Home / Artikel

Minggu, 22 Februari 2026 - 09:38 WIB

Kebijakan Tertutup Menutup Ruang Partisipasi Publik Dalam Program MBG

Dedi Asikin - Penulis

Program Makan Bergizi Gratis yang diluncurkan pemerintah bagi siswa sekolah

Program Makan Bergizi Gratis yang diluncurkan pemerintah bagi siswa sekolah

Koransakti.co.id- Makan Bergizi Gratis yang pernah saya pelesetkan menjadi Makan Beracun Gratis masih terus di pertahankan pemerintah

Usul sekedar moratorium (untuk masuk ruang evaluasi) saja tidak di dengar. Ibarat angin lalu, masuk telinga kanan keluarga telinga kiri. Bagai gayung tak bersambut, seperti pantun tak berbalas.

Padahal korban sudah teramat banyak. Media asing bahkan menyebut beberapa daerah makanan beracun itu telah menelan korban antara 12 sampai 14 ribu orang. Tak hanya murid sekolah tetapi ada pula guru, ibu hamil dan orang tua yang mencoba mencicipi makanan gretong itu.

Sejumlah media asing menyebut musibah itu terjadi di Cianjur, Sukoharjo, Gorontalo, Banjar Kalsel, Agam (Sumbar), Bandung Barat, Bengkulu, Sumedang dan masih banyak daerah lainnya.

Ketua Dewan Pembina Asosiasi Wartawan Internasional (Aswin) Aceng Syamsul Hadie menyesalkan sikap pemerintah yang terkesan keras kepala. Seruan bahkan sudah berindikasi kekecewaan dan kemarahan publik tak menjadi pertimbangan, bahkan sekedar moratorium untuk masuk ruang evaluasi saja bagai gayung tak bersambut, seperti pantun tak berbalas.

‏Aceng menyebut sulit membantah bahwa kebijakan MBG itu bermuatan politik. Isu itu keluar di panas teriknya kampanye pemilihan Pemimpin nasional (pilpres) 2024 dan sempat di percaya publik pemilik kedaulatan. Tapi terbukti niat baik untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa ini gagal dalam tahap implementasi

14 ribu korban itu bukan resiko kecil. Ada saatnya kepercayaan atas kualitas kepemimpinan melorot. Bahkan bukan mustahil publik menarik kembali mandat yang telah di berikan, setidaknya dalam pemilu mendatang. Sikap tertutup dan meniadakan ruang partisipasi publik akan membangun kerentanan kualitas pemerintah

Baca juga :   Prabowo Tanggapi Kasus Keracunan MBG: Ini Masalah Besar, Akan Kita Selesaikan

Media asing juga menyoroti bahwa program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan membangun kualitas mental dan fisik menjadi salah kaprah. Apalagi terjadi Korupsi yang di dasari kepentingan orang maupun koorporasi. Indikasi itu mulai tampak setidaknya di lihat dari aspek distribusi anggaran kata Aceng.

Baca juga :   Prabowo Sebut MBG Ciptakan 1,5 Juta Lapangan Kerja Baru pada Januari 2026

MBG itu sesungguhnya Makan Bergizi Gratis bukan Makan Beracun Gratis **

Baca juga: Panen Tanam Padi, Monadi : Ketahanan Pangan Adalah Prioritas Yang Utama

Mengapa Etanol dalam BBM Bisa Berdampak Buruk pada Mesin Kendaraan?

HPN 2026, Ketua WIM Hariza Emiyati : Perkuat Peran Pers Sebagai Pilar Demokrasi

 

Berita ini 53 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

Puasa Era Digital
Penjelasan Dokter Zaidul Akbar Mengenai Peran Puasa dalam Menghambat Sel Kanker

Artikel

Penjelasan Dokter Zaidul Akbar Mengenai Peran Puasa dalam Menghambat Sel Kanker

Artikel

MEMPERINGATI HARI LAHIR TRITURA MEWARISKAN MARUAH KEJUANGAN 

Artikel

Kontroversi Piala Dunia : Mesir dirugikan wasit dan Keberuntungan Argentina
Sering Salah Kaprah! Langit Berwarna Biru Bukan Karena Pantulan Air Laut, Tapi Karena Fenomena Fisika "Hamburan Rayleigh". Ini Penjelasannya!

Artikel

Sering Salah Kaprah! Langit Berwarna Biru Bukan Karena Pantulan Air Laut, Tapi Karena Fenomena Fisika “Hamburan Rayleigh”. Ini Penjelasannya!

Artikel

IBADAH HAJI TEMPO DULU ANTARA HIDUP DAN MATI SERTA KEBENCIAN KAUM PENJAJAH

Artikel

Idul Fitri : Kembali ke Fitrah ditengah Gejolak Rupiah
Kenapa Kapur Barus di Lemari Bisa Hilang Sendiri Tanpa Bekas? Kenalan dengan Naftalena (C10H8) dan Misteri Sublimasi!

Artikel

Kenapa Kapur Barus di Lemari Bisa Hilang Sendiri Tanpa Bekas? Kenalan dengan Naftalena (C10H8) dan Misteri Sublimasi!