Home / Karier / Musik / Selebrita

Sabtu, 26 September 2026 - 20:32 WIB

Jejak Emas Guruh Soekarnoputra: Menatap Kembali Karya Kolosal Seni Indonesia

koransakti - Penulis

koransakti.co.id, Jakarta- Dunia seni pertunjukan Indonesia tidak pernah lepas dari nama Guruh Soekarnoputra. Pasalnya, Putra bungsu Presiden pertama RI, Soekarno, dan Ibu Fatmawati ini berhasil mengukir warisan budaya yang tak lekang oleh waktu. Melalui eksplorasi tanpa batas, Guruh menyatukan ritme musik modern dengan keagungan tradisi Nusantara dalam skala pertunjukan yang megah.

Sementara itu, seiring kabar mengenai kondisi kesehatannya yang kini sedang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit, ingatan publik kembali terpaut pada karya-karya terbesarnya. Sebab, Guruh tidak sekadar merangkai nada, tetapi menjadikan panggung seni sebagai ruang perjuangan budaya.

Berikut delapan mahakarya legendaris yang menandai perjalanan kreatif Guruh Soekarnoputra di panggung seni tanah air dan dunia.

1. Mahakarya Eksperimental Guruh Gipsy (1977)

Guruh mendobrak batas musik Indonesia ketika merilis album Guruh Gipsy. Melalui karya ini, ia secara berani mengawinkan instrumen gamelan Jawa dan Bali dengan alunan musik progressive rock. Alhasil, langkah revolusioner ini membuktikan bahwa musik tradisi mampu berdiri sejajar dengan genre modern tanpa kehilangan identitas aslinya.

2. Renjana dan Langkah Awal Festival (1976)

Sebelumnya, Komposisi berjudul Renjana menjadi tonggak penting dalam karier Guruh sebagai pengarang lagu. Saat mengikutsertakan lagu ini dalam Festival Lagu Populer Tingkat Nasional 1976, Guruh langsung mencuri perhatian publik.Oleh karena itu, keberhasilan ini membuka jalan lebar bagi dirinya untuk terus melahirkan lagu-lagu legendaris lainnya.

Baca juga :   Kalisa Aulia Model Bandung Posting Foto Di Instagram Pose Di Taman Mengundang Tanda Tanya

3. Keagungan “Kembalikan Baliku” di Panggung Internasional

Lagu Kembalikan Baliku menegaskan taji Guruh di kancah global. Selain menjuarai Festival Lagu Populer Indonesia 1987, karya memukau ini sukses menyabet Kawakami Award dan Audience Selections Award dalam ajang World Popular Song Festival di Tokyo, Jepang. Guruh berhasil membawa pesona Bali ke hadapan penikmat musik dunia.

4. Megahnya Pergelaran “Untukmu Indonesiaku” (1980)

Guruh menunjukkan kepiawaiannya menggarap seni pertunjukan berskala besar melalui pementasan Untukmu Indonesiaku. Dalam Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra II ini, ia memadukan seni tari, tata busana, dan musik hidup secara harmonis. Pertunjukan ini menegaskan jiwa nasionalisme yang selalu mengalir dalam tiap jengkal karyanya.

5. Pesan Kebangsaan Melalui “Cinta Indonesia”

Guruh konsisten mengusung tema kecintaan pada tanah air melalui pementasan Cinta Indonesia. Lewat lirik yang puitis serta koreografi yang anggun, ia menanamkan rasa bangga terhadap identitas bangsa. Karya ini terus hidup dan sering dibawakan kembali oleh berbagai generasi seniman muda.

6. Kemegahan “Gilang Indonesia Gemilang” (1986)

Melalui Pergelaran Karya Cipta IV bertajuk Gilang Indonesia Gemilang, Guruh kembali memukau penonton dengan konsep kolosal. Ia memimpin ratusan penari dan pemusik di atas panggung besar untuk menciptakan visualisasi seni yang megah, rapi, dan dinamis.

Baca juga :   Profil Sheila Dara Aisha: Perjalanan Karier, Prestasi, dan Kisah Kesetiaan yang Menggetarkan Hati

7. Perayaan Kota dalam “Jak Jak Jak Jak Jakarta” (1989)

Guruh bersama kelompok seni Swara Maharddhika menggelar pertunjukan bertajuk Jak Jak Jak Jak Jakarta untuk memperingati ulang tahun ibu kota. Pementasan ini menjadi bukti nyata bahwa dinamika kehidupan masyarakat perkotaan pun bisa diolah menjadi sebuah seni pertunjukan yang megah dan berkelas.

8. Puncak Dedikasi di “Gempita Swara Maharddhika” (1987)

Merayakan satu dekade berdirinya Swara Maharddhika, Guruh menggelar pementasan Gempita Swara Maharddhika. Pagelaran ini memadukan kemewahan kostum, koreografi yang presisi, serta musik yang memukau. Begitu pentingnya momentum ini hingga Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) turut mengabadikan dokumen pertunjukan, materi lagu, hingga desain busananya.

Dedikasi yang Melampaui Zaman

Seluruh karya Guruh Soekarnoputra bermuara pada satu benang merah yang kuat, yaitu penghormatan tinggi terhadap akar budaya Indonesia. Bagi Guruh, seni bukanlah sekadar sarana hiburan semata, melainkan instrumen perjuangan untuk merawat identitas kebangsaan. Karya-karyanya akan terus menjadi inspirasi dan warisan berharga bagi sejarah seni pertunjukan Indonesia. (Bro)

Berita ini 7 kali dibaca

Share :

Baca Juga

D'Angelo, Neo-Soul Icon and Grammy Winner, Dies at 51 After Battle with Cancer

Musik

D’Angelo, Neo-Soul Icon and Grammy Winner, Dies at 51 After Battle with Cancer

Gaya Hidup

Gugup Bicara di Depan Umum? Kuasai 7 Trik Ini Agar Tampil Percaya Diri!

Hiburan

Teuku Ryan: Bintang Sinetron Asal Aceh yang Menjadi Sorotan Publik di Tengah Spekulasi Identitas Ayah Ressa
Momen Viral Davina Karamoy dan Ardhito Pramono: Berawal dari Unggahan TikTok

Selebrita

Momen Viral Davina Karamoy dan Ardhito Pramono: Berawal dari Unggahan TikTok

Hiburan

James Cameron Sebut Oppenheimer ‘Pengecut Moral’, Siapkan Film Tandingan

Film

Jisoo BLACKPINK: Menaklukkan Dua Dunia, dari Panggung Musik hingga Layar Kaca

Hiburan

Son Heung Min Geser Lim Young Woong, Puncaki Peringkat Reputasi Brand Model Iklan Korea

Jakarta

Inklusif dan Berlisensi Resmi, LSP Musik Indonesia Gelar Sertifikasi Gratis Bagi Musisi Difabel