Home / Kerinci

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:45 WIB

Penurunan Muka Air Danau Kerinci: Respons Alami Kondisi Hidrologis

koransakti - Penulis

Koran sakti.co.id, Kerinci – Manajer Humas PT Kerinci Merangin Hidro (KMH), H. Asroli Ilham, menegaskan bahwa penurunan muka air Danau Kerinci pada awal Januari 2026 merupakan fenomena alami yang di pengaruhi oleh kondisi iklim, khususnya rendahnya curah hujan di daerah tangkapan air danau.

Hal tersebut di sampaikan Asroli saat kegiatan coffee morning bersama media dan LSM di Hotel Mahkota Sungai Penuh, Kamis (5/2).

Dalam paparannya, Asroli menjelaskan bahwa perusahaan secara rutin melakukan pemantauan elevasi Danau Kerinci sejak awal Januari 2026.

Pemantauan tersebut meliputi grafik elevasi permukaan air, inflow atau debit air masuk, serta outflow atau debit air keluar danau.

“Data yang kami miliki menunjukkan penurunan muka air berlangsung secara bertahap dan masih dalam batas normal. Tidak di temukan pola ekstrem yang mengindikasikan pelepasan air berlebihan,” ujar Asroli.

Ia menjelaskan bahwa kebutuhan air PLTA Merangin memang mencapai sekitar 100 meter kubik per detik. Namun, pasokan air tersebut tidak sepenuhnya bersumber dari Danau Kerinci. Secara teknis, kontribusi air dari danau hanya sekitar 40 persen.

Baca juga :   Kodim 0417/Kerinci Bantu Ketahanan Pangan Pesantren Al-Kahfi dengan Pembuatan Kolam Ikan.

“Selebihnya berasal dari Sungai Batang Merangin dan anak-anak sungainya. Jadi, anggapan bahwa PLTA sepenuhnya bergantung pada Danau Kerinci perlu di luruskan,” jelasnya.

Ia juga memaparkan bahwa berdasarkan grafik elevasi muka air, inflow, dan outflow danau, pengeluaran air dari Danau Kerinci di jaga relatif stabil dan di sesuaikan dengan ketersediaan air yang masuk.

Tidak di temukan adanya pola pelepasan air yang berlebihan ataupun kebijakan operasional yang menyebabkan penurunan muka air danau secara signifikan.

“Aspek ini penting untuk di pahami bersama, bahwa outflow danau di kelola secara hati-hati dan adaptif mengikuti kondisi hidrologi yang ada,” jelasnyaAsroli juga mengatakan beberapa faktor  yang mempengaruhi penyusutan muka air danau saat ini adalah sudah terjadi sedimen terutama di sungai Sanggaran Agung, lalu rendahnya curah hujan di wilayah tangkapan air karena Kebijakan modifikasi cuaca di wilayah Sumatera yang bertujuan menekan potensi hujan ekstrem. Kondisi tersebut menyebabkan inflow air yang masuk ke Danau Kerinci menjadi rendah dan tidak stabil.

Meski demikian, Aslori memastikan bahwa debit air keluar dari danau tetap di kendalikan dan di sesuaikan dengan ketersediaan air yang masuk. Tidak ada pelepasan air yang di lakukan tanpa perhitungan teknis.

Baca juga :   Desa Koto Tengah Salurkan BLT Tiga Bulan dan Bantuan Pendidikan untuk Pelajar

“Secara hidrologis, penurunan muka air Danau Kerinci pada periode ini merupakan respons alami terhadap kondisi iklim dan curah hujan yang rendah,” tegas Asroli.

Melalui pemaparan berbasis data ini, Asroli berharap masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh dan objektif mengenai kondisi Danau Kerinci saat ini. (Emi)

 

Berita ini 39 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Advetorial

Menikmati Indahnya Panorama Wisata Melati Azzahra Kerinci

Dinamika

Aldi : “Usut DD Pidung Terkait Pembangunan Jalan Usaha Tani Tahun 2022-2023”

Advetorial

Wabup Kerinci Murison Resmi Buka Pelatihan TPQ/TPSQ 2025

Daerah

Runtuhkan Stigma, Puskesmas Kumun di Sungai Penuh Buka Layanan Kesehatan Jiwa

Advetorial

Kunjungan Anggota DPR RI Fasha ke Kerinci Serahkan Bantuan Alat Pertanian

Advetorial

SMKN 4 Sungai Penuh Ciptakan Batik Indah Bernuansa Khas

Kerinci

Caleg PPP Nomor Urut 2 Dapil 5 Kab.Kerinci

Kerinci

Kapolres Kerinci Beri Apresiasi Pada Anggota ASN Polri Memasuki Masa Purna Bhakti.