Home / Artikel

Jumat, 15 Mei 2026 - 04:48 WIB

Wartawan Boleh Menohok Dalam Berita Tapi Santun Didepan Meja

Dedi Asikin - Penulis

Dedi Asikin (Wartawan Senior)

Dedi Asikin (Wartawan Senior)

Wartawan Boleh Menohok Dalam Berita Tapi Santun Didepan Meja

Koransakti.co.id- Saya merasa sangat tersanjung di selimuti rasa haru. Beberapa waktu lalu? teman dan adik saya H. Z. Anwar membuat pernyataan semacam testimoni.

Dia mengaku murid saya dalam profesi sebagai wartawan.
Padahal tidak demikian sebenarnya. Dia itu adik karena usianya 10 tahun di bawah saya, demikian pun memulai karir sebagai wartawan. Dia juga bilang saya ini sedikit bicara tapi banyak bekerja menunaikan tugas jurnalistik.

Kalau itu  memang benar.
Saya berprinsip Wartawan itu boleh menohok membuka penyimpangan atau kesalahan para pejabat penyelenggara negara. Tapi harus tetap santun ketemu di depan meja. Dan cara itu yang saya lakukan.

Baca juga :   Wartawan Itu Dilahirkan dan Dijadikan

Dengan cara itu kita jadi banyak teman dan relasi.

Waktu pertama di tugaskan ke Tasikmalaya untuk memimpin penerbitan Mandala Edisi Priangan saya langsung kenal dan dekat dengan bupati Husen Wangsaatmaja.

Di kodim dekat dan merasa di sayang oleh Dandim Letkol Utuy Sobandi. Tentara yang mau pensiun itu sangat ramah dan santun. Bicaranya pelan dan tertata rapi.

Dengan Kejaksaan Negeri Tasikmalaya juga kenal dekat dengan Ramelan, S,H. yang saat itu menjabat Kasi Penyidikan. Dengan Ramelan, saya sering konsultasi masalah hukum.

Di Pengadilan negeri saya dekat dengan semua hakim, Ketuanya Sunardi SH sangat baik. Dari hubungan baik itu saya ketiban rezeki.

Baca juga :   Malam Minggu Kelabu di Rumah? Maraton 3 Film & Drakor Netflix Ini Aja Sambil Nunggu Sahur, Dijamin Bikin Melek dan Lupa Waktu!

Pada waktu tertentu terjadi kasus kredit macet terjadi pelelangan jaminan. Saya/ Mandala mendapat banyak order iklan. Pada gilirannya saya dapat kredit point dari pak Krisna Harahap SH.

Dalam kedudukan sebagai ketua Yakeswari Jawa Barat saya di beri jatah rumah di komplek wartawan Bale Endah. Satu satunya wartawan daerah yang mendapat jatah.

Dengan kenyataan yang saya alami, saya semakin taqlid pada pepatah bahwa banyak teman banyak rezeki

Semoga adikku. Anwar membaca tulisan Ini.

Saya ingin mati sebagai seorang wartawan. Jika maut datang menjemput katakan saya wartawan.***

Berita ini 16 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

BAHLIL KOK KAYA BAHLUL
Baru Seminggu Puasa Dompet Udah Kering? Awas Boncos! Ini 4 Tips Jitu Atur Keuangan Ramadhan Biar THR Nggak Cuma Numpang Lewat

Artikel

Baru Seminggu Puasa Dompet Udah Kering? Awas Boncos! Ini 4 Tips Jitu Atur Keuangan Ramadhan Biar THR Nggak Cuma Numpang Lewat

Artikel

Safwandi Tegaskan: Mendapo Sudah Ada Sebelum Kolonial Belanda, Bukan Produk Penjajahan
Pesona Bunga Lavender: Makna Simbolis, Manfaat Kesehatan, dan Panduan Budidaya

Artikel

Pesona Bunga Lavender: Makna Simbolis, Manfaat Kesehatan, dan Panduan Budidaya

Artikel

PEGAWAI NEGERI DALAM PERSPEKTIF PERTUMBUHAN EKONOMI

Artikel

Sahal Cuma Ingin Jadi Santri Malah Punya Pondok Pesantren 
Menguak Misteri "Pedas", Kenapa Capsaicin (C18H27NO3) Bikin Lidah Terbakar? (Dan Kenapa Air Es Gak Mempan!)

Artikel

Menguak Misteri “Pedas”, Kenapa Capsaicin (C18H27NO3) Bikin Lidah Terbakar? (Dan Kenapa Air Es Gak Mempan!)

Artikel

HIBAH, HEBOH