koransakti.co.id- Dunia penerbangan tanah air kembali berduka setelah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengonfirmasi kecelakaan tragis helikopter Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa pilot, engineer, serta enam penumpang lainnya telah meninggal dunia di lokasi kejadian. Secara khusus, helikopter yang di operasikan oleh PT Matthew Air Nusantara tersebut jatuh di kawasan hutan lebat saat sedang menempuh rute penerbangan internal perusahaan pada Kamis (16/4/2026).
Meskipun demikian, tim SAR gabungan baru berhasil mencapai titik koordinat jatuhnya pesawat pada Jumat pagi akibat medan yang terjal dan cuaca yang tidak menentu.
Hal ini menarik karena helikopter tersebut sempat mengirimkan sinyal darurat (distress signal) sebelum akhirnya hilang kontak sepenuhnya dari pantauan radar AirNav Indonesia. Oleh sebab itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara kini bekerja sama dengan TNI AU dan Basarnas untuk melakukan proses evakuasi seluruh jenazah korban menuju fasilitas medis terdekat.
Selain itu, keterlibatan satu warga negara asing (WNA) asal Malaysia dalam daftar manifestasi penumpang menambah dimensi internasional pada penanganan kasus ini.
Kemenhub menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga yang di tinggalkan atas musibah udara ini. Dengan demikian, otoritas penerbangan mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi yang belum terverifikasi terkait penyebab jatuhnya pesawat sebelum hasil investigasi KNKT di rilis.
Sebagai informasi, proses evakuasi di lanjutkan pada Jumat pagi ini mengingat kondisi lapangan yang sangat gelap dan ekstrem pada malam sebelumnya. Tragedi di langit Kalimantan Barat ini menjadi pengingat penting bagi seluruh penyedia jasa penerbangan untuk terus memperketat standar keamanan dan keselamatan operasional di medan-medan sulit.
Kronologi Kejadian Helikopter PK-CFX
Berikutnya, mari kita telusuri urutan waktu peristiwa jatuhnya helikopter tersebut berdasarkan data Kemenhub:
Pukul 07.37 WIB: Pesawat lepas landas dari Helipad PT Cipta Mahkota (CMA) menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1 (GAN1).
Pukul 08.39 WIB: Sistem keamanan pesawat mendeteksi adanya gangguan dan secara otomatis mengirimkan sinyal darurat di wilayah hutan Sekadau.
Pukul 09.15 WIB: AirNav Indonesia menyatakan pesawat mengalami hilang kontak (lost contact).
Pukul 10.43 WIB: Notifikasi darurat (DETRESFA) resmi di terbitkan sebagai tanda di mulainya operasi pencarian dan penyelamatan skala besar.
Daftar Awak dan Penumpang yang Gugur
Selanjutnya, berikut adalah daftar delapan korban yang di nyatakan meninggal dunia dalam insiden tersebut:
Pilot: Capt. Marindra Wibowo
Engineer: Harun Arasyid
Penumpang:
Mr. Patrick K. (WNA Malaysia)
Mr. Victor T.
Mr. Charles L.
Mr. Joko C.
Mr. Fauzie O.
Mr. Sugito
Duka Mendalam bagi Transportasi Udara
Musibah jatuhnya helikopter PK-CFX di Sekadau menjadi duka mendalam bagi industri transportasi udara Indonesia di tahun 2026. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan perusahaan terkait sangat di perlukan untuk menuntaskan proses evakuasi serta mengungkap penyebab pasti kecelakaan ini.
Mari kita panjatkan doa terbaik agar seluruh korban mendapatkan tempat terbaik dan keluarga yang di tinggalkan di berikan ketabahan.***
Baca juga:TNI Temukan Lokasi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung



Kronologi Kejadian Helikopter PK-CFX











