Koransakti.co.id, Sungai Penuh- Menjelang peringatan HUT ke-3 Wartawati Indonesia Maju (WIM) dan HUT ke-14 Kerinci Time, gelombang dukungan lintas sektor semakin kuat.
Acara yang di jadwalkan berlangsung pada Minggu, 30 November 2025 mendatang bukan hanya menjadi panggung silaturahmi insan media dan aktivis, tetapi juga ajang konsolidasi lintas sektor yang menghadirkan para pemimpin daerah, tokoh publik, hingga organisasi masyarakat dalam satu forum besar.
Acara tersebut di jadwalkan di hadiri oleh Walikota Sungai Penuh dan Wakil Walikota, Bupati Kerinci dan Wakil Bupati, Sekda Kota dan Kabupaten, para Ketua DPRD dari Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, serta unsur Forkopimda, OPD, perwakilan BUMN dan BUMD, Apdesi, berbagai organisasi LSM, serta komunitas media dan wartawan Kota Sungai Penuh–Kerinci.
Salahsatu Pembina WIM, Zarman Ependi menegaskan bahwa pertemuan ini telah menjadi agenda penting untuk menyatukan energi para jurnalis dan pegiat sosial di daerah.
“Ini bukan sekadar berkumpul, tetapi panggilan untuk memperkuat komunikasi dan rasa kebersamaan antarsesama wartawan dan aktivis. Momen setahun sekali ini sangat berarti untuk menjaga soliditas,” ujarnya.Senada dengan itu, Ketua WIM Kota Sungai Penuh-Kerinci, Emi menekankan bahwa HUT tahun ini membawa pesan besar, membangun sinergi lintas sektor demi kemajuan daerah.
Menurutnya, kolaborasi antara media, LSM, pemerintah, dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam menciptakan kanal informasi yang sehat serta mendorong pembangunan yang lebih partisipatif.
“Kegiatan ini kami jadikan wadah memperkuat kolaborasi dan menjaga hubungan baik dengan seluruh elemen. Sinergi antara jurnalis, pemerintah, LSM, hingga masyarakat menjadi modal besar bagi terciptanya informasi yang sehat dan pembangunan yang lebih partisipatif” ujarnya.
Peringatan HUT WIM tahun ini di harapkan semakin memperkuat peran media dalam menjaga kualitas pemberitaan yang profesional dan berorientasi pada kepentingan publik sekaligus mempertegas eksistensi peran Wartawati Indonesia Maju dalam ekosistem pers daerah. (red)















