Home / Fakta Unik / Psikologi / Sains

Kamis, 1 Januari 2026 - 08:38 WIB

Pojok Sains: Pesta Udah Selesai, Kok Tiba-Tiba Merasa Sedih & Hampa? Hati-Hati Kena “Post-Holiday Blues”, Ini Penjelasan Ilmiahnya!

koransakti - Penulis

Paginya 'Happy New Year!', sorenya 'Kok sepi ya...' 😔 Siapa yang lagi ngerasain drop emosi kayak gini? Tenang, kamu gak sendirian. Otak kamu cuma lagi 'mabuk' dopamin kok!

Paginya 'Happy New Year!', sorenya 'Kok sepi ya...' 😔 Siapa yang lagi ngerasain drop emosi kayak gini? Tenang, kamu gak sendirian. Otak kamu cuma lagi 'mabuk' dopamin kok!

koransakti.co.id – Kamis, 1 Januari 2026. Sore hari. Euforia tadi malam sudah lenyap. Suara terompet sudah hilang. Liburan tinggal sisa sedikit. Tiba-tiba, ada perasaan aneh yang menyelinap: rasa sedih, cemas, atau hampa yang tak beralasan.

Padahal Anda baru saja bersenang-senang. Kenapa sekarang rasanya down banget? Dalam dunia psikologi, fenomena ini disebut Post-Holiday Blues atau Post-Adrenaline Blues. Ini murni reaksi kimia di otak, bukan karena nasib Anda buruk.

1. Efek “Sakau” Dopamin (Withdrawal)

Bayangkan otak Anda seperti baterai HP. Selama bulan Desember (Natal, belanja, cuti, pesta tahun baru), otak terus-menerus dibanjiri Dopamin dan Adrenalin (hormon pemicu rasa senang & semangat). Saat tanggal 1 Januari sore tiba, rangsangan itu berhenti mendadak. Otak mengalami crash atau penurunan kadar hormon bahagia secara drastis. Rasanya mirip seperti orang yang sedang “sakau” (withdrawal effect). Otak kaget karena pasokan kebahagiaan instannya diputus.

Baca juga :   Pojok Sains: Kado Natal Udah Dibuka, Kok Kucing Malah Milih Kardusnya? Ini Alasan Ilmiahnya!

2. The Contrast Effect (Efek Kontras)

Psikolog juga menyebut ini sebagai Contrast Effect. Otak manusia menilai sesuatu berdasarkan perbandingan. Karena hari-hari kemarin sangat seru (skor 100), kehidupan normal yang tenang hari ini (skor 50) terlihat sangat membosankan (skor 0) di mata otak. Padahal hidup Anda baik-baik saja, tapi karena kontrasnya terlalu tajam, realita terasa mengecewakan.

3. Cara “Menipu” Otak Balik

Jangan biarkan blues ini merusak awal tahun Anda. Untuk menormalkan kembali kimia otak, jangan langsung berhenti total dari kesenangan. Lakukan Micro-Dosing kebahagiaan:

  • Booking Rencana Kecil: Jangan biarkan kalender kosong. Rencanakan “Nonton Bioskop Weekend Ini”. Adanya sesuatu yang dinanti (anticipation) akan memicu dopamin tipis-tipis.

  • Olahraga Ringan: Gerakan fisik memaksa otak memproduksi Endorfin (obat penenang alami) untuk melawan rasa hampa.

  • Tidur Cukup: Kembalikan ritme sirkadian tubuh yang rusak akibat begadang semalam.

Baca juga :   Rahasia Pemutih (NaClO) Bikin Baju Kinclong, Tapi Bisa Jadi "Gas Beracun" Kalau Salah Campur!

Jadi, kalau sore ini rasanya melow, itu wajar. Otak Anda cuma lagi butuh istirahat dari pesta pora semalam. It’s okay to not be okay today!

Baca juga: Pojok Sains: Tahun 2025 Kamu Isinya Capek Melulu? Tenang, “Selamatkan” Memori Setahun Cuma dengan Bahagia Malam Ini! (Teori Peak-End Rule)

Berita ini 55 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pojok Sains: Kenapa Es Batu Mengapung? Mengenal "Anomali Air" yang Menyelamatkan Bumi

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Es Batu Mengapung? Mengenal “Anomali Air” yang Menyelamatkan Bumi
Pojok Sains: Kenapa Kita Otomatis Merem Saat Bersin? Benarkah Bola Mata Bisa Copot Kalau Melek?

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Kita Otomatis Merem Saat Bersin? Benarkah Bola Mata Bisa Copot Kalau Melek?
Pojok Sains: Mengapa Kembang Api Bisa Berwarna-warni? Ini Rahasia Kimia di Balik Ledakan Indah Tahun Baru

Fakta Unik

Pojok Sains: Mengungkap Rahasia “Bom Waktu” di Langit! Bagaimana Kembang Api Bisa Membentuk Pola Wajah & Huruf Secara Presisi?

Bilogi

Mengenal Ikan Dori: 5 Fakta Unik Si Tang Biru yang Ternyata Beracun!

Fakta Unik

5 Serangga Pemilik Senjata Kimia Paling Mematikan di Dunia (Ada Lebah Madu!)
Pojok Sains: Kenapa Lagu "Rewind 2025" Bikin Mewek Seketika? Ini Alasan Ilmiah Musik Adalah Mesin Waktu Terbaik bagi Otak

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Lagu “Rewind 2025” Bikin Mewek Seketika? Ini Alasan Ilmiah Musik Adalah Mesin Waktu Terbaik bagi Otak

Artikel

Mengapa Aroma Hujan di Tanah Kering Begitu Khas dan Menenangkan? Ini Jawabannya
Benarkah Madu Tidak Bisa Basi? Makanan Firaun yang Masih Bisa Dimakan Setelah 3.000 Tahun

Fakta Unik

Pojok Sains: Benarkah Madu Tidak Bisa Basi? Makanan Firaun yang Masih Bisa Dimakan Setelah 3.000 Tahun