Home / Bencana / Internasional / Sosial

Kamis, 4 September 2025 - 11:41 WIB

Tragedi di Sudan: Satu Desa Lenyap Akibat Tanah Longsor, 1.000 Orang Diperkirakan Tewas

koransakti - Penulis

Kondisi pasca-tanah longsor yang melenyapkan Desa Tarasin di Pegunungan Marrah, Sudan, dalam foto yang dirilis pada 1 September 2025. Bencana ini diperkirakan menewaskan 1.000 orang. (Sumber: Sudan Liberation Movement)

Kondisi pasca-tanah longsor yang melenyapkan Desa Tarasin di Pegunungan Marrah, Sudan, dalam foto yang dirilis pada 1 September 2025. Bencana ini diperkirakan menewaskan 1.000 orang. (Sumber: Sudan Liberation Movement)

KHARTOUM, SUDAN (KORANSAKTI) – Bencana tanah longsor dahsyat telah melenyapkan sebuah desa di wilayah Darfur barat, Sudan. Kelompok bersenjata yang menguasai area tersebut melaporkan sekitar 1.000 orang diperkirakan tewas dalam insiden ini. Peristiwa ini menjadi salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah Sudan.

Tragedi ini terjadi di Desa Tarasin, Pegunungan Marrah, pada hari Minggu (31/8/2025). Bencana dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut selama berhari-hari pada akhir Agustus.

Satu Desa Rata dengan Tanah

Kelompok Sudan Liberation Movement-Army merilis pernyataan resmi pada Senin malam (1/9/2025). Mereka menggambarkan bagaimana Desa Tarasin “sepenuhnya rata dengan tanah.”

“Informasi awal menunjukkan kematian seluruh penduduk desa, diperkirakan lebih dari 1.000 orang. Hanya satu orang yang selamat,” tulis kelompok tersebut dalam pernyataannya.

Baca juga :   Geger di Ukraina: Politisi Senior Andriy Parubiy Tewas Ditembak di Lviv

Mereka juga merilis foto yang menunjukkan area yang telah rata antara pegunungan. Kelompok ini kini meminta bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan lembaga bantuan internasional untuk membantu mengevakuasi jenazah para korban.

Terisolasi di Tengah Perang Saudara

Tragedi ini menjadi lebih buruk karena terjadi di tengah perang saudara yang menghancurkan Sudan. Perang antara militer Sudan dan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) telah berlangsung sejak April 2023.

Akibat konflik tersebut, sebagian besar wilayah Darfur, termasuk Pegunungan Marrah, menjadi tidak dapat diakses. PBB dan lembaga-lembaga bantuan kemanusiaan sangat kesulitan untuk masuk ke wilayah itu. Kondisi ini sangat menghambat upaya penyelamatan dan pengiriman bantuan.

Baca juga :   Buntut Kasus Kudeta, Putra Jair Bolsonaro Didakwa Atas Tuduhan Koersi di Brasil

Ironisnya, Pegunungan Marrah selama ini justru menjadi tempat perlindungan bagi para pengungsi. Mereka melarikan diri dari pertempuran sengit di kota-kota sekitarnya.

Salah Satu Bencana Paling Mematikan

Tanah longsor di Tarasin tercatat sebagai salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah Sudan. Setiap tahun, ratusan orang meninggal akibat hujan musiman yang berlangsung dari Juli hingga Oktober. Namun, skala korban jiwa dalam insiden tunggal ini jauh melampaui biasanya.

Konflik yang sedang berlangsung telah menewaskan lebih dari 40.000 orang. Bencana ini menambah penderitaan rakyat Sudan yang juga menghadapi ancaman kelaparan dan kejahatan kemanusiaan.

Berita ini 117 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Sosok Asif Aziz: Miliarder Properti yang Mengubah Ikon London Menjadi Ruang Ibadah

Inspiratif

Sosok Asif Aziz: Miliarder Properti yang Mengubah Ikon London Menjadi Ruang Ibadah

Internasional

Antoine Griezmann Berlabuh ke Orlando City, Siap Ramaikan MLS 2026

Internasional

Setelah Bertahun-tahun Tegang, Tiongkok dan India Berjanji Jadi Mitra Bukan Saingan

Internasional

Tingkatkan kerjasama Militer, Panglima TNI Terima CC Panglima Angkatan Bersenjata Jepang

Bencana

Kodim 0417/Kerinci Galang Dana Bantu Korban Gempa Bumi Myanmar
Lamine Yamal di San Mames: Gol Spektakuler yang Kokohkan Barcelona di Puncak La Liga

Internasional

Lamine Yamal di San Mames: Gol Spektakuler yang Kokohkan Barcelona di Puncak La Liga

Ekonomi

Perebutan Rare Earth Dunia Meningkat, Negara Berlomba Kendalikan Pasokan

Hukum

Kantor Imigrasi AS di Dallas Ditembaki, Satu Tahanan Tewas dan Pelaku Bunuh Diri