Koransakti.co.id – Jika ada satu isu yang mendominasi dunia teknologi tahun ini, itu adalah krisis RAM.
Sejak akhir 2025, terjadi kelangkaan memori global akibat lonjakan kebutuhan pusat data AI yang menyerap hampir seluruh pasokan.
Dampaknya, harga RAM dan penyimpanan melonjak tajam dan memengaruhi berbagai perangkat, mulai dari PC, ponsel pintar, hingga laptop dan tablet.
Hampir semua produk yang bergantung pada komponen ini mengalami kenaikan biaya produksi.
Krisis Ram diperkirakan belum akan membaik dalam waktu dekat.
Dalam laporan keuangan terbarunya, Samsung menyebutkan bahwa kekurangan memori justru bisa semakin parah pada 2027.
Permintaan terus meningkat, sementara kapasitas pasokan masih tertinggal.
Pihak perusahaan mengakui bahwa permintaan pelanggan saat ini sudah jauh melampaui kemampuan produksi, dan kesenjangan tersebut diprediksi makin melebar dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi ini membuat harapan turunnya harga RAM dan penyimpanan dalam waktu dekat semakin kecil.
Bahkan, menurut SK Hynix, peningkatan produksi pun kemungkinan belum cukup memenuhi kebutuhan pasar hingga sekitar 2030.
Artinya, krisis ini bisa berlangsung cukup lama.
Dampaknya sudah terasa di pasar perangkat elektronik.
Sony, misalnya, telah menaikkan harga PlayStation 5 hingga ratusan dolar.
Di sisi lain, harga RAM untuk PC juga melonjak drastis, bahkan lebih dari dua kali lipat dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan kondisi ini, konsumen tampaknya harus bersiap menghadapi harga perangkat yang tetap tinggi dalam beberapa tahun ke depan.-***















