Home / Edukasi

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:32 WIB

Ketahuilah Ternyata 6 Bahan Makanan Ini Cepat Rusak Jika Disimpan di Kulkas

koransakti - Penulis

koransakti.co.id- Suhu dingin kulkas kerap menjadi andalan utama saat orang ingin mengawetkan bahan makanan di rumah. Namun, anggapan bahwa semua bahan pasti tahan lama di dalam lemari pendingin ternyata kurang tepat. Beberapa bahan justru mengalami penurunan kualitas rasa, perubahan tekstur, hingga pembusukan yang lebih cepat ketika terpapar suhu dingin secara terus-menerus.

Paparan suhu rendah dapat menguapkan kadar air alami, menghilangkan aroma khas, dan merusak struktur kimiawi pada kelompok bahan pangan tertentu. Oleh karena itu, penting untuk mengenali bahan makanan apa saja yang sebaiknya Anda simpan pada suhu ruang agar kualitas dan nutrisinya tetap terjaga secara optimal.

Berikut adalah enam bahan makanan yang sering keliru disimpan di dalam kulkas:

1. Tomat

Menyimpan tomat di dalam kulkas hanya akan merusak kelezatan alaminya. Udara dingin menghentikan proses pematangan tomat dan memecah dinding sel di dalamnya. Akibatnya, tekstur daging tomat berubah menjadi lembek, kulitnya mengerut, dan aroma segarnya menghilang.

Untuk mempertahankan kualitasnya, tempatkan tomat di tempat berudara segar pada suhu ruang dan jauhkan dari paparan sinar matahari langsung. Hindari pula menumpuk tomat terlalu padat agar sirkulasi udara di sekitarnya tetap terjaga dengan baik.

2. Bawang Merah dan Bawang Putih

Kelembapan tinggi di dalam kulkas menjadi musuh utama bagi keluarga bawang. Udara yang lembap memicu pertumbuhan jamur dan mempercepat munculnya tunas pada bawang merah maupun bawang putih. Selain itu, tekstur bawang akan berubah menjadi lunak sehingga cita rasanya saat dimasak tidak lagi tajam.

Langkah terbaik untuk menyimpan bawang adalah membiarkannya di area yang kering, sejuk, dan memiliki sirkulasi udara yang lancar. Anda dapat mengandalkan wadah anyaman atau rak berlubang agar bawang mampu bertahan hingga berbulan-bulan.

3. Kentang

Suhu dingin kulkas mengubah kandungan pati dalam kentang menjadi gula secara lebih cepat. Perubahan kimiawi ini tidak hanya membuat rasa kentang menjadi manis secara tidak alami, tetapi juga mengubah warnanya menjadi gelap dan terasa renyah berlebihan saat Anda menggorengnya.

Simpanlah kentang di tempat yang gelap, kering, dan terisolasi dari cahaya. Selain itu, jauhkan kentang dari lokasi penyimpanan bawang karena gas alami yang dilepaskan bawang dapat mempercepat pembusukan kentang.

4. Roti

Meskipun kulkas mencegah munculnya jamur pada roti dalam jangka pendek, suhu dingin justru mempercepat proses pengkristalan pati (retrogradasi). Proses inilah yang membuat serat roti menjadi sangat cepat kering, keras, dan kehilangan kelembutannya.

Jika Anda berencana menghabiskannya dalam dua atau tiga hari, cukuplah meletakkan roti dalam wadah tertutup di suhu ruang. Namun, apabila Anda ingin menyimpannya untuk jangka panjang, bungkus rapat roti dan bekukan di dalam freezer. Anda tinggal menghangatkannya kembali menggunakan panggangan saat ingin menyajikannya.

5. Kopi Bubuk dan Biji Kopi

Kopi memiliki sifat higroskopis yang sangat kuat, artinya bahan ini mudah menyerap kelembapan serta aroma dari lingkungan sekitarnya. Saat Anda memasukkan kopi ke dalam kulkas, biji atau bubuk kopi akan menyerap berbagai aroma makanan lain dan mengubah rasa seduhannya.

Perubahan suhu yang terjadi saat keluar-masuk kulkas juga memicu kondensasi uap air yang membuat kopi mudah menggumpal. Selalu simpan persediaan kopi Anda di dalam wadah kedap udara yang diletakkan pada area dapur yang sejuk dan terlindung dari cahaya.

6. Madu

Madu murni pada dasarnya memiliki kadar air yang sangat rendah dan sifat asam alami, sehingga bahan ini mampu bertahan lama tanpa bantuan bahan pengawet ataupun suhu dingin. Memasukkan madu ke dalam kulkas justru akan memicu proses kristalisasi gula, sehingga tekstur madu menjadi mengeras dan sulit untuk Anda tuang.

Cara penyimpanan madu paling tepat adalah meletakkannya di suhu ruang. Cukup pastikan wadah penutupnya terpasang rapat dan bersih agar madu tetap jernih dan dapat Anda konsumsi kapan saja.

Dengan menerapkan cara penyimpanan yang benar sesuai karakteristik masing-masing bahan, Anda tidak hanya menjaga kesegaran dan cita rasa masakan di rumah, tetapi juga hemat dalam mengelola belanjaan dapur harian. (Gina)

Baca juga: Rahasia Pagi Sehat: 5 Manfaat Rutin Minum Jus Tomat

Kenapa Madu Tidak Bisa Basi (Awet Selamanya)? Kenalan dengan H2O2, Zat Pengawet Buatan Lebah!

Berita ini 22 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Raih Keberkahan Maksimal: 6 Amalan Ringan Berpahala Besar di Bulan Ramadan

Edukasi

Raih Keberkahan Maksimal: 6 Amalan Ringan Berpahala Besar di Bulan Ramadan

Edukasi

Solusi Alami: 5 Minuman Herbal Ampuh Pereda Flu dan Batuk yang Melegakan Tenggorokan

Edukasi

Menguak 5 Pesona Melaka: Kota Pelabuhan Bersejarah di Malaysia
Sambut Bulan Suci: Link Download Poster Ramadan 2026 Gratis dan Panduan Edit Mudah

Edukasi

Sambut Bulan Suci: Link Download Poster Ramadan 2026 Gratis dan Panduan Edit Mudah

Edukasi

Cara Mandiri Menghitung Pajak Motor Tahunan: Simpel dan Akurat Sebelum ke Samsat

Edukasi

Fenomena Harvest Moon 26 September 2026: Intip 3 Dampaknya bagi Bumi!
Jadwal Imsakiyah 2 Ramadan 1447 H: Waktu Imsak dan Buka Puasa Jakarta, 20 Februari 2026

Edukasi

Jadwal Imsakiyah 2 Ramadan 1447 H: Waktu Imsak dan Buka Puasa Jakarta, 20 Februari 2026

Edukasi

Mengapa Singapura Sangat Maju Padahal Negaranya Kecil? Ternyata Ini Rahasia Letak Geografisnya!