koransakti.co.id, Sungai Penuh-Pemerintah Kota Sungai Penuh menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan tersebut secara resmi di buka oleh Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Rabu (11/3/2026).
Musrenbang ini menjadi forum penting dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah sekaligus menyelaraskan program pemerintah dengan kebutuhan serta aspirasi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Sungai Penuh juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Fidelia Silvana, yang memberikan pemaparan secara virtual melalui Zoom.
Selain itu, hadir pula perwakilan dari Bappeda Provinsi Jambi, Dr. Ahmad Subhan, S.IP., M.Si., yang menyampaikan materi mengenai sinkronisasi kebijakan pembangunan daerah dengan program pembangunan di tingkat provinsi maupun nasional.
Mengusung tema digitalisasi pelayanan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, Musrenbang RKPD 2027 di harapkan mampu menghasilkan perencanaan pembangunan yang lebih terarah, efektif, serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sungai Penuh Alfin menegaskan bahwa Musrenbang merupakan salah satu tahapan strategis dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Melalui forum ini, berbagai gagasan dan masukan dari seluruh pemangku kepentingan di himpun untuk menyempurnakan rencana pembangunan daerah.
“Musrenbang RKPD ini menjadi wadah bagi kita semua untuk menyelaraskan program pemerintah dengan aspirasi masyarakat. Kami berharap seluruh peserta dapat memberikan masukan yang konstruktif agar program pembangunan yang di rancang benar-benar tepat sasaran dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Sungai Penuh,” ujar Alfin.
Lebih lanjut, Alfin juga menyoroti sejumlah program prioritas pembangunan yang menjadi fokus Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam waktu dekat.
Beberapa program tersebut di antaranya penataan dan revitalisasi Pasar Rakyat Tanjung Bajure, serta penataan kawasan ruang terbuka hijau (RTH), khususnya di kawasan Lapangan Eks Pemda.
Selain itu, Pemkot Sungai Penuh juga mendorong percepatan digitalisasi pelayanan publik guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Alfin, program-program prioritas tersebut merupakan langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperindah tata kota.
“Penataan pasar, pembangunan pedestrian, hingga pengembangan ruang terbuka hijau merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mempercantik wajah Kota Sungai Penuh. Di sisi lain, digitalisasi pelayanan publik juga menjadi kebutuhan penting agar pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, efektif, dan modern,” jelasnya.
Melalui pelaksanaan Musrenbang RKPD ini, di harapkan akan lahir berbagai rekomendasi strategis yang menjadi dasar penyusunan program dan kegiatan pembangunan Kota Sungai Penuh pada tahun 2027.
Kegiatan Musrenbang tersebut turut di hadiri Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Alpian, para staf ahli, asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, perwakilan Badan Pusat Statistik, kalangan akademisi, BUMD, APDESI, organisasi perempuan seperti GOW dan DWP, KONI, IDI, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Forum ini menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama merancang arah pembangunan Kota Sungai Penuh agar semakin maju, tertata, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di masa mendatang. (Emi)
Baca juga: Pantau Kondisi TPA RPT, Wawako Azhar Instruksikan PU dan LH Lakukan Penanganan















