Home / kimia / Pendidikan / Sains

Selasa, 23 Desember 2025 - 10:10 WIB

Pojok Sains: Mengapa Kembang Api Bisa Berwarna-warni? Ini Rahasia Kimia di Balik Ledakan Indah Tahun Baru

koransakti - Penulis

Ledakan cahaya di angkasa bukanlah sihir, melainkan 'tarian' atom-atom logam yang melepaskan energi untuk menyambut tahun baru. (Foto: IDN Times/Koransakti)

Ledakan cahaya di angkasa bukanlah sihir, melainkan 'tarian' atom-atom logam yang melepaskan energi untuk menyambut tahun baru. (Foto: IDN Times/Koransakti)

koransakti.co.id – Sebentar lagi langit malam akan dipenuhi ledakan warna-warni menyambut pergantian tahun. Kita semua terpesona melihat kembang api, tetapi jarang yang bertanya: “Bagaimana caranya bubuk mesiu yang hitam bisa meledak menjadi warna merah, hijau, atau ungu yang cerah?”

Jawabannya ada di tabel periodik kimia yang mungkin dulu Anda benci saat sekolah. Kembang api adalah demonstrasi kimia paling spektakuler di dunia.

Mari kita bedah anatomi satu buah roket kembang api. Di dalamnya tidak hanya berisi bahan peledak, tetapi juga “Bintang” (Stars)—bola-bola kecil seukuran kelereng yang berisi campuran garam logam.

Ketika sumbu dibakar, panas yang ekstrem akan memicu reaksi kimia pada logam-logam tersebut. Inilah resep rahasia dapur para ahli piroteknik:

1. Resep Warna: Tiap Logam Punya “Warna Nyala” Sendiri

Warna yang Anda lihat di langit bukanlah hasil dari pewarna makanan atau cat, melainkan spektrum emisi atom. Ketika atom logam dipanaskan hingga ribuan derajat Celcius, elektron di dalamnya akan “lompat” kegirangan dan memancarkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu.

Berikut adalah daftar menu kimianya:

  • Merah: Dihasilkan oleh Stronsium (Sr). Senyawa ini juga biasa dipakai di suar jalanan (road flares).

  • Hijau: Dihasilkan oleh Barium (Ba). Ingat barium klorida? Itu bahan utamanya.

  • Kuning: Dihasilkan oleh Natrium (Na). Ini jenis garam yang sama dengan garam dapur Anda, makanya jika garam tumpah ke kompor gas, apinya jadi kuning/oranye.

  • Putih/Perak: Dihasilkan oleh Magnesium (Mg), Titanium (Ti), atau Aluminium (Al). Logam ini terbakar dengan sangat panas dan menyilaukan.

Baca juga :   Sambut Tahun Ajaran Baru, Satgas Yonif 144/JY Bagi Alat Tulis untuk Anak-Anak di Perbatasan

2. Misteri “Kembang Api Biru”: Kenapa Sangat Langka?

Coba perhatikan saat malam tahun baru nanti. Anda akan sering melihat warna merah, hijau, dan emas. Tapi warna Biru sangat jarang, atau kalaupun ada, warnanya seringkali pudar.

Kenapa? Karena warna biru adalah “Cawan Suci”-nya dunia kembang api. Warna biru dihasilkan oleh Tembaga (Cu). Masalahnya, senyawa tembaga sangat rapuh. Jika suhu pembakaran terlalu panas, warna birunya akan hancur dan menjadi putih. Jika suhunya kurang panas, warnanya tidak keluar.

Para ahli kimia harus menyeimbangkan suhu dengan sangat presisi agar warna biru bisa muncul sempurna. Jadi, jika Anda melihat kembang api biru yang cerah tahun ini, berikan tepuk tangan ekstra. Itu adalah mahakarya kimia yang sulit dibuat!

Baca juga :   Pojok Sains: Mengenal Tardigrada, "Beruang Air" yang Tidak Bisa Dibunuh (Bahkan oleh Kiamat Sekalipun)

3. Suara Ledakan: Sonic Boom Mini

Selain warna, kita juga mendengar suara “Duar!”. Suara ledakan itu terjadi karena ekspansi udara yang sangat cepat. Bubuk mesiu padat berubah menjadi gas panas dalam hitungan milidetik. Gas ini mengembang dengan kecepatan melebihi kecepatan suara (supersonic), menciptakan gelombang kejut (shockwave) yang sampai ke telinga kita sebagai suara ledakan.

Jadi, saat Anda menatap langit malam nanti, ingatlah: Anda sedang menyaksikan jutaan atom logam yang sedang “menari” melepaskan energi dalam bentuk cahaya. Selamat menikmati pertunjukan kimia terbesar tahun ini!

Baca juga:

  1. Pojok Sains: Kenapa Waktu Terasa Berjalan Lebih Cepat Saat Kita Dewasa? Tahun 2025 Terasa Singkat, Ini Alasannya!
  2. Pojok Sains: Kopi Tidak Memberi Energi! Ini Fakta Mengerikan Cara Kafein “Membohongi” Otak Anda
  3. Pojok Sains: Fakta Puitis! Tubuh Kita Ternyata Terbuat dari Debu Bintang yang Meledak Miliaran Tahun Lalu
Berita ini 104 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Misteri Tidur Nyenyak: Mengapa Sinyal Otak dan Napas Berhenti Searah?

Kesehatan

Misteri Tidur Nyenyak: Mengapa Sinyal Otak dan Napas Berhenti Searah?
Elna Hasmita Sampaikan Ucapan Selamat Idul Fitri 1447 H 

Advetorial

Elna Hasmita Sampaikan Ucapan Selamat Idul Fitri 1447 H 

Advetorial

MTQ ke-IV Desa Sungai Jernih : Generasi Qur’ani & Peringatan Maulid Nabi 

Daerah

Kafilah Desa Koto Salak Raih Juara Umum MTQ Ke-I Tahun 2022 Tingkat Kecamatan Tanco
Sering Salah Kaprah! Langit Berwarna Biru Bukan Karena Pantulan Air Laut, Tapi Karena Fenomena Fisika "Hamburan Rayleigh". Ini Penjelasannya!

Artikel

Sering Salah Kaprah! Langit Berwarna Biru Bukan Karena Pantulan Air Laut, Tapi Karena Fenomena Fisika “Hamburan Rayleigh”. Ini Penjelasannya!

Pendidikan

Dongkrak Karier Global, Kemendikdasmen Resmi Luncurkan Program SMK 3+1 ke Luar Negeri

Fakta Unik

4 Hewan dengan Jurus Pertahanan Tubuh Paling Nyeleneh di Alam Wild

Advetorial

IAIN Kerinci MoU Dengan Kejaksaan Negeri Sungai Penuh