Home / Budaya / Kerinci

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:06 WIB

KERINCI NEGERI SERIBU BUDAYA

koransakti - Penulis

KERINCI NEGERI SERIBU BUDAYA

Koransakti.co.id- Kerinci tidak hanya soal pemandangan. Ada Gunung Kerinci yang menjulang di ketinggian 3.805 mdpl, ada Danau Kerinci yang tenang, dan ada hamparan kebun teh Kayu Aro yang mendunia.

Namun di balik keindahan alam itu, Kerinci menyimpan kekayaan yang lebih besar: kebudayaan.

Suku Kerinci, penghuni asli lembah ini, telah melahirkan peradaban yang aturannya menyentuh hampir semua sisi hidup. Ada seni, ada adat, dan ada cerita yang di jaga selama ratusan tahun.

*Budaya Ada di Setiap Sisi Kehidupan*

Perjalanan menyapa Suku Kerinci tidak akan lengkap jika hanya berhenti di spot wisata.

Di Kerinci banyak di temukan menhir peninggalan megalitikum.

Bukan itu saja dari tradisi kenduri sko misalnya setiap desa di kerinci ada Kenduri sko.

Baca juga :   LAM-SAK Dorong Pelestarian Adat Lamo Pasko Usang, Safwandi Hadiri Pengajian Adat Mukai Tinggi

Hingga saat ini masih hidup tradisi Kenduri Sko dan sistem Depati.

Di setiap pernikahan, Baju Koto Gadang dan Songket Kerinci di kenakan dengan penuh makna. Di setiap hajatan, alunan Tari tradisi mengiringi rasa syukur.

“Di Kerinci, hidup itu sudah ada pakemnya. Mau bertani ada doanya. Mau membangun rumah ada pantang larangnya. Mau menikah ada adatnya. Itu semua warisan leluhur yang harus kita jaga,” kata Ibrahim Pamong Budaya.

Melihat besarnya potensi budaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Kerinci bergerak serius melakukan pelestarian.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci Jamal Penta mengatakan tahun 2026 ada banyak hal yang sudah di lakukan.

Pendataan Kebudayaan yang di kemas dalam Pokok Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD)

Baca juga :   Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Monadi Hadiri Rakor Lintas Sektoral Polda Jambi

“Tim Ahli Warisan Budaya. Target sudah bekerja maksimal, hingga di tetapkan melalui SK Bupati” jelas Kadis.

Harapan anak muda, Pelestarian Kebudayaan Kerinci tetap terus di lakukan.

“Dulu anak muda malu pakai baju adat. Sekarang setelah ada penetapan dan sering di pentaskan, mereka justru bangga. Ini identitas kita,” katanya.

Dengan kekayaan alam dan budaya yang saling menguatkan, Kerinci memang pantas di sebut *”Negeri Seribu Budaya”*.

Pemkab berharap, di tahun 2026, Kerinci tidak hanya di kenal karena gunung tertingginya, tapi juga karena kuatnya masyarakatnya menjaga warisan.

“Datanglah ke Kerinci. Jangan hanya lihat gunungnya. Duduklah, dengar ceritanya. Di sanalah Anda akan menemukan jiwa Kerinci yang sebenarnya,” tutupnya. (*)

Berita ini 23 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kerinci

Trail Adventure JELASAK Meriahkan Satu Abad Kebun Teh Kayu Aro dan HUT TNI ke-80

Kerinci

Kodim 0417/Kerinci Gelar Upacara dan Syukuran HUT TNI Ke 79.

Advetorial

Bupati Adirozal Shalat Ied 1443 Hijriyah Bersama Ribuan Masyarakat

Advetorial

Bupati Kerinci Adirozal Tandatangani MOU Pemkab Kerinci Dengan STIE-SAK

Advetorial

Cafe & Resto Classic 88 Siap Memanjakan Pengunjung dengan Interior dan Suasana Alam yang Menawan

Kerinci

Dinkes Kerinci Beri Penghargaan Pegawai Teladan Semester I, Harmendizal: Terus Tingkatkan Pelayanan Terbaik

Advetorial

35 Tahun Perumda Tirta Sakti Kerinci

Advetorial

Sekda Zainal Efendi Lantik Dewan Hakim dan Panitera MTQ Ke-51 Kabupaten Kerinci