koransakti.co.id – Minggu, 28 Desember 2025. Banyak dari kita yang menghabiskan hari ini untuk “operasi semut” alias bersih-bersih rumah sebelum tahun baru.
Anehnya, kegiatan yang melelahkan fisik ini justru membuat batin terasa tenang dan puas. Kenapa bisa begitu?
Para neurosaintis dari Princeton University menemukan jawabannya: Otak manusia benci kekacauan visual.
1. Beban Kognitif (Visual Cortex Overload)
Mata kita bekerja seperti lensa kamera yang tidak pernah mati. Saat ruangan berantakan, Visual Cortex (bagian otak pemroses penglihatan) bekerja ekstra keras untuk memindai semua objek yang berserakan itu. Tumpukan baju, kabel kusut, dan debu adalah “gangguan” yang menyedot energi otak secara diam-diam. Akibatnya, kita menjadi mudah lelah dan sulit fokus. Saat Anda membersihkannya, Anda membebaskan otak dari beban pemrosesan tersebut. Itulah sebabnya ruangan rapi membuat pikiran terasa “enteng”.
2. Menurunkan Hormon Stres
Studi lain dalam jurnal Personality and Social Psychology Bulletin meneliti wanita yang mendeskripsikan rumahnya sebagai “kacau”. Hasilnya? Mereka memiliki kadar hormon Kortisol (hormon stres) yang jauh lebih tinggi sepanjang hari dibandingkan mereka yang rumahnya rapi. Jadi, bersih-bersih bukan hanya soal higienitas, tapi juga cara instan menurunkan stres tanpa obat.
3. Ilusi Kontrol (Sense of Agency)
Menjelang pergantian tahun, masa depan sering terasa tidak pasti dan mencemaskan. Membersihkan rumah memberikan kita Rasa Kontrol. Kita mungkin tidak bisa mengendalikan ekonomi global atau politik tahun 2026, tapi kita BISA mengendalikan tumpukan piring kotor di wastafel. Keberhasilan kecil menata barang memberikan suntikan Dopamin (rasa puas) dan meyakinkan otak bahwa kita “memegang kendali” atas hidup kita.
Jadi, jangan malas menyapu hari ini. Itu adalah terapi gratis untuk mental Anda!
Baca juga:















