Home / Hukum / Nasional / Peristiwa

Selasa, 7 Oktober 2025 - 12:44 WIB

Dua Mahasiswa Undip Divonis 2 Bulan Penjara, Terbukti Sekap Polisi saat Demo May Day

koransakti - Penulis

Rezki Setia Budi dan Muhammad Rafli Susanto, dua mahasiswa Undip terdakwa kasus demo May Day, saat mengikuti persidangan di PN Semarang. (Sumber: KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf)

Rezki Setia Budi dan Muhammad Rafli Susanto, dua mahasiswa Undip terdakwa kasus demo May Day, saat mengikuti persidangan di PN Semarang. (Sumber: KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf)

koransakti.co.id – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Semarang menjatuhkan vonis 2 bulan dan 3 hari penjara kepada dua mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), Rezki Setia Budi dan Muhammad Rafli Susanto. Keduanya terbukti secara sah melakukan tindak pidana merampas kemerdekaan seseorang saat aksi demonstrasi May Day di Semarang.

Vonis ini dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Rudy Ruswoyo, dalam sidang putusan yang digelar pada Selasa (7/10/2025).

Vonis Lebih Ringan dari Tuntutan

Putusan hakim ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum sebelumnya. Majelis hakim mempertimbangkan beberapa hal yang meringankan hukuman kedua terdakwa.

“Hal yang meringankan antara lain mengakui perbuatannya, sudah meminta maaf ke korban dan dimaafkan, serta status mereka yang masih mahasiswa,” ujar hakim Rudy saat membacakan pertimbangan.

Keduanya juga dinilai kooperatif selama proses persidangan dan belum pernah memiliki catatan kriminal. Hakim menilai tindakan mereka tidak didasari niat jahat, melainkan karena situasi demonstrasi yang chaos.

Kronologi Penyekapan Anggota Intel

Peristiwa ini terjadi saat aksi demonstrasi May Day di Semarang beberapa waktu lalu. Korban, Brigadir Eka, seorang anggota intel Polda Jawa Tengah yang menyamar dengan pakaian preman, berada di tengah kerumunan massa.

Ketika identitasnya sebagai polisi diteriakkan oleh beberapa mahasiswa, massa mulai mengerumuninya. Dalam kesaksiannya, Brigadir Eka mengaku sempat dipukul.

Melihat situasi yang memanas, Rezki dan Rafli kemudian berinisiatif membawa Brigadir Eka menjauh dari kerumunan untuk diamankan. Korban kemudian dibawa menggunakan mobil menuju Auditorium Undip dan berada di sana hingga malam hari sebelum akhirnya dilepaskan.

Atas perbuatannya, jaksa menjerat keduanya dengan Pasal 333 ayat (1) KUHP tentang perampasan kemerdekaan seseorang.

Berita ini 82 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Persib Siap Tempur di Bali: Dedi Kusnandar Tegaskan Fokus Hadapi Persija di Semifinal Piala Presiden 2026

Bandung

Persib Siap Tempur di Bali: Dedi Kusnandar Tegaskan Fokus Hadapi Persija di Semifinal Piala Presiden 2026

Daerah

Dua Oknum Polisi di Jambi Ditangkap, Diduga Terlibat Pencurian Minyak Pertamina

Nasional

MotoGP Mandalika 2025 Pecahkan Rekor Penonton, Tembus 140 Ribu Orang!
Panduan Lengkap Rekrutmen Polri 2026: Kesempatan Emas Menjadi Bhayangkara Negara

Nasional

Panduan Lengkap Rekrutmen Polri 2026: Kesempatan Emas Menjadi Bhayangkara Negara

Hukum

Empat Personel Dipecat, Kapolda Jambi Tegaskan Nol Toleransi Pelanggaran Kode Etik

Ekonomi

Prabowo Sebut MBG Ciptakan 1,5 Juta Lapangan Kerja Baru pada Januari 2026

Internasional

Panglima TNI dan Menhan RI Perkuat Kerja Sama Pertahanan Dengan Vietnam

Pemerintahan

Nenek Wakiyah (90) Jalani Hidup Memprihatinkan, Ketua TP. PKK Sungai Penuh Turun Langsung Salurkan Bantuan