Home / Internasional / Olahraga

Jumat, 6 Maret 2026 - 08:21 WIB

Bernardo Silva Ungkap Penyebab Man City Sering Tergelincir

koransakti - Penulis

Bernardo Silva

Bernardo Silva

koransakti.co.id- Hasil imbang 2-2 saat menjamu Nottingham Forest di Etihad Stadium menjadi pukulan telak bagi ambisi juara Manchester City musim 2025/2026. Oleh karena itu, jarak tujuh poin dari Arsenal di puncak klasemen Premier League kini menjadi alarm peringatan bagi pasukan Pep Guardiola.

Secara khusus, kapten tim Bernardo Silva memberikan pernyataan jujur mengenai kondisi skuatnya yang tampak kesulitan mempertahankan keunggulan di momen-momen krusial. Meskipun demikian, City masih memiliki tabungan satu pertandingan yang bisa menjadi nafas tambahan dalam persaingan ketat menuju tangga juara.

Hal ini menarik karena Bernardo Silva secara terbuka mengakui adanya faktor “kurang jam terbang” atau imaturitas taktik dalam skuat The Citizens saat ini. Oleh sebab itu, dominasi penguasaan bola yang mencapai 70% seolah menjadi sia-sia ketika para pemain muda City gagal memutuskan kapan harus terus menekan atau bermain aman untuk mengunci kemenangan.

Baca juga: Musim Debut Moto3 2026: Veda Ega Pratama Pamer Helm “Mantis” Garapan Desainer Marc Marquez

Selain itu, skuat asuhan Guardiola ini sedang menjalani transisi besar di mana banyak pilar muda yang belum terbiasa dengan beban ekspektasi tinggi di akhir musim.

Sebagai tambahan, rincian mengenai analisis pertandingan dan petikan wawancara Bernardo Silva telah kami rangkum untuk memberikan perspektif mendalam bagi Anda pecinta sepak bola Inggris.

Oleh karena itu, hasil mengecewakan melawan tim asuhan Vitor Pereira ini harus menjadi pelajaran berharga jika City ingin tetap kompetitif di empat kompetisi sekaligus. Dengan demikian, kedewasaan mental dalam mengelola situasi pertandingan menjadi fokus utama yang harus segera dibenahi oleh tim pelatih.

Sebagai informasi, gol dari Morgan Gibbs-White dan Elliot Anderson membuktikan bahwa celah kecil di pertahanan City bisa berakibat fatal jika tidak di antisipasi dengan ketenangan.

Akhirnya, tantangan bagi City di sisa musim ini bukan hanya soal taktik di atas kertas, melainkan bagaimana menumbuhkan mentalitas juara pada generasi baru mereka secepat mungkin.

Baca juga :   Jelang Bursa Musim Panas, Michael Kayode Masuk Radar Manchester City 

Analisis Bernardo Silva: Belajar di Bawah Tekanan Tinggi

Berikutnya, mari kita ulas poin-poin krusial yang di sampaikan oleh Bernardo Silva pasca laga dramatis di Etihad tersebut:

Dalam wawancaranya dengan media lokal, Bernardo menekankan bahwa skuat City saat ini di huni oleh banyak talenta muda yang sedang melakukan “magang” di tengah kompetisi yang paling intens di dunia. “Sangat mengecewakan kehilangan dua poin di kandang sendiri. Kami memiliki tim muda dan butuh waktu untuk mengalami serta mempelajari situasi seperti ini,” ujar pemain asal Portugal tersebut.

Ia berharap bahwa pengalaman pahit ini bisa menjadi modal penting di masa depan. Menurutnya, memenangkan gelar tahun ini sangat krusial bukan hanya untuk menambah koleksi trofi, tetapi untuk menghilangkan tekanan psikologis bagi para pemain muda di musim-musim mendatang. Bernardo percaya bahwa skuat kolektif City harus belajar mengelola momen-momen “berbahaya” saat lawan mulai memberikan perlawanan balik yang tak terduga.


