Home / Hukum / Internasional / Kriminal / Peristiwa

Kamis, 25 September 2025 - 14:40 WIB

Kantor Imigrasi AS di Dallas Ditembaki, Satu Tahanan Tewas dan Pelaku Bunuh Diri

koransakti - Penulis

Amunisi yang belum terpakai yang ditemukan di lokasi penembakan Dallas. Salah satu selongsong memiliki tulisan

Amunisi yang belum terpakai yang ditemukan di lokasi penembakan Dallas. Salah satu selongsong memiliki tulisan "ANTI-ICE", menunjukkan adanya motif ideologis di balik serangan tersebut. (Sumber: Kash Patel/FBI)

koransakti.co.id – Aksi penembakan brutal terjadi di sebuah fasilitas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) di Dallas, Texas, pada Rabu (24/9/2025). Seorang penembak jitu yang beraksi dari atap gedung melepaskan tembakan secara membabi buta. Akibatnya, satu orang tahanan imigrasi tewas dan dua lainnya luka parah.

Pelaku, yang diidentifikasi sebagai Joshua Jahn (29), ditemukan tewas di lokasi setelah melakukan bunuh diri. FBI kini menyelidiki kasus ini sebagai “aksi kekerasan yang ditargetkan” dengan motif ideologis.

Pesan “ANTI-ICE” di Amunisi

Direktur FBI, Kash Patel, mengunggah sebuah foto barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian. Salah satu selongsong amunisi yang belum terpakai memiliki tulisan tangan “ANTI-ICE”.

Baca juga :   Presiden Prabowo Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Sekjen PBB

“Meskipun investigasi masih berlangsung, tinjauan awal terhadap bukti menunjukkan adanya motif ideologis di balik serangan ini,” tulis Patel di media sosial X. “Serangan tercela yang bermotif politik terhadap penegak hukum ini bukanlah insiden yang terjadi sekali saja.”

Menembak dari Atap Gedung Sebelah

Menurut penyelidikan awal, pelaku melepaskan tembakan dari atap sebuah gedung yang bersebelahan dengan fasilitas ICE. Sasarannya adalah gedung dan sebuah mobil van tidak bertanda yang sedang berada di area sallyport (gerbang aman), tempat para korban ditembak.

Pihak berwenang menyatakan bahwa serangan ini bisa memakan lebih banyak korban jiwa, mengingat lokasi dan waktu kejadian yang ramai oleh warga sipil yang berangkat kerja.

Baca juga :   Setelah Bertahun-tahun Tegang, Tiongkok dan India Berjanji Jadi Mitra Bukan Saingan

Gelombang Serangan Terhadap Fasilitas ICE

Insiden ini adalah yang terbaru dari serangkaian serangan terhadap fasilitas ICE dalam beberapa bulan terakhir. Aksi ini terjadi di tengah upaya pemerintahan Presiden Donald Trump untuk meningkatkan deportasi massal.

Presiden Trump, dalam sebuah unggahan, menyebut para petugas ICE sedang menghadapi “peningkatan ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya”. Ia menuding retorika dari “Demokrat Kiri Radikal” yang terus-menerus mendemonisasi penegak hukum menjadi pemicunya.

Sementara itu, para politisi dari Partai Demokrat juga mengutuk keras penembakan ini dan menyerukan agar segala bentuk vilifikasi terhadap kelompok manapun harus dihentikan.

Berita ini 27 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Hukum

Presiden Prabowo Beri Amnesti kepada Sekjen PDI- P, Hasto Kristiyanto 

Daerah

Pangdam Ziarah ke Makam Pangeran Diponegoro di Makasar

Kerinci

LSM PEDAS dan FAKTA Unjuk Rasa Desak Imigrasi Kerinci Usut Dugaan Calo, Pungli hingga Gratifikasi

Jambi

3 Bandar Narkoba Seberat 6,5 Kg  Diciduk Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Kerinci

Hukum

Kisah Pilu Nur Amira: Ditolak Indonesia dan Malaysia, Kini Tak Punya Kewarganegaraan dan Terancam Dideportasi

Daerah

KPK Ringkus Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam OTT, Diduga Peras Perangkat Daerah

Daerah

Jejak Harimau Sumatra Teror Warga Inhil, Polisi Imbau Masyarakat Tidak Keluar Rumah Sendirian

Advetorial

Sukses Tangani Stunting, Kota Sungai Penuh Terendah Tingkat Provinsi Jambi & Peringkat 2 Nasional