Home / Artikel

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:29 WIB

Singkong Kini Tinggal Kenangan

Dedi Asikin - Penulis

Koransakti.co.id- Otak saya tidak bisa melepaskan ingatan pada yang namanya singkong .Dulu waktu kecil sampai dewasa, sampeu ( nama lain yang tenar di kampung) untuk tanaman ber biji dua (dikotil) yang nama ilmiahnya Manihot esculenta, merupakan makanan pokok kedua setelah beras atau nasi.

Emak saya (almh) Hj Enah Sukaenah termasuk ibu rumah tangga yang kreatif . TanamanĀ  sampeu bisa di olah menjadi berbagai macam jenis makanan yang enak, dan menjadi konsumsi keluarga.

Daunnya di olah menjadi coel sambel atau urab dengan sambel parutan biji Kelapa.
Bijinya satu beuti di olah jadi berbagai makanan, di rebus, di bakar, di goreng bahkan di bikin kolek sampeu. Uenak banget.

Baca juga :   El Nino Diprediksi Sampai 2027: Asap Sudah Sampai Filipina

Dulu di daerah Tasikmalaya selatan hampir semua orang menanam sampeu. Tak ada lahan atau tanah yang di biarkan kosong, halaman sampai pinggir jalan.

Dulu ada banyak pabrik yang mengolah Singkong menjadi tapioka. Para petani menjual singkong ( manihot esculenta) ke pabrik yang secara permehtasi berubah menjadi Aci atau tapioka. Di Jawa di sebut tepung kanji sementara orang Sunda menyebut tepung Aci.

Di Tasikmalaya ada cukongnya, bernama Lie Eng Sun atau lebih di kenal dengan nama bah Engsun.
Ia mengekspor langsung semua hasil tapioka dari Tasikmalaya ke Korea Selatan.
Indonesia pernah menjadi produsen singkong dunia dengan produksi 130-135 ribu ton atau setara 60 persen produksi cengkeh dunia.

Baca juga :   Bukan Hantu! Ini Alasan Ilmiah Kenapa Mata Kucing Bisa "Menyala" Seperti Laser di Malam Hari. Kenalan dengan Cermin Alami: Tapetum Lucidum!

Tergiur keberhasilan petani cengkeh Sulawesi Utara para petani singkong di Tasikmalaya Selatan ikut ikutan (tuturut munding kata orang Sunda) menanam cengkih. Singkong mereka tinggalin
Tapi sialnya, pas mereka mau panen tiba tiba harga cengkeh ambruk.

Karena kesel banyak tanaman cengkeh di Tasikmalaya Selatan yang di tebang bahkan di bakar.
Mau kembali menanam sampeu, eh pabrik acinya sudah pada tutup karena tidak ada singkong sebagai bahan baku.

Itulah, sekitar tahun 60 an momen berakhirnya tanaman singkong dengan segala macam manfaat nya. Urab sampeu, kulub goreng atau kolek sampeu kini tinggal kenangan. Lagian emak juga sudah tiada.
Si manihot esculenta alias singkong kini tinggal kenangan.***

Berita ini 53 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Jumat Malam Waktunya Push Rank! 5 Hero Mobile Legends Paling "Haram" di Meta Februari 2026. Pick Ini Kalau Mau Keluar dari Epic Abadi!

Artikel

Jumat Malam Waktunya Push Rank! 5 Hero Mobile Legends Paling “Haram” di Meta Februari 2026. Pick Ini Kalau Mau Keluar dari Epic Abadi!
Benarkah Madu Tidak Bisa Basi? Makanan Firaun yang Masih Bisa Dimakan Setelah 3.000 Tahun

Artikel

Kenapa Madu Tidak Bisa Basi (Awet Selamanya)? Kenalan dengan H2O2, Zat Pengawet Buatan Lebah!

Artikel

Inovasi Muhammadiyah untuk Negeri: Akan produksi 15 juta cairan infus.
Mencari Kerja Semakin Susah: Kecuali yang Punya Skill Khusus

Artikel

Mencari Kerja Semakin Susah: Kecuali yang Punya Skill Khusus

Artikel

Karhutla Ulah Manusia: 108.000 Hektar Hutan Terbakar

Artikel

NYANTRI YES, NARKOBA NO !

Artikel

Sheet Piano Roblox: Notasi Lagu ‘Wildflower’ dan ‘Glimpse of Us’ Lengkap
Kenapa Digigit Semut Rasanya Panas & Gatal? Kenalan dengan Asam Formiat (CH2O2), Senjata Kimia si Kecil!

Artikel

Bukan Cuma Sopan Santun! Ini Alasan Ilmiah Kenapa Semut Selalu “Salaman” Saat Berpapasan & Rahasia Senjata Kimia Asam Format (HCOOH)