Home / Fakta Unik / Sains

Kamis, 8 Januari 2026 - 14:20 WIB

Pojok Sains: Kenapa Cabai Bikin Mulut Terasa ‘Terbakar’? Ternyata Pedas Bukanlah Rasa!

koransakti - Penulis

Rasa pedas yang kita rasakan sebenarnya adalah manipulasi sinyal otak oleh zat kimia bernama Capsaicin yang menipu reseptor panas tubuh. (Foto: Freepik/koransakti.co.id)

Rasa pedas yang kita rasakan sebenarnya adalah manipulasi sinyal otak oleh zat kimia bernama Capsaicin yang menipu reseptor panas tubuh. (Foto: Freepik/koransakti.co.id)

koransakti.co.id – Bagi orang Indonesia, makan tanpa sambal rasanya kurang nendang. Tapi pernahkah Anda berpikir, kenapa saat makan cabai, mulut terasa panas, berkeringat, dan muka memerah? Padahal cabai itu suhunya biasa saja, tidak mendidih.

Fakta mengejutkannya: Secara teknis, lidah manusia tidak bisa mengecap rasa pedas. Lidah hanya tahu rasa Manis, Asin, Asam, Pahit, dan Umami (Gurih).

Lalu, apa sensasi “kebakaran” di mulut itu? Di Pojok Sains sore ini, mari kita bedah trik kimiawi si cabai rawit.

Pelakunya: Capsaicin

Di dalam biji dan selaput putih cabai, terdapat zat kimia minyak bernama Capsaicin.

Zat ini punya kemampuan unik: ia bisa “menipu” sensor di lidah Anda.

Mekanisme Penipuan Otak

Di lidah kita ada reseptor saraf bernama TRPV1. Tugas asli reseptor ini adalah mendeteksi suhu panas yang berbahaya (misalnya saat Anda minum air mendidih).

Baca juga :   Pojok Sains: Mengapa Kembang Api Bisa Berwarna-warni? Ini Rahasia Kimia di Balik Ledakan Indah Tahun Baru

Saat Capsaicin menyentuh lidah, ia menempel pada reseptor TRPV1 dan menguncinya.

Akibatnya, reseptor ini mengirim sinyal palsu ke otak: “BOS! DARURAT! Mulut kita sedang terbakar api!”

Otak yang panik langsung merespons seolah-olah Anda benar-benar kepanasan:

  1. Berkeringat: Untuk mendinginkan tubuh.

  2. Muka Merah: Pembuluh darah melebar untuk membuang panas.

  3. Hidung Meler & Mata Berair: Untuk membuang zat iritan tersebut.

Jadi, pedas itu sebenarnya adalah Sensasi Nyeri (Sakit) akibat “terbakar”, bukan rasa makanan.

Kenapa Minum Air Es Tidak Mempan?

Saat kepedasan, refleks kita adalah minum air dingin. Tapi rasanya malah makin menyebar. Kenapa?

Karena Capsaicin itu berbentuk Minyak. Ingat pelajaran kimia: Minyak dan Air tidak bisa bersatu. Saat Anda minum air, Anda justru menyebarkan minyak Capsaicin itu ke seluruh rongga mulut dan tenggorokan. Pedasnya malah makin rata!

Baca juga :   Pojok Sains: Suka Minum Soda Pas Pesta? Ternyata Sensasi "Nyegrak" Itu Bukan Rasa, Tapi Reseptor Rasa Sakit! Ini Fakta Ilmiahnya

Solusi Ampuh: Susu atau Roti

Cara terbaik memadamkan api di mulut adalah dengan Susu (atau produk dairy seperti yogurt/keju).

Susu mengandung protein bernama Casein. Molekul Casein bekerja seperti deterjen yang bisa mengikat dan melarutkan minyak Capsaicin, lalu membilasnya pergi dari lidah Anda.

Kesimpulan

Jadi, para pecinta seblak dan geprek, ingatlah: Anda sebenarnya adalah masokis kuliner yang hobi menyakiti lidah sendiri demi kenikmatan. Dan jangan lupa siapkan susu kotak, bukan air es, saat menantang level pedas tertinggi!

Baca juga: Pojok Sains: Kenapa Kita Otomatis Merem Saat Bersin? Benarkah Bola Mata Bisa Copot Kalau Melek?

Berita ini 48 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pojok Sains: Habis Makan Enak Kok Malah Ngantuk Berat? Kenalan dengan "Food Coma" yang Sering Menyerang Saat Natal

Artikel

Pojok Sains: Kenapa Kita Selalu Ngantuk Berat Setelah Makan Kenyang? (Mengenal “Food Coma”)
Pojok Sains: Kenapa Muncul 'Bintang' & Cahaya Warna-Warni Saat Mata Ditekan? (Phosphenes)

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Muncul ‘Bintang’ & Cahaya Warna-Warni Saat Mata Ditekan? (Phosphenes)
Rahasia di Balik Nama "Burung Hantu": Benarkah Karena Mistis atau Fakta Sains?

Sains

Rahasia di Balik Nama “Burung Hantu”: Benarkah Karena Mistis atau Fakta Sains?

Lingkungan

Siap-siap! BMKG Prakirakan La Nina Tiba di Indonesia Akhir 2025, Musim Hujan Datang Lebih Awal

Fakta Unik

Misteri Sosok Mona Lisa: Siapa Perempuan di Balik Lukisan Da Vinci?
Pojok Sains: Mengungkap "Petrichor", Alasan Ilmiah Mengapa Tanah Berbau Harum Saat Hujan

Fakta Unik

Pojok Sains: Mengungkap “Petrichor”, Alasan Ilmiah Mengapa Tanah Berbau Harum Saat Hujan

Lingkungan

Kisah Anggrek Paling Langka di Dunia yang Hidup di Bawah Tanah dan Terancam Punah
Tinggal 4 Hari Lagi! Kenapa Sih Valentine Harus Kasih "Coklat"? Ternyata Ini Bukan Tradisi Romantis Kuno, Tapi Ulah Pedagang Pintar!

Artikel

Tinggal 4 Hari Lagi! Kenapa Sih Valentine Harus Kasih “Coklat”? Ternyata Ini Bukan Tradisi Romantis Kuno, Tapi Ulah Pedagang Pintar!