Home / Kesehatan / Life

Rabu, 8 Oktober 2025 - 14:18 WIB

10 Buah yang Sebaiknya Dihindari Saat Hamil Muda

koransakti - Penulis

 Memilih asupan buah yang tepat sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan trimester pertama. (Sumber:freepik/azerbaijan-stockers)

Memilih asupan buah yang tepat sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan trimester pertama. (Sumber:freepik/azerbaijan-stockers)

koransakti.co.id – Menjaga asupan nutrisi selama masa kehamilan, terutama pada trimester pertama, adalah hal yang sangat krusial. Buah-buahan memang dikenal kaya akan vitamin dan mineral yang baik, namun ternyata tidak semuanya aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil muda.

Beberapa jenis buah tertentu diyakini memiliki kandungan atau sifat yang berisiko memicu kontraksi, perdarahan, atau bahkan keguguran. Untuk menjaga kehamilan tetap sehat, berikut adalah 10 jenis buah yang sebaiknya Anda hindari atau batasi konsumsinya saat hamil muda.

1. Nanas dalam Jumlah Besar Nanas mengandung enzim bromelain yang dalam konsentrasi tinggi dipercaya dapat melunakkan serviks dan memicu kontraksi. Meskipun bukti ilmiahnya masih terbatas, sebaiknya ibu hamil menghindari konsumsi nanas secara berlebihan, terutama pada trimester pertama.

2. Pepaya Mentah atau Setengah Matang Pepaya yang sudah matang sempurna umumnya aman. Namun, pepaya yang masih mentah atau mengkal mengandung lateks dan enzim papain. Senyawa ini dapat merangsang kontraksi rahim dan berpotensi melemahkan selaput janin.

3. Anggur (Terutama Kulitnya) Kulit anggur yang berwarna gelap kaya akan senyawa resveratrol. Jika dikonsumsi berlebihan, senyawa ini dikhawatirkan dapat memengaruhi keseimbangan hormon selama kehamilan. Selain itu, anggur juga sangat rentan terhadap paparan pestisida yang berbahaya bagi perkembangan janin.

4. Tamarin (Asam Jawa) Berlebihan Meskipun kaya antioksidan, konsumsi tamarin atau asam jawa yang berlebihan tidak dianjurkan. Kandungan vitamin C yang sangat tinggi di dalamnya dapat menekan produksi hormon progesteron, yang sangat penting untuk mempertahankan kehamilan di trimester awal.

5. Persik dalam Jumlah Banyak Buah persik diyakini dapat meningkatkan “panas dalam” tubuh. Dalam jumlah berlebihan, hal ini dikhawatirkan dapat memicu perdarahan internal. Selain itu, bulu-bulu halus pada kulitnya bisa menyebabkan iritasi tenggorokan.

6. Buah Beri yang Tidak Dicuci Bersih Buah-buahan seperti stroberi, raspberry, dan blueberry sangat rentan terkontaminasi kuman (seperti Listeria dan Toksoplasma) serta residu pestisida. Pastikan untuk selalu mencuci semua buah beri dengan sangat bersih sebelum dikonsumsi.

7. Buah yang Dibekukan Terlalu Lama Proses pembekuan yang terlalu lama dapat mengurangi kandungan nutrisi dan cita rasa alami buah. Mengonsumsi makanan yang sangat dingin juga berpotensi mengganggu sistem pencernaan ibu hamil.

8. Tomat Kalengan Produk makanan dalam kemasan kaleng, termasuk tomat, umumnya mengandung kadar pengawet yang tinggi. Zat tambahan ini berpotensi menjadi racun bagi tubuh dan dapat memengaruhi perkembangan janin jika dikonsumsi secara berlebihan.

9. Buah Potong Siap Saji Hindari membeli buah potong (ready-to-eat) yang sudah terlalu lama dibiarkan di suhu ruang (misalnya di buffet). Buah yang sudah dipotong dan tidak disimpan dalam pendingin menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang biak.

10. Buah yang Dikeringkan Buah kering memiliki kandungan gula dan kalori yang sangat pekat. Mengonsumsinya secara berlebihan dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak sehat dan memicu masalah pencernaan seperti perut kembung.

Selalu konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi Anda mengenai pola makan yang paling aman dan sehat selama masa kehamilan.

Berita ini 25 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Benjamin Moore's 2026 Color of the Year Is Here: Meet Silhouette, the Epitome of Quiet Luxury

Gaya Hidup

Benjamin Moore’s 2026 Color of the Year Is Here: Meet Silhouette, the Epitome of Quiet Luxury

Artikel

Tidur Berkualitas, Kunci Hidup Produktif di Tengah Rutinitas Padat

Internasional

Data Baru WHO: Lebih dari 1 Miliar Orang di Dunia Hidup dengan Gangguan Mental

Kesehatan

Wabup Junaidi Pimpin Rapat Evaluasi Kenaikan Stunting 2025

Gaya Hidup

Mengenal Blurred Makeup: Tren Kecantikan Viral 2026 yang Bikin Wajah Halus Seperti Pakai Filter Instan!

Advetorial

Mengubah Tantangan Fistula Ani Menjadi Harapan: Perjuangan Dr. Tony Sukentro di Kancah Dunia

Kesehatan

Studi WHO: Dampak Negatif pada Kehidupan Seks Jadi Alasan Utama Orang Berhenti Pakai Kontrasepsi

Internasional

WHO Luncurkan Forum Uji Klinis Global, Indonesia Masuk Jajaran Anggota Pendiri