koransakti.co.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyelesaikan pelatihan online perdananya yang bertujuan untuk membangun kota yang lebih sehat dan merata di seluruh dunia. Pelatihan ini berlangsung dari 20 Juni hingga 11 Juli 2025 dan melibatkan 58 praktisi serta pembuat kebijakan dari 22 negara di 6 regional WHO.
Peserta yang berasal dari berbagai tingkatan pemerintah, jaringan kota global, dan organisasi masyarakat sipil ini dilatih untuk memperkuat aksi lintas sektor demi kesehatan perkotaan yang lebih baik.
Membangun Kapasitas Lintas Sektor
Melalui latihan langsung, studi kasus, dan pertukaran pengalaman, para peserta mempelajari cara menerapkan perangkat “Urban Health Capacity Assessment and Response Resource Kit” dari WHO. Perangkat ini dirancang untuk menilai dan memperkuat kapasitas kerja sama di empat area kritis, yaitu:
- Pengambilan keputusan, pemantauan, dan evaluasi berbasis data.
- Kebijakan, program, inovasi, dan perubahan.
- Manajemen sumber daya (manusia, keuangan, dan infrastruktur).
- Kemitraan, partisipasi, dan berbagi pengetahuan.
Para peserta kini diharapkan lebih siap untuk memimpin perubahan demi meningkatkan kesehatan masyarakat di kota dan wilayah mereka masing-masing.
Kunci Menciptakan Lingkungan yang Mendukung Kesehatan
Dr. Nathalie Roebbel, pimpinan lintas sektor untuk kesehatan perkotaan WHO, menekankan pentingnya kolaborasi antar-sektor dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan.
“Bekerja lintas sektor dan memastikan koherensi kebijakan adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan,” ujarnya.
Menurutnya, hal ini memastikan bahwa pertimbangan kesehatan dan kesetaraan—termasuk akses yang adil terhadap layanan dan fasilitas—terintegrasi dalam seluruh proses perencanaan, investasi, dan keputusan kebijakan di tingkat lokal.















