koransakti.co.id – Hari ini, 26 Desember, dikenal di banyak negara sebagai Boxing Day. Bukan hari tinju, tapi hari membereskan kotak-kotak (boxes) kado sisa Natal.
Jika Anda memelihara kucing, Anda pasti sering melihat pemandangan aneh: Anda membelikan mereka mainan atau kasur mahal, tapi si “Majikan” malah lebih bahagia masuk ke dalam kardus kemasannya.
Apakah kucing Anda aneh? Tidak. Para ahli biologi hewan dari University of Utrecht punya penjelasannya. Kardus memenuhi 3 kebutuhan dasar insting kucing:
1. Zona Anti-Stres (Mekanisme Coping)
Kucing adalah hewan yang gampang stres. Dalam sebuah penelitian di penampungan hewan, kucing yang diberi kotak kardus terbukti memiliki level stres jauh lebih rendah dan beradaptasi lebih cepat dibanding yang tidak punya kotak. Bagi kucing, ruang sempit dan tertutup adalah “benteng pertahanan”. Di dalam kardus, mereka merasa tidak bisa diserang dari belakang. Ini membuat mereka merasa aman dan rileks.
2. Insting “Ninja” (Predator Penyergap)
Jangan lupa, imut-imut begitu kucing adalah predator. Di alam liar, kucing berburu dengan cara menyergap (ambush). Kardus memberikan tempat persembunyian yang sempurna untuk mengintai mangsa (atau kaki Anda yang sedang lewat). Jadi, saat masuk kardus, insting pemburu mereka sedang aktif.
3. Masalah Suhu (Insulator Panas)
Ini alasan fisikanya. Suhu tubuh normal kucing lebih tinggi dari manusia, yaitu sekitar 37°C – 39°C. Mereka suka kehangatan. Karton atau kardus adalah isolator panas yang sangat baik. Ruang yang sempit di dalam kardus memaksa tubuh kucing meringkuk, yang membantu mereka mempertahankan panas tubuh agar tidak terbuang ke udara. Singkatnya: Kardus itu seperti selimut hangat bagi mereka.
Jadi, jangan buru-buru membuang tumpukan kardus sisa kado kemarin. Biarkan si “Anabul” menikmati istana kardusnya sebentar lagi!
Baca juga:
- Pojok Sains: Kenapa Memberi Kado Terasa Lebih Nikmat daripada Menerima? Efek “Warm Glow” di Otak Anda
- Pojok Sains: Benarkah Tidak Ada Dua Keping Salju yang Sama Persis? Ini Rahasia “Teori Chaos” di Balik Kristal Es
- Pojok Sains: Mengapa Kembang Api Bisa Berwarna-warni? Ini Rahasia Kimia di Balik Ledakan Indah Tahun Baru















