Home / Hiburan / Internasional / Musik / Politik

Kamis, 11 September 2025 - 21:32 WIB

Irlandia Ancam Mundur dari Eurovision 2026 Jika Israel Tetap Ikut Serta

koransakti - Penulis

Yuval Raphael mengibarkan bendera Israel dalam kontes lagu Eurovision tahun ini di Swiss. Partisipasi negara tersebut di edisi 2026 kini menuai ancaman boikot dari Irlandia dan beberapa negara lain. (Sumber: EPA)

Yuval Raphael mengibarkan bendera Israel dalam kontes lagu Eurovision tahun ini di Swiss. Partisipasi negara tersebut di edisi 2026 kini menuai ancaman boikot dari Irlandia dan beberapa negara lain. (Sumber: EPA)

DUBLIN, IRLANDIA (KORANSAKTI) – Kontes lagu terbesar di Eropa, Eurovision, menghadapi potensi krisis peserta. Stasiun penyiaran nasional Irlandia, RTÉ, secara resmi menyatakan tidak akan ikut serta dalam Eurovision Song Contest 2026 “jika partisipasi Israel tetap dilanjutkan.”

Pernyataan tegas ini menambah tekanan pada European Broadcasting Union (EBU) selaku penyelenggara. Ancaman boikot ini muncul sebagai protes atas konflik yang sedang berlangsung di Gaza.

“Tidak Bermoral” Jika Tetap Ikut

Dalam sebuah pernyataan, RTÉ menyebut partisipasi Irlandia dalam ajang tersebut “tidak dapat dibenarkan secara moral mengingat hilangnya nyawa yang terus-menerus dan mengerikan di Gaza.”

Selain itu, RTÉ juga menyatakan keprihatinan mendalam atas pembunuhan jurnalis yang ditargetkan di Gaza dan penolakan akses bagi jurnalis internasional untuk meliput di wilayah tersebut.

Baca juga :   Analisis Parade Militer Tiongkok: Sinyal Kekuatan di Balik Visi Tatanan Dunia Baru Xi Jinping

Irlandia merupakan salah satu negara tersukses dalam sejarah Eurovision, dengan total tujuh kemenangan. Keputusan akhir mereka akan bergantung pada keputusan final dari EBU mengenai keikutsertaan Israel.

Negara Lain Menyuarakan Protes Serupa

Irlandia tidak sendirian dalam menyuarakan protes ini. Beberapa negara Eropa lainnya juga telah mengisyaratkan kemungkinan untuk mundur dari kompetisi.

  • Slovenia: Stasiun penyiaran nasionalnya, RTVSLO, juga menyatakan akan menarik diri jika Israel berpartisipasi.
  • Spanyol: Menteri Kebudayaan Spanyol, Ernest Urtasun, mengatakan bahwa negaranya kemungkinan tidak akan ikut serta.
  • Islandia: Stasiun penyiaran nasional Islandia, RÚV, menyatakan bahwa partisipasi mereka bergantung pada hasil konsultasi di dalam EBU dan mereka berhak untuk mundur.
Baca juga :   Daftar Peringkat Reputasi Brand Penyanyi Korea September 2025, Lim Young Woong Kokoh di Puncak

Sebelumnya, lebih dari 70 mantan kontestan Eurovision juga telah menandatangani surat yang menyerukan agar Israel dilarang berkompetisi pada tahun 2025.

Posisi Sulit Penyelenggara Eurovision

Tekanan yang meningkat dari berbagai negara peserta ini menempatkan EBU dalam posisi yang sulit. Kontes Lagu Eurovision 2026 sendiri rencananya akan diadakan di Wina, Austria.

Dunia kini menantikan keputusan EBU. Apakah mereka akan mempertahankan partisipasi Israel dan berisiko kehilangan beberapa negara, atau mengambil langkah tegas yang dapat mengubah wajah kompetisi secara signifikan.

Berita ini 55 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Hukum

Buntut Demo Agustus, Kompolnas Desak Polri Lakukan Reformasi Berbasis Humanis

Politik

AZ-FER Masih Sangat Bertuah Di Hamparan Besar Tanah Rawang

Internasional

Media Inggris Kecam AFC Tunjuk Arab Saudi dan Qatar sebagai Tuan Rumah Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia

Hukum

Warga Sipil Gugat Wapres Gibran ke PN Jakpus, Persoalkan Syarat Pendaftaran Cawapres

Politik

Punya Visi dan Misi Yang Jelas, Messy Kader Golkar Ajak Masyarakat Pilih AZ-FER 

Hiburan

YouTube Music Tak Lagi Gratiskan Fitur Lirik, Kini Eksklusif untuk Premium
Lebih dari 50 Pemimpin Dunia, termasuk Presiden AS Donald Trump Hadiri Prosesi Pemakaman Paus Fransiskus

Breaking news

Lebih dari 50 Pemimpin Dunia, termasuk Presiden AS Donald Trump Hadiri Prosesi Pemakaman Paus Fransiskus

Internasional

Kisah Epidemiolog Filipina dan Kursus Gratis WHO yang Mengubah Wajah Kesehatan Mental