Home / Budaya / Daerah / Kerinci / Seni & Budaya

Kamis, 11 September 2025 - 21:22 WIB

Tari Rangguk: Gema Rebana dan Semangat Gotong Royong dari Tanah Kerinci

koransakti - Penulis

Ilustrasi Tari Rangguk Jambi (Youtube/Wenny Ira R)

Ilustrasi Tari Rangguk Jambi (Youtube/Wenny Ira R)

SUNGAI PENUH (KORANSAKTI) – Di antara hamparan hijau kebun teh dan megahnya Gunung Kerinci, tersimpan sebuah kekayaan budaya yang penuh energi dan makna. Itulah Tari Rangguk, sebuah tarian tradisional yang menjadi jantung dari banyak perayaan adat di Kerinci dan Sungai Penuh.

Lebih dari sekadar gerakan ritmis, Tari Rangguk adalah cerminan dari sejarah, rasa syukur, dan semangat kebersamaan masyarakat Kerinci. Suara rebana yang bertalu-talu seolah menjadi detak jantung dari tanah Sakti Alam Kerinci.

Sejarah dan Makna: Dari Syiar Agama hingga Rasa Syukur Panen

Tari Rangguk memiliki akar sejarah yang dalam. Awalnya, tarian ini digunakan sebagai media untuk syiar agama Islam, di mana gerakan dan syairnya berisi puji-pujian kepada Tuhan. Kata “Rangguk” sendiri berasal dari gerakan mengangguk-angguk sebagai tanda dzikir dan ketundukan.

Seiring berjalannya waktu, fungsi tarian ini berkembang. Tari Rangguk juga menjadi simbol rasa syukur masyarakat agraris Kerinci atas hasil panen yang melimpah. Gerakannya yang dinamis dan penuh semangat menggambarkan kegembiraan dan kerja keras para petani.

Baca juga :   Bupati Monadi Serahkan 564 SK PPPK Formasi 2024

Keunikan Gerakan dan Musik Pengiring

Daya tarik utama Tari Rangguk terletak pada perpaduan gerakan dan musiknya yang khas.

  • Rebana Sebagai Pusat Irama: Tidak seperti tarian lain, instrumen utama dalam Tari Rangguk adalah rebana siam yang dimainkan oleh para penarinya sendiri. Para penari, yang biasanya perempuan, akan menari sambil menabuh rebana dengan pola irama yang cepat dan sinkron.
  • Gerakan Energik dan Kompak: Gerakan tarian ini sangat dinamis, menggabungkan gerakan kepala yang mengangguk, gerakan tangan yang lincah menabuh rebana, dan gerakan tubuh yang mengikuti irama. Kekompakan para penari menjadi kunci utama dari keindahan tarian ini.
  • Syair Penuh Nasihat: Tarian ini sering diiringi oleh nyanyian atau syair-syair yang berisi nasihat, petuah adat, dan ajaran kebaikan.
Baca juga :   Fakta Unik Imlek 2026: Kenapa Harus Pakai Baju Merah & Dilarang Menyapu? Ini Legenda Monster "Nian" yang Jarang Orang Tahu!

Simbol Semangat Kebersamaan

Tari Rangguk adalah representasi nyata dari semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Kerinci. Untuk menghasilkan sebuah pertunjukan yang harmonis, setiap penari harus saling menjaga tempo dan kekompakan. Tidak ada penari solo yang menonjol, semuanya bergerak sebagai satu kesatuan yang utuh.

Filosofi inilah yang menjadikan Tari Rangguk selalu relevan. Tarian ini sering ditampilkan dalam berbagai acara penting, mulai dari penyambutan tamu kehormatan, perayaan hari besar, hingga festival budaya.

Di tengah arus modernisasi, Tari Rangguk terus dilestarikan oleh sanggar-sanggar seni dan diajarkan kepada generasi muda. Ia bukan hanya sekadar tarian, melainkan sebuah warisan yang menjaga semangat dan identitas masyarakat Kerinci agar tetap hidup.

Berita ini 90 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Revitalisasi Sekolah: Investasi Cerdas untuk Generasi Emas Indonesia

Advetorial

Pemkot Sungai Penuh Peringati Hari Lahir Pancasila

Jambi

Jelang Pilkada 2024, Kapolsek Jambi Timur Silaturahmi Kamtibmas 

Daerah

Masyarakat Berharap Pembangunan Jembatan Batang Merao Tanjung Pauh Mudik Segera Terealisasi

Bandung

Peternak Bandung Barat Borong 11 Penghargaan di Ajang Tingkat Nasional

Advetorial

Hearing RDP Komisi III Bersama Perkim & Dishub Kota Sungai Penuh

Advetorial

Bupati Adirozal Shalat Ied 1443 Hijriyah Bersama Ribuan Masyarakat

Jambi

Didampingi Gubernur Jambi, Danrem 042/Gapu Melepas Pemberangkatan Satgas Yonif 142/KJ ke Wilayah Papua