Home / Artikel / Bilogi / Fakta Unik / kimia / Sains

Kamis, 29 Januari 2026 - 11:50 WIB

Kenapa Tape Rasanya Hangat & Adonan Roti Bisa “Bernapas”? Kenalan dengan Ragi, Koki Terkecil di Dunia!

Tiara - Penulis

Ragi adalah jamur bersel satu (Saccharomyces cerevisiae). Saat dicampur ke adonan, mereka hidup, makan, dan melepaskan gas yang membuat roti empuk. (Foto: Freepik/koransakti.co.id)

Ragi adalah jamur bersel satu (Saccharomyces cerevisiae). Saat dicampur ke adonan, mereka hidup, makan, dan melepaskan gas yang membuat roti empuk. (Foto: Freepik/koransakti.co.id)

koransakti.co.id – Kamis, 29 Januari 2026 – Kalau kemarin kita bahas Soda Kue (Kimia Murni), hari ini kita bahas Ragi (Biologi & Kimia).

Saat ibu membuat donat atau roti, adonan harus “diistirahatkan” dulu dan ditutup kain basah. Tujuannya supaya mengembang. Apa yang sebenarnya terjadi di balik kain itu? Ternyata, ada jutaan makhluk mikroskopis yang sedang pesta makan gula!

Nama makhluknya: Saccharomyces cerevisiae (Jamur Ragi). Prosesnya disebut: Fermentasi.

1. Si Pemakan Gula

Ragi yang kita beli di warung (bentuk butiran kering) itu sebenarnya adalah jamur yang sedang “Tidur Panjang” (Dorman). Begitu Ragi dimasukkan ke air hangat dan dikasih makan Gula (C6H12O6), mereka bangun dan langsung lahap memakannya.

2. Reaksi Kimia: Kentut & Alkohol

Setelah makan gula, Ragi akan membuang “kotoran” berupa dua zat kimia penting. Rumus reaksinya: Gula (C6H12O6) → 2 Etanol (C2H5OH) + 2 Karbon Dioksida (CO2)

Baca juga :   Satgas TMMD Kebut Pemasangan Atap RTLH Warga Sungai Jernih 

Mari kita bedah dua hasil ini:

  • Gas Karbon Dioksida (CO2): Gas inilah yang mencoba keluar dari adonan roti. Tapi karena adonan tepung itu elastis (ada Gluten), gasnya terperangkap. Akibatnya, adonan terdorong melar dan mengembang seperti balon. Lubang-lubang kecil pada roti tawar adalah jejak dari gas CO2 ini.

  • Etanol / Alkohol (C2H5OH): Inilah sebabnya kenapa Tape Singkong atau Peuyeum memiliki aroma menyengat dan rasa sedikit pahit-manis. Itu adalah Alkohol hasil fermentasi! Kenapa Roti tidak mabuk? Karena saat roti dipanggang di oven, alkoholnya menguap habis karena panas. Tapi pada Tape yang tidak dipanggang, alkoholnya tetap di situ.

3. Kenapa Tape Terasa Hangat?

Pernah menyentuh tape yang baru matang? Rasanya hangat, kan? Itu bukan karena dipanaskan kompor. Reaksi fermentasi adalah reaksi Eksoterm (Melepaskan Panas). Energi yang dihasilkan saat ragi memecah gula turut melepaskan kalor/panas. Jadi, hangatnya tape adalah “panas tubuh” dari aktivitas jutaan ragi.

Baca juga :   Masalah Guru Honorer: InsyaAllah Selesai setelah Wakil Ketua DPR RI Prof. Sufmi Dasco Ahmad Turun Tangan

4. Kunci Keberhasilan: Suhu Pas

Ragi itu makhluk hidup, jadi dia agak rewel:

  • Air Terlalu Panas: Ragi mati melepuh (Roti bantat).

  • Air Terlalu Dingin: Ragi tidur lagi (Roti tidak mengembang).

  • Suhu Hangat Kuku (30-35°C): Ini suhu favorit ragi untuk bekerja lembur.

Kesimpulan

Membuat roti atau tape sebenarnya adalah “beternak” jamur. Kita memberi mereka makan gula, dan sebagai gantinya, mereka memberikan kita tekstur empuk (CO2) dan rasa yang khas (Alkohol). Kerja sama yang menguntungkan!

Baca juga: Kenapa Kue Bisa Mengembang & Martabak Jadi Bersarang? Kenalan dengan Soda Kue (NaHCO3), Si Peniup Adonan!

Berita ini 88 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

Terong Bulat Hijau: Sayuran Unik  Kaya Manfaat dan Mudah Dibudidayakan
Pojok Sains: Kenapa Makanan "Sisa Kemarin" (Seperti Rendang atau Kari) Justru Terasa Lebih Enak? Ini Rahasia Kimianya!

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Makanan “Sisa Kemarin” (Seperti Rendang atau Kari) Justru Terasa Lebih Enak? Ini Rahasia Kimianya!

Artikel

Suzuki Access 125 Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp 25 Jutaan

Artikel

AL HIDAYAH PESANTREN DI LAPAS SUKAMISKIN

Artikel

Merawat Silaturahim

Kesehatan

Laporan Baru WHO: Kontrasepsi Tak Hanya Cegah Kehamilan, tapi Juga Berdayakan Perempuan
Pojok Sains: Tahun 2025 Kamu Isinya Capek Melulu? Tenang, "Selamatkan" Memori Setahun Cuma dengan Bahagia Malam Ini! (Teori Peak-End Rule)

Fakta Unik

Pojok Sains: Tahun 2025 Kamu Isinya Capek Melulu? Tenang, “Selamatkan” Memori Setahun Cuma dengan Bahagia Malam Ini! (Teori Peak-End Rule)

Artikel

“Galodo” Nepal: 480 Orang Tewas dan 1.400 Hilang, Jadi Pengingat bagi Kita