Home / Culture / Hiburan / Musik / Selebrita

Minggu, 14 September 2025 - 22:29 WIB

Evolusi Lana Del Rey: Dari Kontroversi ‘Video Games’ hingga Menjadi Ikon Musik Generasi Ini

koransakti - Penulis

Di tengah industri musik yang terus berubah, hanya sedikit artis yang mampu menciptakan dunianya sendiri. Lana Del Rey adalah salah satunya. Dengan alunan musik yang sinematik, lirik melankolis, dan citra yang terinspirasi dari nostalgia Amerika, ia telah menjadi salah satu musisi paling unik dan berpengaruh di abad ke-21.

Namun, perjalanannya untuk mencapai status ikonik seperti sekarang tidaklah mulus. Kariernya diwarnai oleh keraguan, kritik tajam, dan kontroversi di awal kemunculannya. Ini adalah kisah tentang bagaimana Lana Del Rey berevolusi dari sosok yang disalahpahami menjadi seorang seniman yang sangat dihormati.

 

Debut Kontroversial: Era ‘Born to Die’

Dunia pertama kali mengenal Lana Del Rey secara massal melalui lagu “Video Games” pada tahun 2011. Lagu balada yang sendu itu dengan cepat menjadi viral. Publik terpikat oleh suaranya yang dalam dan citranya yang misterius, seolah datang dari era emas Hollywood.

Namun, popularitas instan itu datang dengan kritik pedas. Banyak yang menuduhnya “tidak otentik” atau sekadar produk buatan industri musik. Puncaknya adalah penampilannya di acara TV populer “Saturday Night Live” yang dinilai kurang meyakinkan. Pada saat itu, banyak yang meragukan apakah ia mampu bertahan lama di industri ini.

Baca juga :   Mila Rosa, Pedangdut Pertama Raih Gelar Doktor: Bukti Dangdut Bukan Sekadar Hiburan

 

Membangun Dunia Sinematik yang Khas

Meskipun dihujani kritik, Lana Del Rey tidak goyah. Ia terus merilis karya yang konsisten dengan visinya. Melalui album-album seperti Born to Die, Ultraviolence, dan Honeymoon, ia secara perlahan membangun sebuah dunia musik yang sangat khas.

Tema-tema seperti glamor yang tragis, kisah cinta yang rumit, dan nostalgia akan budaya pop Amerika menjadi benang merah dalam karyanya. Secara musikal, ia juga terus bereksplorasi, menggabungkan elemen pop, psychedelic rock, hingga jazz.

 

Puncak Apresiasi Kritis: Era ‘Norman Fing Rockwell!’*

Jika ada satu momen yang mengubah pandangan para kritikus, itu adalah perilisan album Norman F*ing Rockwell! pada tahun 2019. Album ini mendapatkan pujian setinggi langit dari berbagai media musik paling bergengsi di dunia, seperti Pitchfork dan Rolling Stone.

Baca juga :   Dilema Penegakan Hukum Korupsi: Saat Rasa Keadilan Dikalahkan oleh Putusan yang Lemah

Melalui album ini, dunia akhirnya mengakui bakat luar biasa Lana Del Rey sebagai seorang penulis lagu dan penyair ulung. Citranya bergeser dari sekadar “persona” menjadi seorang seniman otentik yang karyanya memiliki kedalaman.

 

Warisan dan Pengaruh ‘Sad Girl Pop’

Kini, pengaruh Lana Del Rey terasa di mana-mana. Ia sering disebut sebagai inspirasi utama bagi generasi baru musisi pop alternatif, seperti Billie Eilish, Lorde, dan Olivia Rodrigo.

Ia dianggap sebagai pelopor sub-genre yang dikenal sebagai “sad girl pop”. Genre ini ditandai dengan musik yang melankolis, lirik yang introspektif, dan jujur mengenai kerapuhan emosional. Lana Del Rey membuktikan bahwa musik pop tidak harus selalu ceria untuk bisa diterima secara luas.

Perjalanan Lana Del Rey adalah bukti dari kekuatan visi artistik dan ketekunan. Ia mengajarkan kita bahwa otentisitas sejati bukanlah tentang apa yang orang lain pikirkan, melainkan tentang kesetiaan pada dunia yang kita ciptakan sendiri.

Berita ini 121 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Hiburan

Emma Watson Kena Sanksi, Dilarang Mengemudi Selama Enam Bulan di Inggris

Film

Faradilla Sandy, Mantan Artis Cilik ‘Ratapan Anak Tiri’ yang Kini Hidup Jauh dari Sorotan

Internasional

Geger! Mark Lee Keluar dari NCT dan SM Entertainment Setelah 10 Tahun

Hiburan

Jadwal Konser Oktober 2025: Dari Foo Fighters, Mariah Carey, hingga Synchronize Fest
Pernah Jadi Istri Kedua, Ratu Rizky Nabila Kini Tegaskan Tolak Poligami: Ogah Berbagi Kasih

Selebrita

Pernah Jadi Istri Kedua, Ratu Rizky Nabila Kini Tegaskan Tolak Poligami: Ogah Berbagi Kasih

Animasi

Film Anime ‘Chainsaw Man – The Movie: Reze Arc’ Tayang 24 Oktober di Bioskop AS dengan Format 3D

Hiburan

Daftar Lengkap Pemenang MTV VMA 2025: Rosé BLACKPINK Cetak Sejarah, Lady Gaga Raih Artist of the Year
Mega Chiqitha Tarie Setelah Pulang Dari Korea Selatan Akan Segera Rekaman Nyanyi

Karier

Mega Chiqitha Tarie Setelah Pulang Dari Korea Selatan Akan Segera Rekaman Nyanyi