Home / Fakta Unik / Fisika / kimia / Sains

Sabtu, 27 Desember 2025 - 09:33 WIB

Pojok Sains: Mengungkap Rahasia “Bom Waktu” di Langit! Bagaimana Kembang Api Bisa Membentuk Pola Wajah & Huruf Secara Presisi?

koransakti - Penulis

Ledakan cahaya di angkasa bukanlah sihir, melainkan 'tarian' atom-atom logam yang melepaskan energi untuk menyambut tahun baru. (Foto: IDN Times/Koransakti)

Ledakan cahaya di angkasa bukanlah sihir, melainkan 'tarian' atom-atom logam yang melepaskan energi untuk menyambut tahun baru. (Foto: IDN Times/Koransakti)

koransakti.co.id – Menjelang pergantian tahun, langit akan dipenuhi ledakan cahaya. Dulu, kembang api hanya berbentuk bulat (bunga). Tapi sekarang, kita bisa melihat bentuk hati, wajah tersenyum (smiley), hingga huruf angka “2026”.

Bagaimana ledakan yang kacau bisa menghasilkan bentuk geometris yang begitu rapi? Ini bukan sihir, ini adalah Matematika Piroteknik. Mari kita bedah isi perut kembang api.

1. Anatomi “Aerial Shell”

Kembang api profesional tidak berbentuk tabung roket, melainkan bola yang disebut Aerial Shell. Di dalam bola ini terdapat ratusan pelet kecil seukuran kelereng yang disebut “Stars” (Bintang). Pelet Stars inilah yang nantinya akan menyala berwarna-warni.

Rahasia bentuk kembang api terletak pada cara penyusunan Stars di dalam bola sebelum diluncurkan:

  • Jika ingin bentuk Bola (Peony): Stars disusun merata di dinding dalam bola.

  • Jika ingin bentuk Wajah Smiley: Insinyur piroteknik menyusun pelet Stars di atas kertas karton di tengah bola, membentuk pola mata dan mulut. Sekelilingnya diisi bubuk mesiu biasa (burst charge).

  • Jika ingin bentuk Cincin (Saturnus): Stars disusun melingkar di tengah.

Baca juga :   Misteri di Balik Keindahan "Miss Willmott’s Ghost", Si Hantu Perak yang Menawan

Saat meledak di langit, Stars tersebut akan terlempar keluar dengan kecepatan yang sama ke segala arah, mempertahankan formasi susunan awalnya dalam skala yang jauh lebih besar (efek pembesaran).

2. Fisika Cahaya: Lompatan Kuantum

Dari mana asalnya cahaya terang itu? Ini adalah fisika kuantum tingkat dasar. Saat Stars terbakar, energi panasnya diserap oleh elektron-elektron dalam atom logam (seperti Strontium atau Barium). Elektron yang kepanasan ini menjadi “bersemangat” (tereksitasi) dan melompat ke tingkat energi yang lebih tinggi.

Namun, kondisi ini tidak stabil. Elektron ingin segera kembali ke posisi nyamanya (ground state). Saat elektron turun kembali, dia membuang kelebihan energinya dalam bentuk Foton (paket cahaya).

  • Energi yang dibuang besar = Cahaya Ungu/Biru.

  • Energi yang dibuang kecil = Cahaya Merah.

3. Kenapa Suaranya Telat? (Boom vs Flash)

Anda pasti sering melihat kembang api meledak dulu, baru beberapa detik kemudian terdengar suara “DUAR!”. Ini terjadi karena perbedaan kecepatan yang sangat jauh:

  • Cahaya melesat dengan kecepatan 300.000.000 meter/detik. (Sampai ke mata instan).

  • Suara hanya merambat 340 meter/detik.

Baca juga :   Kenapa Main HP Sebelum Tidur Bikin Insomnia? Kenalan dengan Melatonin (C13H16N2O2), Si "Vampir" Takut Cahaya!

Rumus Hitung Jarak: Jika Anda melihat kilatan, lalu menghitung 3 detik baru terdengar suara ledakan, artinya kembang api itu meledak pada jarak kira-kira 1 Kilometer dari Anda (3 detik x 340 meter).

Jadi, kembang api adalah perpaduan sempurna antara presisi matematika susunan bola, kimia kuantum elektron, dan fisika gelombang suara. Menakjubkan, bukan?

Baca juga:

  1. Pojok Sains: Kenapa Tulisan “Diskon 70%” Bikin Otak Kita Gak Bisa Mikir Jernih? Hati-hati Jebakan “Anchoring Bias” di Akhir Tahun!
  2. Pojok Sains: Kado Natal Udah Dibuka, Kok Kucing Malah Milih Kardusnya? Ini Alasan Ilmiahnya!
  3. Pojok Sains: Kenapa Makanan “Sisa Kemarin” (Seperti Rendang atau Kari) Justru Terasa Lebih Enak? Ini Rahasia Kimianya!
Berita ini 70 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Lebih dari Sekadar "Asap Pelarian": 7 Fakta Unik Fungsi Tinta Cumi-Cumi

Fakta Unik

Lebih dari Sekadar “Asap Pelarian”: 7 Fakta Unik Fungsi Tinta Cumi-Cumi

Sains

Laporan UFO dan Objek Misterius Kini Dibuka ke Publik AS
Kenapa Buah Mentah Bisa Matang Kilat Kalau Disimpan di Dalam Beras? Kenalan dengan Gas Etilen (C2H4)!

Artikel

Kenapa Buah Mentah Bisa Matang Kilat Kalau Disimpan di Dalam Beras? Kenalan dengan Gas Etilen (C2H4)!
Pojok Kimia: Si Manis yang Mematikan, Bedah Rumus Kimia Gula Pasir (C12H22O11) dan Efek "Sugar Rush"

Artikel

Si Manis yang Mematikan, Bedah Rumus Kimia Gula Pasir (C12H22O11) dan Efek “Sugar Rush”

Sains

Menilik Sejarah Waktu: Mengapa Satu Jam Harus 60 Menit dan Sehari 24 Jam?
Pojok Sains: Suka Minum Soda Pas Pesta? Ternyata Sensasi "Nyegrak" Itu Bukan Rasa, Tapi Reseptor Rasa Sakit! Ini Fakta Ilmiahnya

Fakta Unik

Pojok Sains: Suka Minum Soda Pas Pesta? Ternyata Sensasi “Nyegrak” Itu Bukan Rasa, Tapi Reseptor Rasa Sakit! Ini Fakta Ilmiahnya

Fisika

Mengapa Kita Tidak Merasakan Putaran Bumi yang Super Cepat?
Pojok Sains: Merasa Tahun 2025 Isinya Cuma Masalah? Otakmu Sedang Terjebak "Negativity Bias"! Ini Cara Meretasnya

Fakta Unik

Pojok Sains: Merasa Tahun 2025 Isinya Cuma Masalah? Otakmu Sedang Terjebak “Negativity Bias”! Ini Cara Meretasnya