koransakti.co.id – Saat jalan-jalan di mal hari ini, mungkin Anda mendengar lagu “All I Want for Christmas Is You” atau jingle iklan yang catchy. Masalahnya, meski musiknya sudah berhenti, nadanya terus berputar di dalam kepala Anda berjam-jam lamanya. Mau tidur pun susah karena “radio” di otak tidak mau mati.
Tenang, Anda tidak sedang berhalusinasi. Fenomena ini sangat umum dan dalam dunia sains disebut sebagai Earworm (Cacing Telinga) atau istilah medisnya: Involuntary Musical Imagery (INMI).
Kenapa otak kita suka sekali menyiksa diri dengan memutar lagu yang sama berulang-ulang?
1. Otak yang “Gatal” (Auditory Cortex)
Bagian otak yang memproses suara (Auditory Cortex) memiliki kebiasaan unik: dia suka mencari pola. Lagu-lagu yang menjadi earworm biasanya memiliki tempo cepat dan melodi yang sederhana namun berulang (seperti lagu anak-anak, lagu Natal, atau lagu TikTok). Ketika otak mendengar potongan lagu yang catchy, otak merasa “gatal” untuk melengkapinya. Karena itu, ia memutarnya lagi dan lagi dalam sebuah loop (putaran) tanpa henti.
2. Pemicu Emosional
Lagu seringkali terikat dengan memori atau emosi. Lagu Natal, misalnya, memicu kenangan masa kecil atau suasana liburan. Saat Anda merasa rileks, bosan, atau justru stres, pertahanan kognitif otak menurun. Di saat itulah lagu-lagu ini menyelinap masuk dan mengambil alih pikiran bawah sadar Anda.
3. Cara Mematikan “Radio Rusak” Ini
Lalu, bagaimana cara menghentikannya? Para ilmuwan dari Western Washington University menyarankan trik psikologis bernama Efek Zeigarnik.
Otak cenderung mengingat hal-hal yang belum selesai. Seringkali, earworm terjadi karena kita hanya ingat bagian Reff atau Chorus-nya saja (potongan lagu).
Solusinya: Dengarkan lagu tersebut dari awal sampai akhir secara utuh. Dengan mendengarkannya sampai habis, otak akan menganggap “tugas” mendengarkan itu sudah selesai (completed), dan biasanya otak akan langsung menghapus lagu tersebut dari daftar putar pikiran Anda.
Trik aneh lainnya? Mengunyah permen karet. Gerakan rahang saat mengunyah ternyata bisa mengganggu jalur memori jangka pendek yang digunakan otak untuk membayangkan musik.
Jadi, kalau ada lagu nyangkut di kepala, jangan dilawan. Dengarkan sampai tamat, atau ambil permen karet!
Baca juga:















