koransakti.co.id – Setelah penantian panjang, Netflix akhirnya merilis musim ketiga sekaligus babak final dari serial survival game populer, Alice in Borderland. Jika dua musim sebelumnya mengajak penonton bertaruh nyawa dalam permainan kartu angka dan wajah, musim ketiga ini membawa kita berhadapan dengan kartu terakhir yang paling misterius: Joker.
Musim ini menjadi sebuah epilog dramatis yang menjawab sisa pertanyaan, sambil tetap menyajikan permainan mematikan yang menjadi ciri khasnya.
Kembali ke Borderland Demi Cinta
Musim ketiga dibuka dengan Arisu dan Usagi yang telah kembali ke dunia nyata, menikah, dan menjalani hidup tenang. Namun, kedamaian itu terusik saat Usagi, yang masih dihantui trauma masa lalu, didekati oleh seorang peneliti bernama Ryuji. Dengan janji bisa mempertemukannya kembali dengan sang ayah, Ryuji justru menjebak Usagi hingga ia kembali jatuh koma dan terseret ke dunia Borderland.
Melihat istrinya dalam bahaya, Arisu tanpa ragu memutuskan untuk kembali masuk ke dunia permainan mematikan tersebut untuk menyelamatkannya. Di sana, ia tidak hanya harus menghadapi permainan baru, tetapi juga musuh lama yang kini menjadi ancaman utama: Banda, pria manipulatif yang sebelumnya memilih untuk tetap tinggal di Borderland.
Permainan Baru yang Lebih Ganas
Tentu saja, Alice in Borderland tidak akan lengkap tanpa permainan baru yang menguji kecerdasan dan mental. Musim ini menyajikan beberapa permainan ikonik, di antaranya:
- Gacha Ramalan: Sebuah permainan teka-teki di mana setiap kesalahan jawaban akan dibayar dengan serangan panah api.
- Kartu Zombie: Permainan yang mirip dengan Werewolf atau Among Us, di mana manusia harus menemukan zombi di antara mereka. Dalam permainan ini, Arisu menunjukkan kejeniusannya dengan sebuah strategi tipuan yang brilian.
Babak Penutup yang Memuaskan
Dengan hanya enam episode, musim ketiga terasa lebih padat dan ringkas. Fokus utamanya bukan lagi menyelesaikan semua kartu, melainkan sebagai babak “bonus” dari kartu Joker yang menjadi penutup cerita. Meski singkat, setiap episodenya penuh dengan aksi, ketegangan, dan momen emosional, terutama saat Arisu dan Usagi akhirnya kembali bertemu.
Perkembangan karakter Arisu dari seorang pengangguran menjadi suami yang bertanggung jawab juga menjadi salah satu kekuatan utama musim ini. Kesediaannya untuk mengorbankan segalanya demi Usagi memberikan pesan moral yang kuat.
Secara keseluruhan, Alice in Borderland Season 3 berhasil memberikan akhir yang epik dan memuaskan bagi perjalanan panjang Arisu dan Usagi. Serial ini sukses mempertahankan statusnya sebagai salah satu drama survival terbaik di Netflix, menjadikannya tontonan wajib bagi para penggemar genre ini.















