koransakti.co.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi meluncurkan sebuah jaringan global baru bernama Global Clinical Trials Forum (GCTF) pada Selasa (7/10/2025). Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat lingkungan dan infrastruktur uji klinis di tingkat nasional, regional, dan global.
Kabar baiknya, Indonesia turut mengambil bagian penting dalam forum ini. Indonesia Clinical Research Center tercatat sebagai salah satu anggota pendiri, sejajar dengan berbagai institusi riset terkemuka dunia.
Tujuan: Perkuat Kualitas dan Koordinasi Riset Kesehatan
WHO membentuk GCTF sebagai respons atas resolusi Majelis Kesehatan Dunia (WHA75.8) yang menyerukan peningkatan kualitas dan koordinasi uji klinis. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan setiap uji klinis dapat menghasilkan bukti ilmiah berkualitas tinggi yang bisa menjadi dasar pengambilan keputusan di bidang kesehatan.
Forum ini akan mendukung implementasi dari “Panduan Praktik Terbaik untuk Uji Klinis” yang telah dirilis oleh WHO.
Platform Kolaborasi Multi-Stakeholder
GCTF akan berfungsi sebagai platform kolaboratif yang menghubungkan berbagai pemangku kepentingan dari seluruh dunia. Forum ini akan menyatukan:
- Negara-negara Anggota WHO
- Otoritas regulator dan etik
- Lembaga pendanaan riset
- Para peneliti dan akademisi
- Organisasi masyarakat sipil dan pasien
Para anggota akan bekerja sama dalam kelompok-kelompok tematik untuk memajukan praktik terbaik, meningkatkan kesiapan sistem kesehatan dalam melakukan uji klinis, dan memastikan riset berjalan secara adil dan berkelanjutan.
Indonesia Berperan di Tingkat Global
Keikutsertaan Indonesia Clinical Research Center sebagai salah satu anggota pendiri menempatkan Indonesia dalam posisi strategis di kancah riset kesehatan global.
Indonesia akan berkolaborasi dengan institusi-institusi bergengsi lainnya seperti University of Oxford, Health Research Authority (Inggris), Indian Council of Medical Research, dan Singapore Clinical Research Institute.
Peluncuran GCTF ini merupakan langkah signifikan untuk memastikan semua negara, termasuk Indonesia, memiliki kapasitas untuk menghasilkan bukti ilmiah yang andal demi memandu kebijakan dan praktik kesehatan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.
baca juga TNI Manunggal Membangun Desa ke-126 Resmi Dibuka – Koran Sakti















