Home / Hukum / Internasional / Kriminal / Politik

Selasa, 23 September 2025 - 13:07 WIB

Buntut Kasus Kudeta, Putra Jair Bolsonaro Didakwa Atas Tuduhan Koersi di Brasil

koransakti - Penulis

Eduardo Bolsonaro, putra mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, yang kini didakwa atas tuduhan koersi. Ia saat ini tinggal di Amerika Serikat. (Sumber: Getty Images)

Eduardo Bolsonaro, putra mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, yang kini didakwa atas tuduhan koersi. Ia saat ini tinggal di Amerika Serikat. (Sumber: Getty Images)

koransakti.co.id – Drama politik di Brasil terus berlanjut. Jaksa Agung Brasil secara resmi mendakwa Eduardo Bolsonaro, putra dari mantan Presiden Jair Bolsonaro, atas tuduhan koersi atau pemaksaan kehendak. Dakwaan ini menambah panjang daftar masalah hukum yang menjerat keluarga Bolsonaro.

Kantor Kejaksaan Agung menuduh Eduardo, yang juga seorang anggota kongres, telah berulang kali menempatkan kepentingan pribadi dan keluarganya di atas kepentingan negara. Tindakannya disebut telah membuat Brasil berada di bawah ancaman sanksi dari pemerintah asing.

Tudingan “Persekusi Politik”

Eduardo Bolsonaro, yang saat ini tinggal di Amerika Serikat, dengan keras menolak tuduhan tersebut. Melalui akun media sosialnya, ia menyebut dakwaan itu “palsu” dan “absurd”.

“Ini adalah persekusi politik yang sedang berlangsung,” tulisnya. Ia mengklaim baru mengetahui tentang dakwaan ini dari media massa.

Baca juga :   Pidato Prabowo di PBB Tuai Pujian, Penulis Pidato SBY: Bangga dan Terharu

Langkah hukum ini diambil hanya beberapa minggu setelah ayahnya, Jair Bolsonaro, divonis 27 tahun penjara. Mantan presiden itu terbukti bersalah dalam kasus perencanaan kudeta untuk mempertahankan kekuasaan setelah kalah dalam pemilu.

Lobi ke AS dan Tekanan Internasional

Sejak ayahnya terjerat kasus hukum, Eduardo Bolsonaro aktif melobi dukungan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Pihak Trump sebelumnya menyamakan kasus yang menimpa Jair Bolsonaro sebagai “perburuan penyihir” (witch hunt).

Pemerintah AS bahkan telah mengambil langkah nyata dengan menjatuhkan tarif 50% terhadap Brasil pada bulan Juli. Baru-baru ini, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga mengumumkan sanksi terhadap istri Hakim Agung Brasil yang memimpin persidangan Jair Bolsonaro.

Baca juga :   Tersangka Korupsi KUR Bertambah: HKA, Account Officer Ditahan Kejaksaan

Protes Meluas di Brasil

Sementara itu, di dalam negeri, puluhan ribu warga Brasil turun ke jalan pada hari Minggu. Mereka memprotes sebuah rancangan undang-undang yang berpotensi memberikan amnesti atau pengampunan bagi Jair Bolsonaro.

Presiden Brasil saat ini, Luiz InĂ¡cio Lula da Silva, menyatakan dukungannya terhadap aksi protes tersebut. “Demonstrasi hari ini menunjukkan bahwa rakyat tidak menginginkan impunitas atau amnesti,” tulis Presiden Lula, seraya berjanji akan memveto RUU tersebut jika diloloskan oleh senat.

Baca juga: Hakim AS Perintahkan Deportasi Aktivis Pro-Palestina Mahmoud Khalil – Koran Sakti

Berita ini 39 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Internasional

Pengakuan Negara Palestina Disambut Gembira, Namun Disertai Ketakutan Aneksasi Israel

Internasional

Data Baru WHO: Lebih dari 1 Miliar Orang di Dunia Hidup dengan Gangguan Mental

Internasional

Putin Tolak Rencana Pasukan Penjamin Keamanan di Ukraina, Ancam Jadi Target Sah

Internasional

Pidato Presiden Prabowo di Sidang Majelis Umum ke-80 PBB

Kriminal

Polisi Amankan Pria Pemilik Ladang Ganja

Bandung

Cemburu Buta, Pria di Subang Sayat Leher Mantan Istri Lalu Kabur ke Indramayu

Hukum

KPK Tegaskan Status Tahanan Rumah Eks Menag Yaqut Bersifat Sementara

Hukum

Akankah di HUT Kejaksaan RI ke 80, Silfester Matutina Akan Dieksekusi?