Masalah Taktik: Antara Dominasi dan Keraguan

Selanjutnya, statistik menunjukkan ada ketidakselarasan antara dominasi permainan dengan hasil akhir yang di dapat City:

Sepanjang pertandingan melawan Forest, City rutin melakukan sirkulasi bola namun seringkali terlihat ragu untuk melakukan serangan mematikan (killer pass). Hal ini memberikan kesempatan bagi Nottingham Forest untuk bertahan dengan blok rendah yang sangat rapat. Kedewasaan dalam mengambil keputusan—kapan harus menyerang secara sporadis dan kapan harus memperlambat tempo tampak belum sepenuhnya di miliki oleh lini tengah City yang baru.

Beberapa catatan teknis dari laga tersebut:

  • Penguasaan Bola: 70% bagi City, namun minim ancaman di sepertiga akhir pada 15 menit terakhir.

  • Efektivitas Pressing: City berhasil menekan Forest hingga melakukan kesalahan, namun gagal mengonversinya menjadi gol tambahan karena bermain terlalu “aman”.

  • Pertahanan: Kecolongan melalui dua skema serangan balik cepat yang memanfaatkan kelengahan koordinasi bek muda.


Harapan di Sisa Musim 2026

Berikutnya, meskipun tengah dalam masa sulit, Manchester City tetap menjadi ancaman serius bagi para pesaingnya. Dengan kembalinya fokus dan arahan dari Pep Guardiola, proses pendewasaan skuat ini di prediksi akan berjalan lebih cepat.

Bernardo Silva mengingatkan rekan-rekannya bahwa tidak ada waktu untuk meratapi hasil buruk karena jadwal padat di Liga Champions dan kompetisi domestik lainnya sudah menanti.

Oleh karena itu, laga-laga ke depan akan menjadi ajang pembuktian apakah para pemain muda City mampu menyerap pelajaran dari laga melawan Forest.

Baca juga :   Timnas Futsal Indonesia Tekuk Australia 3-2 dan Segel Juara Grup B Piala AFF 2026

Dengan demikian, perburuan gelar juara Premier League musim ini di pastikan akan tetap panas hingga pekan terakhir.

Baca juga : Tottenham Hotspur Bersaing dengan MU Kejar Marcos Senesi

Gareth Southgate Buka Suara soal Rumor ke Manchester United

Berita ini 12 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Olahraga

Veda Ega Pratama Bikin Bangga Indonesia, Aoyama Sebut Penampilannya Fantastis di Moto3 Brasil 2026

Internasional

Update COVID-19 Global: Kasus Turun, tapi Angka Rawat Inap dan Varian XFG Meningkat
Caroline Weir Cetak Dua Gol, Real Madrid Femenino Pesta Gol 4-1 di Kandang Athletic Club

Olahraga

Caroline Weir Cetak Dua Gol, Real Madrid Femenino Pesta Gol 4-1 di Kandang Athletic Club
6 Bintang Timnas Indonesia Bakal Absen di FIFA Series 2026

Olahraga

6 Bintang Timnas Indonesia Bakal Absen di FIFA Series 2026

Hukum

Lawan Teori Konspirasi, Presiden Prancis dan Istri Akan Serahkan Bukti Ilmiah ke Pengadilan AS
Peran Thom Haye hingga Berguinho: Siapa Otak Serangan Paling Pas untuk Persib?

Bandung

Peran Thom Haye hingga Berguinho: Siapa Otak Serangan Paling Pas untuk Persib?

Bisnis

Streamer Malaysia Pecahkan Rekor, Jual Kartu MTG x Marvel Seharga Rp 417 Juta

Nasional

Ranking FIFA Timnas Indonesia Usai Kalah 0-1 dari Bulgaria, Posisi Garuda Tetap 121 Dunia