Home / Internasional / Kesehatan / Sains

Senin, 6 Oktober 2025 - 14:46 WIB

WHO Rilis Panduan Baru untuk Hentikan Kematian Akibat Pendarahan Pasca-Persalinan

koransakti - Penulis

Para bidan membantu proses persalinan. Panduan baru WHO menekankan deteksi dini dan respons cepat untuk mencegah kematian akibat pendarahan. (Sumber: WHO/Kiana Hayeri)

Para bidan membantu proses persalinan. Panduan baru WHO menekankan deteksi dini dan respons cepat untuk mencegah kematian akibat pendarahan. (Sumber: WHO/Kiana Hayeri)

koransakti.co.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama dua badan kesehatan reproduksi terkemuka dunia merilis panduan global baru yang bersejarah untuk mengatasi pendarahan pasca-persalinan atau postpartum haemorrhage (PPH). PPH merupakan komplikasi persalinan paling berbahaya dan menjadi penyebab utama kematian ibu di seluruh dunia.

Panduan yang diluncurkan pada 5 Oktober 2025 ini menyerukan perubahan besar dalam cara tenaga kesehatan mencegah, mendiagnosis, dan merawat PPH, dengan fokus pada deteksi lebih dini dan intervensi yang lebih cepat.

Kriteria Diagnosis Baru: Deteksi Lebih Dini

Salah satu perubahan paling signifikan dalam panduan baru ini adalah kriteria diagnosis PPH.

  • Sebelumnya: PPH baru didiagnosis setelah ibu kehilangan darah sebanyak 500 ml atau lebih.
  • Sekarang: Tenaga kesehatan dianjurkan untuk segera mengambil tindakan saat kehilangan darah mencapai 300 ml dan disertai dengan tanda-tanda vital yang tidak normal.
Baca juga :   5 Dampak Serius Vape bagi Anak dan Remaja, Ancaman Baru Kesehatan Paru

Untuk mendukung deteksi dini ini, WHO merekomendasikan penggunaan “kain tadah ukur” (calibrated drapes), sebuah alat sederhana untuk mengumpulkan dan mengukur jumlah kehilangan darah secara akurat.

Bundel Aksi Cepat ‘MOTIVE’

Setelah PPH terdiagnosis, panduan ini merekomendasikan penerapan serangkaian tindakan yang disebut bundel “MOTIVE” secara cepat dan terkoordinasi. Bundel ini mencakup:

  • Masase pada rahim.
  • Obat oksitosin untuk merangsang kontraksi.
  • Asam Traneksamat (TXA) untuk mengurangi pendarahan.
  • Cairan Intravena.
  • Pemeriksaan jalan lahir (Vaginal and genital tract Examination).

“Pendarahan pasca-persalinan adalah komplikasi persalinan paling berbahaya karena dapat meningkat dengan kecepatan yang mengkhawatirkan. Kematian dapat dicegah dengan perawatan yang tepat,” ujar Dr. Jeremy Farrar dari WHO.

Baca juga :   Libatkan 22 Negara, WHO Gelar Pelatihan Online Perdana untuk Wujudkan Kota yang Lebih Sehat

Fokus pada Pencegahan, Terutama Anemia

Panduan ini juga menekankan pentingnya pencegahan. Perawatan antenatal dan pascanatal yang baik sangat penting untuk mengurangi faktor risiko kritis seperti anemia, yang dapat memperburuk kondisi jika PPH terjadi. Rekomendasi mencakup pemberian suplemen zat besi dan folat setiap hari selama kehamilan.

“Panduan ini adalah pengubah permainan,” kata Profesor Jacqueline Dunkley-Bent, Kepala Bidan dari Konfederasi Bidan Internasional (ICM). “Kami menyerukan kepada pemerintah, sistem kesehatan, dan para mitra untuk segera mengadopsi rekomendasi ini dan berinvestasi pada bidan serta perawatan ibu.”

Berita ini 29 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Daerah

11 Siswa SD Keracunan MBG, Bupati Subang Wajibkan Semua Dapur Tersertifikasi Higienis

Artikel

Waspadai Sejak Dini! Ini Tanda Awal Gagal Ginjal yang Sering Diabaikan

Internasional

Jelang Pembebasan Sandera, Ratusan Ribu Warga Israel Puji Trump dan Cemooh Netanyahu
Kenapa Tape Rasanya Hangat & Adonan Roti Bisa "Bernapas"? Kenalan dengan Ragi, Koki Terkecil di Dunia!

Artikel

Kenapa Tape Rasanya Hangat & Adonan Roti Bisa “Bernapas”? Kenalan dengan Ragi, Koki Terkecil di Dunia!

Hukum

Buntut Kasus Kudeta, Putra Jair Bolsonaro Didakwa Atas Tuduhan Koersi di Brasil

Kesehatan

Mengenal Suhu Tubuh Manusia dan Rentang Normalnya

Hiburan

Penjelasan Ending Film ‘Unknown Numbers’ Netflix: Peringatan atau Pelatihan?
Bukan Hantu! Ini Alasan Ilmiah Kenapa Mata Kucing Bisa "Menyala" Seperti Laser di Malam Hari. Kenalan dengan Cermin Alami: Tapetum Lucidum!

Artikel

Bukan Hantu! Ini Alasan Ilmiah Kenapa Mata Kucing Bisa “Menyala” Seperti Laser di Malam Hari. Kenalan dengan Cermin Alami: Tapetum Lucidum!
error: Content is protected !!