koransakti.co.id, Kuala Lumpur- Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) kembali memperkuat amunisi pertahanan Timnas Malaysia. Kali ini, mereka merampungkan proses naturalisasi Giancarlo Gallifuoco, bek berpengalaman asal Australia yang pernah menimba ilmu di akademi klub ternama Liga Inggris, Tottenham Hotspur dan Swansea City.
Meskipun sudah menginjak usia 32 tahun, pemain yang kini membela Kuala Lumpur City FC tersebut sangat antusias menyambut status barunya. Proses panjang yang ia jalani akhirnya membuahkan hasil manis setelah mendapat persetujuan kewarganegaraan Malaysia.
“Kami tinggal menunggu surat persetujuan dari tim hukum FAM. Setelah itu, seluruh proses selesai dan saya resmi menjadi warga negara Malaysia,” ujar Gallifuoco dengan lega.
Perjalanan Karier dan Rekam Jejak
Sebelum berlabuh di Malaysia, Gallifuoco memiliki perjalanan karier yang cukup panjang di Eropa dan Australia.
2014–2015: Menimba ilmu di akademi Tottenham Hotspur lalu berpindah ke skuat U-23 Swansea City. Di Swansea, ia sempat berada di klub yang sama saat bek Timnas Indonesia, Jordi Amat, membela tim utama The Swans.
2015–2020: Sempat menjajal persaingan di Italia dan Inggris, sebelum akhirnya kembali ke Australia untuk membela Melbourne Victory, Western Sydney Wanderers, serta Central Coast Mariners.
2021–Sekarang: Hijrah ke Liga Super Malaysia bersama Kuala Lumpur City FC dan konsisten menjadi pilar utama di lini belakang.
Tembok Baru Harimau Malaya
Kedatangan Gallifuoco membawa angin segar bagi staf pelatih Harimau Malaya. Publik sepak bola Malaysia menyambut hangat kehadirannya dan memprediksi sang pemain bakal menjadi benteng kokoh di lini pertahanan.
Nantinya, Gallifuoco diproyeksikan berduet dengan Brad Tapp, bek naturalisasi asal Australia lainnya yang sebelumnya tampil solid di ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Kombinasi dua pemain tangguh ini diyakini akan memberi lebih banyak opsi serta memperdalam kualitas skuat asuhan Tan Cheng Hoe.
Langkah naturalisasi ini menunjukkan komitmen Malaysia untuk terus bangkit dan memperkuat kedalaman tim, terutama setelah mereka mengakhiri FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai peringkat ketiga tanpa terkalahkan.**















