Home / Dinamika / Nasional

Senin, 12 Juni 2023 - 10:59 WIB

Inovasi Elisitor Biosaka Jadi Sorotan Utama pada Penas XVI 

koransakti - Penulis

Sumber : Tribun Timur. Com

Koran Sakti.co.id, Padang – Pekan Nasional (Penas) Tani Nelayan XVI yang diadakan di Kota Padang, Sumatera Barat dari tanggal 10 hingga 15 Juni 2023 mengusung tema pertanian presisi.

Acara ini bertujuan untuk memperlihatkan berbagai contoh penerapan teknologi dan inovasi pertanian modern guna meningkatkan produksi, pendapatan petani, dan mendukung ketahanan pangan nasional terutama dalam menghadapi perubahan iklim.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian pada Penas tahun ini adalah penggunaan elisitor Nuswantara Biosaka pada tanaman kacang hijau.

“Petani di Penas ini, kita layani dengan sepenuh hati. Saya ingin tanah Nusantara land of harmony Indonesia, lumbung pangan dunia, dan petaninya adil makmur sejahtera. Gelar teknologi budidaya kacang hijau di Penas ini mengaplikasikan Elisitor Biosaka sehingga modalnya sedikit. Biosaka menjadikan tanah menjadi subur dan hasil panenya bagus,” demikian dikatakan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi.

Suwandi didampingi Direktur Aneka Kacang dan Umbi-Umbian (Akabi) Enie Tauruslina Amarullah, Ansar (Penemu Biosaka), Prof Manurung, dan Kepala Dinas Pertanian NTT saat mengunjungi Gelar Percontohan di lahan kacang hijau Direktorat Aneka Kacang dan Umbi (Akabi), pada acara Pekan Nasional (PENAS) ke-XVI di Padang, Sabtu, (10/6/23).

Baca juga :   Wako Alfin: Transformasi Pasar Beringin Jaya Pembangunan  Terencana

Sementara itu, Dr. Hewan Benny Rahman, seorang petani dan perwakilan dari Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) di Enrekang, Sulawesi Selatan, mengaku antusias dengan inovasi pertanian yang ia temukan di Penas XVI di Kota Padang tersebut, yaitu Elisitor Biosaka. Biosaka bukanlah pupuk, tetapi dapat menggantikan fungsi pupuk dan mampu menyatukan unsur-unsur tanah di Indonesia menjadi kesatuan yang homogen, sehingga menciptakan ekosistem kehidupan yang harmonis dan berkelanjutan.

“Tanah air itu harus satu untuk menjadikan kehidupan. Dan ini dibuktikan Biosaka. Saya sangat berharap para kepala dinas dan peneliti menerapkan Biosaka ini di seluruh tanah air Indonesia. Kita harus bersinergi. Peneliti dan kepala dinas harus mendukung petani dalam mengaplikasikan Biosaka ini,” tutur Benny.Direktur Akabi, Enie Tauruslina Amarullah menambahkan bahwa Indonesia secara rutin mengekspor kacang hijau ke Korea dan China dengan volume mencapai 35-40.000 ton.

Saat ini, harga kacang hijau sedang menguntungkan, yaitu sebesar Rp 16.000 per kg dibandingkan sebelumnya Rp 14.000 per kg.

Baca juga :   Pos Bade Satgas Yonif 141/AYJP Bagikan Baju Seragam kepada Siswa/i SD Mememu

“Untuk menggenjot produksi kacang hijau dalam negeri, kita aplikasikan inovasi yang ramah lingkungan, biaya usaha tani efiesin tapi hasil panen tentunya naik. Yaitu Elisitor Biosaka. Ini terbukti di Gelar Teknologi Penas, kita aplikasikan dimana kacang hijau tumbuh bagus dan tanah menjadi subur. Sebanyak 300an pengunjung sudah mengunjungi gelar percontohan kami. Dan kami targetkan 40.000 pengunjung ikut berpartisipasi dalam gelaran event ini,” ucap Enie.

Sebagai informasi tambahan, salah satu rangkaian acara Penas XVI di Kota Padang adalah kegiatan Bimbingan Teknologi (Bimtek) pertanian, salah satunya membahas Elisitor Biosaka.

Bimtek Biosaka ini dihadiri oleh sekitar 150 petani dan petugas dari 9 provinsi yang sangat antusias dalam mengikutinya.

Bimtek Biosaka, yang telah dilaksanakan sejak awal Penas, melibatkan narasumber terkemuka yang merupakan pakar atau guru besar serta praktisi pertanian seperti Prof. Robert Manurung (akademisi ITB), Ansar (Penemu Biosaka), Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Blitar, Wawan Widianto, dan Handayani dari Dinas Pertanian Kabupaten Sukoharjo.(red)

Berita ini 196 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Nasional

Pemuda Panca Marga sebagai Garda Bangsa

Jakarta

Immanuel Ebenzer Ketua Umum JoMan Laporkan Denny Siregar ke Bareskrim

Dinamika

Di duga Lakukan Korupsi Dana Hibah Koni 4,5 M, Plt Ketua KONI Sungai Penuh di laporkan

Jakarta

Comeback di Dunia Model Rere Ainun Shooting Di Podcast BosBRO 

Bandung

2 Anggota Satgas Citarum Harum Ditarik Kembali ke Markas Yonif 312

Dinamika

LARM-GAK dan HIPPMA Minta Pemerintah Tindak Tegas Importir Yang Melanggar DMO 20% Minyak Sawit.

Daerah

Poltekkes Kemenkes Padang Latih Para Ibu Cara Pijat Bayi untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak

Ekonomi

Sarasehan Ekonom Islam: Refleksi Peran IAEI dalam Pembangunan Ekonomi Nasional