koransakti.co.id, Nganjuk- Presiden Prabowo Subianto merealisasikan janjinya kepada kaum buruh. Pada Sabtu (16/5/2026), Kepala Negara secara resmi membuka Museum Marsinah serta meluncurkan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru dalam menghormati hak-hak pekerja di Indonesia.
Penghormatan Tertinggi untuk Sang Pejuang Buruh
Sebelumnya, Presiden Prabowo telah mengumumkan rencana ini saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Jumat (1/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk mengabadikan perjuangan Marsinah yang kini telah menyandang gelar pahlawan nasional.
Oleh karena itu, pembangunan museum di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Nganjuk ini berfungsi sebagai simbol abadi bagi pergerakan buruh tanah air.
Marsinah, yang lahir dari keluarga petani sederhana di Nganjuk, gugur pada Mei 1993 setelah memimpin demonstrasi menuntut kenaikan upah di Sidoarjo. Guna menghargai pengorbanan besar tersebut, pemerintah sebelumnya telah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah pada 10 November 2025.
Ekspedisi Ekonomi Rakyat Lewat Ribuan Koperasi Desa
Selain meresmikan museum, Presiden Prabowo juga meluncurkan program penguatan ekonomi berbasis kerakyatan. Pemerintah meresmikan sebanyak 1.061 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang tersebar di berbagai wilayah.
Terkait hal ini, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menjelaskan bahwa peluncuran ribuan koperasi ini merupakan tahap awal dari megaproyek ekonomi desa. Bahkan, pihak pengelola menargetkan pembangunan hingga 30 ribu unit Koperasi Merah Putih yang siap beroperasi pada akhir Juli mendatang.
“Kami merencanakan semua koperasi ini sudah aktif berjalan sebelum akhir Juli. Saat ini kami sedang bergerak cepat untuk merekrut para manajer andal yang akan mengawaki setiap unit koperasi di lapangan,” ujar Joao dalam wawancara eksklusif.
Fokus Pemerataan Ekonomi di Pulau Jawa
Di sisi lain, agenda kerja Presiden Prabowo di Jawa Timur ini berjalan selaras dengan fokus pemerintah dalam pembenahan infrastruktur sosial.
Sebelum bertolak ke Nganjuk, Presiden juga sempat meninjau langsung Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) yang berada di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Melalui serangkaian agenda ini, pemerintah ingin menunjukkan bahwa peningkatan kesejahteraan buruh dan penguatan ekonomi desa menjadi pilar utama dalam arah kebijakan domestik saat ini. (red)
Baca juga:
















