koransakti.co.id – Orang Indonesia kalau makan tidak pakai sambal rasanya kurang nendang.
Tapi pernahkah Anda berpikir, kenapa cabai itu rasanya panas dan menyakitkan? Dan kenapa saat kepedesan, kita minum bergelas-gelas air es tapi pedasnya tidak hilang-hilang?
Jawabannya bukan mistis, tapi Kimia. Mari kita berkenalan dengan sang tersangka utama: Capsaicin.
1. Si Biang Kerok: Capsaicin
Zat yang membuat cabai pedas bernama Capsaicin. Rumus kimianya terlihat rumit tapi menarik: C18H27NO3
Terdiri dari:
18 atom Karbon (C)
27 atom Hidrogen (H)
1 atom Nitrogen (N)
3 atom Oksigen (O)
Zat ini paling banyak menumpuk di bagian Plasenta Cabai (bagian gabus putih tempat biji menempel). Jadi kalau tidak mau terlalu pedas, buang bagian putihnya, bukan cuma bijinya!
2. Fakta Mengejutkan: Pedas Itu Bukan Rasa!
Lidah manusia hanya punya reseptor untuk 5 rasa: Manis, Asin, Asam, Pahit, dan Gurih (Umami). Tidak ada reseptor rasa pedas.
Lalu, apa yang kita rasakan? Secara kimia, molekul Capsaicin (C18H27NO3) “menipu” otak kita. Dia menempel pada reseptor saraf bernama TRPV1. Reseptor TRPV1 ini normalnya bertugas mendeteksi Suhu Panas (seperti saat tangan kena air mendidih atau api).
Jadi, saat makan sambal:
Capsaicin menempel di lidah.
Otak menerima sinyal: “BAHAYA! Lidah sedang terbakar api!”
Otak panik dan menyuruh tubuh berkeringat dan menangis untuk “mendinginkan” diri.
Jadi, pedas itu sebenarnya adalah Rasa Sakit/Terbakar, bukan rasa makanan.
3. Kenapa Air Es Tidak Mempan?
Ini bagian paling penting. Dalam kimia, ada prinsip “Like Dissolves Like” (Zat sejenis melarutkan sesamanya).
Air (H2O) adalah senyawa Polar.
Capsaicin (C18H27NO3) adalah senyawa Non-Polar (seperti Minyak).
Minyak dan Air tidak bisa bersatu, kan? Sama halnya dengan Capsaicin. Saat Anda minum air es, air itu hanya melewati lapisan minyak Capsaicin di lidah tanpa mengangkatnya. Efek dinginnya cuma mematikan saraf sesaat, tapi Capsaicin-nya masih menempel kuat!
4. Solusinya: Minum Susu (Lemak)!
Capsaicin bersifat Lipofilik (suka lemak). Dia hanya bisa larut dalam lemak atau alkohol.
Susu mengandung protein bernama Kasein. Secara kimia, Kasein bekerja seperti “deterjen”. Dia mengikat molekul Capsaicin, mencopotnya dari saraf lidah Anda, dan membuangnya ke kerongkongan. Jadi, obat pedas terbaik bukanlah Es Teh, melainkan Susu Full Cream atau Yoghurt.
Kesimpulan
Makan pedas adalah aktivitas “menyiksa diri” yang nikmat secara kimiawi. Lain kali Anda kepedesan makan Seblak atau Ayam Geprek, jangan cari air putih. Carilah susu, karena C18H27NO3 hanya tunduk pada lemak, bukan pada air!
Baca juga: Membedah “Micin” (MSG), Benarkah Senyawa C5H8NO4Na Ini Bikin Otak Lemot? (Cek Faktanya!)















