Home / Artikel

Rabu, 15 April 2026 - 04:48 WIB

Nilai Perdagangan Indonesia-Rusia 2025: US$ 5 Miliar

koransakti - Penulis

Koransakti.co.id- Ada yang menarik dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin 13 April 2026.

Presiden Putin menyatakan, “Pada awal tahun ini kami menyaksikan sedikit pelambatan dalam perdagangan bilateral.” Yang ingin kita garis bawahi adalah betapa cermatnya Presiden Rusia Vladimir Putin sampai hafal hal detail dan teknis terkait dengan kepentingan nasional negaranya. Kalau isu perdagangan saja hafal dan dikuasai, apalagi isu strategis lainnya.

Nilai perdagangan Indonesia–Rusia tahun 2025: US$ 5 miliar. Indonesia mengekspor antara lain minyak kelapa sawit, makanan olahan, dan karet. Sedangkan Rusia mengekspor ke Indonesia berupa produk besi baja, gandum, dan pupuk.

Baca juga :   Trump Ancam Kirim Rudal Jarak Jauh Tomahawk ke Ukraina, Moskow Bisa Jadi Target

Dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia telah menghasilkan kemitraan strategis: penguatan ekonomi, energi, investasi, dan pertanian.

Potensi peningkatan kerja sama dengan Rusia sangat besar, terutama sektor yang sangat kita butuhkan:

Pertama, sektor farmasi/bahan baku obat: Rusia sangat handal dalam industri farmasi dan bahan baku obat. Saat ini Rusia memiliki 500 perusahaan farmasi yang memproduksi obat dengan sistem terintegrasi secara vertikal. Vietnam, negara ASEAN yang telah menikmati transfer teknologi farmasi Rusia.

Kedua, sektor pangan: Tahun 2025 produksi gandum Rusia 91 juta ton; sekitar 49 juta ton diekspor ke berbagai negara, termasuk Indonesia 158.400 ton. Rusia bisa menjadi alternatif impor gandum Indonesia yang potensial.

Baca juga :   Presiden Prabowo Lantik Dewan Komisioner LPS 2025–2030, Anggito Abimanyu Jadi Ketua

Ketiga, sektor energi: Rusia bukan hanya eksportir minyak mentah, tetapi juga pemimpin global industri energi berbasis nuklir. Rusia menguasai 90% ekspor konstruksi PLTN pada tahun 2025. Ke depan, Indonesia juga perlu menjalin kemitraan strategis terkait pembangunan PLTN. Sumber daya manusia di Indonesia cukup tersedia.

InsyaAllah.

Penulis : Prof. Dr. RIZAL DJALIL MAKMUR

(Prof RDM), Politisi Senior, Eks Ketua BPK RI & Analis Politik Anggaran, Pangan dan Health Economic

Baca juga: Di Tokyo, Presiden Prabowo Saksikan Kesepakatan Bisnis Raksasa Rp384,2 T, Indonesia Jadi Magnet Investasi Kawasan

 

 

Berita ini 34 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

Mengapa Aroma Hujan di Tanah Kering Begitu Khas dan Menenangkan? Ini Jawabannya
Sahur Pertama Pas Libur Imlek? Cobain 3 Resep "Chinese Food" Halal & Praktis Ini. Cuma 10 Menit, Perut Nyaman & Gak Bikin Haus Seharian!

Artikel

Sahur Pertama Pas Libur Imlek? Cobain 3 Resep “Chinese Food” Halal & Praktis Ini. Cuma 10 Menit, Perut Nyaman & Gak Bikin Haus Seharian!
Siap-Siap Panen Cuan! 5 Ide Bisnis Dadakan Jelang Imlek 2026 (Tahun Kuda) yang Laris Manis

Artikel

Siap-Siap Panen Cuan! 5 Ide Bisnis Dadakan Jelang Imlek 2026 (Tahun Kuda) yang Laris Manis

Artikel

IBADAH HAJI TEMPO DULU ANTARA HIDUP DAN MATI SERTA KEBENCIAN KAUM PENJAJAH

Artikel

PRESIDIUM TASELA DAN TONJONG CANYON 

Artikel

KAS NEGARA JEBOL KARENA PERANG DAN KORUPSI AKHIRNYA NANAM PAKSA 

Artikel

KASUS PIK2 FAIT A COMPLY PRESIDEN PRABOWO 

Artikel

Air Zamzam: Episentrum Spiritualitas dan Ekonomi Wisata Global