koransakti.co.id – Sabtu, 21 Februari 2026 – Assalamu’alaikum, pejuang hemat! Coba cek saldo rekening Anda hari ini. Baru memasuki weekend pertama di bulan Ramadhan 1447 H, apakah saldonya masih aman, atau sudah mulai ada tanda-tanda “Kanker” alias Kantong Kering?
Aneh tapi nyata, pengeluaran di bulan puasa sering kali jauh lebih besar daripada bulan-bulan biasa. Padahal logikanya, kita cuma makan dua kali sehari (Sahur dan Berbuka). Kenapa bisa begitu? Jawabannya: Lapar Mata dan Gengsi!
Godaan beli takjil berlebihan, ajakan buka bersama (bukber) yang tiada henti, hingga impulsif beli baju Lebaran adalah penyebab utama keuangan jebol. Biar gaji dan THR Anda nanti tidak cuma numpang lewat, yuk terapkan 4 trik “mengerem” pengeluaran berikut ini:
1. Jatah Uang Takjil (Stop Penyakit “Lapar Mata”)
Jam 4 sampai 5 sore adalah waktu di mana pertahanan iman dan dompet paling lemah. Semua makanan di pinggir jalan terlihat enak.
Solusinya: Bawa uang pas saat keluar rumah (misalnya Rp 20.000 saja). Kalau Anda bawa uang Rp 100.000, dijamin semuanya akan dibelikan es campur, gorengan, sampai siomay yang ujung-ujungnya tidak habis dimakan.
2. Berani Bilang “TIDAK” Pada Ajakan Bukber
Minggu pertama puasa, grup SD, SMP, SMA, Kuliah, sampai grup kantor pasti mulai ramai bahas jadwal Bukber.
Solusinya: Anda tidak wajib ikut semuanya! Seleksi maksimal 2 atau 3 acara bukber yang paling penting saja. Jangan korbankan uang belanja bulanan Anda demi gengsi kumpul-kumpul yang makanannya dibanderol harga mahal di restoran/kafe.
3. Masak Sendiri Lebih Terjamin
Beli lauk matang setiap sahur dan buka puasa memang praktis, tapi harganya bisa 2-3 kali lipat lebih mahal.
Solusinya: Mumpung hari Sabtu, manfaatkan promo weekend di minimarket untuk menyetok bahan makanan dasar (telur, sosis, sayur, ayam). Masak sendiri pakai rice cooker atau teflon tidak hanya hemat, tapi kebersihan dan gizinya lebih terjamin untuk lambung Anda.
4. “Gembok” Uang THR dari Sekarang
Banyak yang kalap belanja baju atau gadget baru dengan sistem Paylater atau kartu kredit karena merasa “Ah, gampang, bentar lagi kan turun THR”.
Solusinya: Jangan pernah membelanjakan uang yang belum Anda pegang! Ketika THR benar-benar cair nanti, langsung alokasikan 50%-nya untuk ditabung atau bayar utang, 30% untuk kebutuhan Lebaran (kue/baju), dan 20% untuk zakat/sedekah.
Kesimpulan
Esensi dari bulan Ramadhan adalah menahan hawa nafsu, dan itu termasuk menahan nafsu belanja. Mari lebih bijak mengelola uang mulai weekend ini. Jadikan Ramadhan tahun 2026 ini sebagai momen untuk membersihkan hati, sekaligus menyehatkan kondisi finansial Anda!















