Home / Daerah

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:15 WIB

Warga Griya Jakarta Keluhkan Proyek Drainase Di Jalan Alam Segar

koransakti - Penulis

Warga Gria Jakarta Keluhkan Proyek Drainase Di Jalan Alam Segar

Koransakti.co.id, Tangerang Selatan- Warga lingkungan Gria Jakarta, RT 07/05 Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, mengeluarkan keluhan terkait pelaksanaan proyek pembangunan saluran drainase pada Jalan Alam Segar segmen 3 yang sedang berlangsung.

Proyek yang di biayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang Selatan Tahun Anggaran 2026 ini di kerjakan oleh CV Valhalla Sukses dengan anggaran sebesar Rp 249.432.000 dan jadwal pelaksanaan selama 60 hari kalender.

Pengerjaan di mulai pada hari Minggu 12 Juli 2026 tanpa ada sosialisasi dan koordinasi dengan warga dan RT 07/05 Bambu Apus.

Meskipun bertujuan untuk memperbaiki sistem pengaliran air guna mencegah banjir dan genangan air di kawasan tersebut, warga justru merasakan dampak yang memberatkan aktivitas sehari-hari.

Beberapa warga mengungkapkan bahwa pelaksanaan proyek kurang memperhatikan kenyamanan dan keamanan lingkungan sekitar.

Minimnya spanduk informasi pengerjaan Proyek Drainase dan minimnya rambu dan pengaman lubang galian Drainase di depan gerbang Gria Jakarta, Bambu Apus.

“Lubang galian depan gerbang Gria Jakarta sejak Rabu 15 Juli 2026 – 16 Juli 2026 tidak segera di tutup atau di selesaikan segera tanpa ada rambu dan pengamannya, malah pengerjaan pindah loncat ke jalan Alam Segar bagian atas. Harus selesai dulu sampai tuntas dari warkop hingga gerbang Gria Jakarta baru pindah ke tempat lain. ” tegas salah satu warga Gria Jakarta yang enggan di sebutkan namanya, Kamis (16/7).

Baca juga :   Wakili Pemkot Sungai Penuh, Kadis PUPR Terima Jalan Rabat Beton dari PT KMH

Selain itu, tumpukan material bangunan dan tanah galian yang tertinggal di pinggir jalan juga mengganggu pemandangan serta berpotensi menimbulkan debu yang mengganggu pernapasan warga, terutama anak-anak dan lansia.

Warga juga mempertanyakan kurangnya sosialisasi sebelum proyek di mulai. Sebagian besar warga baru mengetahui pelaksanaan pekerjaan setelah alat berat dan tenaga kerja sudah mulai turun ke lokasi.

Padahal, mereka berharap ada informasi terkait jadwal, tahapan pekerjaan, serta rute pengalihan arus lalu lintas yang jelas agar bisa mengatur aktivitas dengan lebih baik.

Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait yaitu DSDABMBK atau Pekerjaan Umum Kota Tangerang Selatan yang merespons keluhan warga. Warga berharap pihak kontraktor dan pemerintah daerah dapat segera merespons keluhan ini, memperbaiki tata letak pekerjaan agar lebih tertib, serta memberikan informasi yang transparan mengenai perkembangan proyek agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Proyek drainase ini di harapkan nantinya dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat maksimal bagi penanganan masalah air di kawasan Pamulang, khususnya jalan Alam Segar kelurahan Bambu Apus tanpa mengorbankan kenyamanan warga yang sudah berdomisili di sana selama bertahun-tahun. (Heru Haerudin)

Baca juga:

Baca juga :   Bupati Kerinci Adirozal Tandatangani MOU Pemkab Kerinci Dengan STIE-SAK

Proyek Fiktif Pemeliharaan Sungai Terbongkar: Rp30 M Cuma Modus Pencairan Anggaran

Satgas Drainase PUPR Gerak Cepat Atasi Luapan Banjir di Jalan Depati Parbo

 

 

Berita ini 11 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Daerah

Kapolres Lampung Timur Hadiri kegiatan tradisi pelepasan burung Pada Hari Raya Waisak

Advetorial

Hari Lanjut Usia Nasional Ke 29, Wako Alfin: Lansia adalah Pilar Bangsa, Kita Jaga dengan Cinta dan Aksi Nyata

Jambi

Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Heri Purwanto, S.E.,M.Sc., Menghadiri Lounching Program Makan Bergizi

Advetorial

Bupati Adirozal Terima Penjajakan Perjanjian Kerjasama dengan UNES Padang

Advetorial

Sekda Alpian Pimpin Persiapan Verifikasi Kota Sehat Nasional 2025

Daerah

LSM Perisai Kobra : Usut Tuntas Kasus Dugaan Bantuan Daging Ayam Busuk

Advetorial

Wako Ahmadi Gelar Silaturahmi Bersama Jemaah Calon Haji Kota Sungai Penuh

Kerinci

Jangan Gagal Paham! Soal Putusan Pengadilan Lokasi Tambang Sungai Tuak Kerinci