Koransakti.co.id – Vitamin C adalah nutrisi penting yang larut dalam air dan dibutuhkan tubuh setiap hari.
Karena tak bisa memproduksi sendiri, asupan vitamin ini harus diperoleh dari makanan atau suplemen.
Perannya sangat vital, antara lain membantu penyerapan zat besi, menunjang pertumbuhan dan perbaikan jaringan, melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas, mempercepat proses penyembuhan luka, serta berkontribusi dalam pembentukan kolagen sebagai komponen utama jaringan ikat.
Sumber alami vitamin C banyak terdapat dalam buah dan sayuran, seperti brokoli, stroberi, cabai merah, jeruk, dan kiwi.
Selain dari makanan, vitamin ini juga tersedia dalam berbagai bentuk suplemen, mulai dari tablet kunyah, kapsul, hingga suntikan.
Untuk orang dewasa, kebutuhan harian berkisar antara 65 hingga 90 miligram.
Namun, kelompok tertentu seperti perokok, ibu hamil, dan ibu menyusui umumnya memerlukan asupan lebih tinggi.
Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi vitamin C secara berlebihan tidak meningkatkan efektivitasnya.
Batas aman asupan harian bagi orang dewasa adalah 2.000 miligram. Jika melebihi angka tersebut, sejumlah efek samping dapat terjadi, seperti diare, mual, muntah, kram perut, dan nyeri ulu hati.
Beberapa orang juga dapat mengalami sakit kepala, gangguan tidur, hingga peningkatan risiko batu ginjal.
Dalam kasus yang sangat jarang, kelebihan vitamin C dapat memicu hiperoksaluria, yaitu peningkatan kadar asam oksalat dalam urine yang berpotensi membentuk batu ginjal.
Pada ibu hamil, konsumsi dosis sangat tinggi juga berisiko menimbulkan gangguan pencernaan dan meningkatkan kemungkinan kelahiran prematur.
Oleh karena itu, sebaiknya penuhi kebutuhan vitamin C dari sumber alami dan konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen.-***















