koransakti.co.id – Selain keindahan alam dan budayanya, Bali juga menyimpan daya tarik kuliner yang luar biasa. Dari hidangan pedas berbumbu kaya rempah hingga oleh-oleh manis yang ikonik, cita rasa Pulau Dewata selalu berhasil memikat lidah para wisatawan.
Dalam acara Wonderful Indonesia Gourmet: Festival of Gastronomy yang baru-baru ini digelar di Denpasar, tiga kuliner legendaris Bali tampil sebagai representasi kelezatan autentik pulau ini. Ketiganya tidak hanya populer, tetapi juga memiliki kisah inspiratif di baliknya.
1. Nasi Ayam Bu Oki: Pedas, Gurih, dan Melegenda
Bagi para pemburu kuliner pedas, nama Warung Nasi Ayam Bu Oki tentu sudah tidak asing lagi. Berdiri sejak tahun 2011, warung ini telah menjadi destinasi wajib di Bali. Racikan ayam betutu, sate lilit, telur, dan sambal khasnya yang nendang membuat banyak orang rela antre.
“Awalnya kami hanya melayani driver-driver lokal di Nusa Dua. Tidak disangka kini nasi ayam kami dikenal wisatawan dari berbagai negara,” tutur Ni Luh Sri Maryawati, sang pemilik. Dari sebuah warung kaki lima, kini Nasi Ayam Bu Oki telah memiliki cabang di Jimbaran, Nusa Dua, Kuta, dan Sanur.
2. Pie Susu Asli Enaaak: Ikon Oleh-oleh Sejak 1989
Berbicara oleh-oleh khas Bali, Pie Susu adalah juaranya. Salah satu pelopor yang membuat kue ini melegenda adalah Pie Susu Asli Enaaak. Usaha yang dirintis sejak tahun 1989 ini berawal dari skala rumahan yang sangat kecil.
Putu Ariani Agustine, pengelola usaha, bercerita bahwa ibunya memulai usaha ini untuk menambah penghasilan keluarga. “Produksinya hanya sekitar 25 buah per hari yang dititipkan di toko-toko kue di Denpasar,” kenangnya.
Berkat konsistensi menjaga resep klasik dan pemanfaatan teknologi digital seperti bergabung dengan Grab, usaha ini kini berkembang pesat dan menjadi ikon oleh-oleh yang wajib dibawa pulang dari Bali.
3. Bolu Jadul Bali: Cita Rasa Nostalgia
Meskipun baru hadir pada tahun 2018, Bolu Jadul Bali dengan cepat menjadi favorit warga lokal maupun wisatawan. Mengusung konsep back to basic, bolu ini menawarkan rasa klasik yang sederhana namun memikat. Teksturnya yang lembut dan manisnya yang pas menjadikannya teman minum teh atau oleh-oleh yang sempurna.
“Banyak yang baru pertama kali mencoba bolu kami di festival ini, dan mereka langsung memborong. Itu jadi validasi bahwa cita rasa nostalgia memang selalu dicari,” ujar Devi Chen, sang pemilik.
Richard Aditya dari Grab Indonesia menambahkan bahwa ketiga UMKM kuliner ini adalah bukti bagaimana bisnis lokal bisa berkembang pesat saat berpadu dengan digitalisasi, membuka lapangan kerja, dan pada akhirnya memperkuat daya tarik pariwisata Indonesia.















