sekolah tersebut kini mulai mengintegrasikan materi kebekerjaan internasional ke dalam kurikulum harian mereka.

Kepala SMKS Muhammadiyah 1 Malang, Kusdarmadi, menyambut baik kebijakan ini. Ia menilai masa studi tambahan selama satu tahun sangat krusial karena masa sekolah tiga tahun saja belum cukup untuk membekali siswa ke luar negeri.

Oleh karena itu, pihaknya kini menggandeng TNI untuk menggembleng kedisiplinan fisik siswa, serta melibatkan tim psikologi demi mematangkan mental anak didik.

Sebagai informasi, SMKS Muhammadiyah 1 Malang sendiri telah aktif menyalurkan alumni mereka ke Jepang sejak 2019 di sektor pertanian, industri, hingga caregiver.

Setali tiga uang, Kepala SMKN 1 Buduran Sidoarjo, Agustina, juga mengakui bahwa minat siswa untuk merantau ke luar negeri terus melonjak.

Baca juga :   Revitalisasi Sekolah: Investasi Cerdas untuk Generasi Emas Indonesia

Namun, selama ini persiapan mandiri yang di lakukan sekolah seringkali kurang maksimal.

Dengan hadirnya payung program 3+1 dari kementerian, pihak sekolah kini bisa menggembleng kesiapan siswa jauh lebih awal, bahkan sejak mereka duduk di bangku kelas 10. (asep)

Baca juga:

 Panduan Terbaru 2026: Cara Cek NISN Secara Mandiri Melalui Portal Kemdikbud dan Kaitannya dengan Pencairan PIP

“Mari Bergabung Bersama SMKN 1 Sungai Penuh dan Raih Masa Depan Gemilang”

Berita ini 13 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Gas Full, Wako Alfin Perjuangkan Dukungan Pusat Bagi Infrastruktur & Mutu Pendidikan Kota Sungai Penuh

Kesehatan

Korban Keracunan MBG Tembus 10.482 Anak, JPPI Desak Pemerintah Tutup Semua Dapur

Advetorial

STIE Sakti Alam Kerinci Wisuda 370 Mahasiswa dari Tiga Program Studi
Pojok Sains: Benarkah Tidak Ada Dua Keping Salju yang Sama Persis? Ini Rahasia "Teori Chaos" di Balik Kristal Es

Fakta Unik

Pojok Sains: Benarkah Tidak Ada Dua Keping Salju yang Sama Persis? Ini Rahasia “Teori Chaos” di Balik Kristal Es

Dinamika

Kajian Subuh Rutin di Mushola Al-Ikhlas Gria Jakarta RT 07/05 Pamulang

Jambi

“Luar Biasa! SMPN 18 Kerinci Sukses Buktikan Sekolah Pinggiran Mampu Taklukkan Kompetisi Nasional”

Pendidikan

Mencegah MSDs, Penyakit Tulang yang Menghantui Pelaku UMKM, Mahasiswa KKN Tim II Lakukan Edukasi dan Pelatihan Posisi Ergonomis pada Pelaku UMKM di Desa Gemantar, Kab. Wonogiri, Jawa Tengah

Inspiratif

Dari Infak yang Tulus: MTsN 2 Kerinci Bangun Gedung Serba Guna