koransakti.co.id- Formalin kerap menjadi jalan pintas bagi sebagian oknum untuk mengawetkan produk perikanan. Senyawa kimia berbahaya ini sengaja dipilih untuk menekan biaya operasional sekaligus memperpanjang masa simpan ikan selama proses distribusi. Padahal, bahaya kesehatan yang mengintai dari praktik curang ini tidak main-main.
Ahli Gizi RSMH Palembang, Yenita, menjelaskan bahwa formalin sejatinya merupakan larutan tidak berwarna berbau menyengat yang mengandung 37 persen formaldehid dan sekitar 15 persen metanol. Industri biasanya memanfaatkan cairan ini sebagai pembunuh hama atau desinfektan, bukan untuk bahan pangan.
Jika Anda mengonsumsi ikan berformalin, dampak jangka pendeknya meliputi reaksi alergi, iritasi, hingga gangguan pencernaan. Sementara dalam jangka panjang, penumpukan zat kimia ini di dalam tubuh berisiko memicu penyakit mematikan seperti kanker. Oleh karena itu, Badan Mutu KKP mengimbau masyarakat untuk lebih jeli saat berbelanja di pasar.
Yuk, pelajari ciri-ciri fisik untuk membedakan mana ikan yang aman dan mana ikan yang mengandung formalin!
1. Aroma Amis Khas Ikan Lenyap
Ikan segar yang aman dikonsumsi pasti memiliki aroma khas laut atau bau amis yang natural. Sebaliknya, formalin akan melenyapkan bau alami tersebut. Jika Anda mencium bau ikan yang cenderung hambar, tidak beraroma, atau justru mengeluarkan bau kimia yang menyengat, Anda patut curiga.
2. Tampilan Fisik Terlalu Mengilap dan “Sempurna”
Jangan terkecoh dengan penampilan luar. Ikan yang menggunakan pengawet kimia biasanya terlihat terlalu segar secara tidak wajar dan kulitnya tampak sangat mengilap. Selain itu, lalat atau serangga biasanya enggan mendekati ikan yang sudah tercemar zat kimia ini.
3. Tekstur Daging Keras dan Kaku
Saat Anda menekan daging ikan segar, teksturnya akan terasa elastis dan kembali ke bentuk semula. Namun, formalin akan mengubah struktur protein daging ikan menjadi keras, sangat kenyal, kaku, dan tidak mudah hancur meskipun proses distribusinya cukup lama.
4. Perhatikan Kondisi Mata dan Insang
Mata dan insang adalah indikator paling mudah untuk mengecek kesegaran ikan. Anda bisa membandingkannya lewat tabel berikut:
| Bagian Tubuh | Ikan Segar Alami | Ikan Diduga Berformalin |
| Bola Mata | Menonjol, pupil hitam cerah mengilap, selaput jernih. | Tenggelam, keruh, dan tertutup lendir kuning tebal. |
| Warna Insang | Merah cerah dan bersih. | Pucat kusam, agak keputihan, atau kelabu. |
5. Karakteristik Sayatan Daging dan Isi Perut
Saat Anda membelah ikan segar, bagian dalamnya akan memperlihatkan isi perut yang masih utuh, daging berwarna segar, serta gumpalan darah merah alami di area tulang belakang. Ikan segar juga terasa lemas atau lunglai saat Anda angkat.
Sementara itu, ikan berformalin akan menunjukkan sayatan daging yang pucat, kusam, dengan jalinan antarjaringan yang longgar atau rapuh. (melly)
Baca juga :Rahasia Ikan Antartika: Mengapa Mereka Tidak Membeku di Air Dingin Eksrem?
















