Koransakti.co.id- Makan Bergizi Gratis yang pernah saya pelesetkan menjadi Makan Beracun Gratis masih terus di pertahankan pemerintah
Usul sekedar moratorium (untuk masuk ruang evaluasi) saja tidak di dengar. Ibarat angin lalu, masuk telinga kanan keluarga telinga kiri. Bagai gayung tak bersambut, seperti pantun tak berbalas.
Padahal korban sudah teramat banyak. Media asing bahkan menyebut beberapa daerah makanan beracun itu telah menelan korban antara 12 sampai 14 ribu orang. Tak hanya murid sekolah tetapi ada pula guru, ibu hamil dan orang tua yang mencoba mencicipi makanan gretong itu.
Sejumlah media asing menyebut musibah itu terjadi di Cianjur, Sukoharjo, Gorontalo, Banjar Kalsel, Agam (Sumbar), Bandung Barat, Bengkulu, Sumedang dan masih banyak daerah lainnya.
Ketua Dewan Pembina Asosiasi Wartawan Internasional (Aswin) Aceng Syamsul Hadie menyesalkan sikap pemerintah yang terkesan keras kepala. Seruan bahkan sudah berindikasi kekecewaan dan kemarahan publik tak menjadi pertimbangan, bahkan sekedar moratorium untuk masuk ruang evaluasi saja bagai gayung tak bersambut, seperti pantun tak berbalas.
Aceng menyebut sulit membantah bahwa kebijakan MBG itu bermuatan politik. Isu itu keluar di panas teriknya kampanye pemilihan Pemimpin nasional (pilpres) 2024 dan sempat di percaya publik pemilik kedaulatan. Tapi terbukti niat baik untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa ini gagal dalam tahap implementasi
14 ribu korban itu bukan resiko kecil. Ada saatnya kepercayaan atas kualitas kepemimpinan melorot. Bahkan bukan mustahil publik menarik kembali mandat yang telah di berikan, setidaknya dalam pemilu mendatang. Sikap tertutup dan meniadakan ruang partisipasi publik akan membangun kerentanan kualitas pemerintah
Media asing juga menyoroti bahwa program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan membangun kualitas mental dan fisik menjadi salah kaprah. Apalagi terjadi Korupsi yang di dasari kepentingan orang maupun koorporasi. Indikasi itu mulai tampak setidaknya di lihat dari aspek distribusi anggaran kata Aceng.
MBG itu sesungguhnya Makan Bergizi Gratis bukan Makan Beracun Gratis **
Baca juga: Panen Tanam Padi, Monadi : Ketahanan Pangan Adalah Prioritas Yang Utama
Mengapa Etanol dalam BBM Bisa Berdampak Buruk pada Mesin Kendaraan?
HPN 2026, Ketua WIM Hariza Emiyati : Perkuat Peran Pers Sebagai Pilar Demokrasi















